Date: Fri, 26 Aug 2005 12:17:06 +0700 (ICT)
From: "aliansi perjuangan rakyat" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: undangan Forum Keprihatinan Nasional
Forum keprihatinan nasional
Sekretariat Bersama: Jl. Tebet Timur 3 D no. 17 Jakarta Selatan
Telp/faks : 021-8295656, Kontak Person: Gigih Guntoro 08159207267, Paulus Nico
Posma 081318211945
Nomer : 001/Und/APR/Agustus/2005
Perihