Aris kira sebuah novel yang sangat bagus, kehebatan penulis adalah bagaimana menggambarkan banyak sekali hukum Islam terutama tentang tata pergaulan laki-laki perempuan dalam bentuk lebih aplikatif. Emang sih terlalu sempurna, iya namanya juga novel (fiksi). Jarang sekali mungkin tidak ada laki-laki dan perempuan yang sesempurna itu. Mana yang baik diambil. Aris pun sampai terkesan kutipan Thomas Carlyle-nya Fachri kira-kira "Seseorang yang memiliki visi atau tujuan akan memperoleh kemajuan meski melalui jalan yang sulit, sedangkan orang yang tak memiliki visi atau tujuan tidak akan memperoleh kemajuan apa pun meski jalan yang dilalui mudah". Saya pikir benar juga hidup itu perlu dan harus mempunyai visi dan tujuan. Hidup itu apa yang dicari? Sulit lho bikin novel seperti itu......, mengkritik itu memang mudah. salam, Aris Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ayat ayat Cintanya Habiburrahman el Shyrazi toh ..... Saya juga baca, anak ikhwan banget yak .... Eh, ini kenalan mas Aman Fatha juga dung he he he ... Soalnya sama sama mahasiswa pasca di Al Azhar, Cairo.
Btw, memang ada beberapa yg rada norak, terutama tentang sang jagoan yg dikejar kejar semua cewek, kayak nggak ada yg lain aja. Terus masalah pandangan miring penulis thd feminis yg direfleksikan dalam adegan cerita dengan cara menurut saya kasar dan terlihat ketidak mampuannya memahami konsep dan masalah aktual perempuan. Yg lain lainnya menurut saya oke lah. Oh iya, biar jamaah ppiindia lebih penasaran, berikut ini saya forward kritik pedas dari seorang akhwat di milis FLP thd buku ini. Biasanya kalo dikritik malah bikin orang jadi penasaran. Ayo beli beli beli he he he .... salam, Ari Condro === assalamualaikum, all berikut adalah tulisan adik bungsu saya, Mira (akhirnya menulis juga dia...). soal Ayat-Ayat Cinta. dia bukan seorang pembaca buku yang fanatik, dan tidak begitu akrab dengan sastra (dia anak kedokteran). jadi, masih awam soal sastra, apalagi kritik. tapi, lumayanlah sebagai pemula... saya sendiri belum banyak berkomentar soal AAC, soalnyabelum habis bacanya...maklum... semoga menjadi pemicu diskusi yang menarik... wassalam ekky NOVEL AYAT-AYAT CINTA, TERLALU PICISAN? Oleh: Myra Dr Novel terbaru yang berjudul Ayat-Ayat Cinta, yang cukup di pastikan hampir semua orang mengetahui novel ini, semua orang menyimpulkan bahwa novel ini adalah novel cinta yang di bungkus secara islami. Saya mendengar adanya novel ini, dari teman kepaniteraan saya, seorang yang cukup ammah dan bukan orang- orang pergerakan. Jujur awalan saya tidak berminat membaca novel ini, karena saya bukan tipe membaca novel, dan kesibukan saya sebagai mahasiswa kedokteran, tetapi promosi gencar-gencaran dari teman saya (salut buat Rina!!) juga pemahaman teman saya yang kemudian berubah setelah membaca novel itu. Beliau akhirnya memahami tidak adanya pacaran dalam Islam, dan sebagainya. Saya pun cukup heran, hanya dengan membaca novel tersebut, bisa menyebabkan perubahan itu. Akhirnya saya tergelitik untuk mencari buku tersebut. Novel karya Habiburahman el Shirazy yang cukup mahal buat saya, akhirnya saya baca dalam kurun waktu 2 hari. Banyak hal yang muncul di kepala saya, setelah membaca novel yang lumayan tebal itu. Satu hal yang pasti pertanyaan yang muncul di kepala saya adalah: sebegitu perfectkah tokoh utama yang bernama Fahri ini? Sehingga ada 4 perempuan yang mabuk cinta dengan tokoh tersebut. Awalan saat saya membaca novel tersebut, ada 4 tokoh wanita muda yang dimunculkan, rara penasaran saya muncul, wanita manakah yang kemudian jatuh hati dengan tokoh utama, ternyata semuanya.apakah tidak berlebihan, segitu mudahkah wanita jatuh cinta???. Saya jadi ingat film seri The Return of Condor Heroes di TV7,semua wanita jatuh cinta pada tokoh utama, pendekar Yoko, buat saya cukup menggelikan. Ternyata saya melihatnya juga di novel ini. Bahasa-bahasa yang di tampilkan dalam novel ini saya lihat juga agak terlalu vulgar, baik bahasa- bahasa cinta, puisi, diary.misalkan; "saya mencium bibirnya" atau "tentara itu meminkan kemaluan saya". Saya agak risih membacanya terlalu vulgar atau ingin jujur dalam menulis novel? Saya pun tak tahu.. Dalam novel tersebut juga di ceritakan bagaimana tokoh Fahri saat ta'aruf dengan calonnya langsung jatuh hati, melihat fisik wanita itu, yang pahatannya sempurna, putih dan tinggi.apa tidak terkesan ikhwan terlalu melihat fisik perempuan. Kenapa tidak di tulis, jatuh hati dengan hapalannya, akhlaqnya? Atau juga di ceritakan saat tokoh Fahri bimbang dengan dua pilihan, bukannya minta doa di mantapkan, malah tokoh Fahri memantapkan hati dengan melihat kembali wajah sang calon istri (yang di gambarkan cantik rupawan,dll) saya pun kemudian menyimpulkan memang semua ikhwan itu melihat fisik sekali, bahkan seorang tokoh Fahri yang agamanya bagus dan hapalannya luar biasa juga demikian. Dalam novel ini juga selalu (diulang-ulang pula) tinggi istri tidak jauh berbeda dengan tokoh Fahri...untuk apa??. Di novel ini juga di jelaskan sampai 3 wanita yang meminta tokoh Fahri untuk di nikahkan, dan digambarkan pula tokoh Fahri yang menyesalkan salah satu dari tokoh wanita tidak mempercepat untuk meminta dirirnya. Yang saya pertanyakan adalah mengapa tak Fahrinya aja yang minta duluan,padahal jelas-jelas di gambarkan Fahri juga punya kecenderungan dengan tokoh wanita tersebut. Buat saya cerita dalam novel ini terlalu mengada-ngada, tiba-tiba mendapat istri kaya,yang kekayaannya bisa di samakan dengan Donald trump, apakah ending cerita harus selalu begitu?apa yang membedakan novel ini dengan novel-novel picisan lainnya?? Harus di pahami, kadang novel, cerpen, roman,dll terlalu menjual mimpi. Kita hidup dalam realita, dan itu harus struggle, dan saat kita menjalani proses itulah, banyak ibroh yang bisa di ambil. Bisa di pastikan cerpen, novel selalu endingya dapat suami ganteng seperti Tora Sudiro, Tom Cruise atau Orlando Bloom yang di jenggotin (yang iikhwan dikit). Ayoolah apakah kemudian mendapati seperti itu end of story?malah sebaliknya, itu the beginning of your life, jangan terlalu terkotak-kotak dalam berpikir dan memilih. Make your own life.pasti seru..apakah happy ending or sad ending..that's your choice. Dari banyak hal pertanyaan yang muncul di kepala saya mengenai novel ini, ada beberapa hal yang saya salut dan patut angkat topi buat penulisnya, latar belakang novel ini yang di gambarkan di kota mesir, meski hanya membaca, kita dapat mengenal kota mesir itu, bahkan dari gaya hidup penduduk pribuminya, padahal penulisnya asli orang Indonesia. Beberapa tausyiah dan da"wah dikemas cukup apik dalam bentuk cerita tanpa bermaksud menggurui. Bagi saya novel Ayat-Ayat Cinta hanya penggembira saja, dan menambah wawasan tentang geografi. Yang lain tidak.tapi mungkin pembaca novel yang lain berpikir sebaliknya.untuk mengetahuinya.yaa harus baca novel ini. Wallahu'alam bisshowab Myra_dr Teruntuk teman2 seperjungan di KAMMI-PUSAT& KT3 "maju terus pantang mundur!!!!!" [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> Lina: Wadduh!. Emangnya ada ya kriteria yang menyebutkan bahwa suatu karya (novel) itu akan mendapat penghargaan sastra kalo endingnya susah ditebak? Kali saya bisa mendapatkan ilmu baru dari mbak FT soal kriteria karya sastra, karena mungkin dosen-dosen sastra saya dahulu itu sudah kadaluwarsa ilmunya? *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- "Bangkitnya manusia karena pemikirannya" "Kemajuan mustahil tanpa perubahan. Dan mereka yang tak bisa merubah pemikirannya, maka tak akan bisa merubah apa pun" (George Bernard Shaw 1850-1950) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hn0s2pg/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124789820/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

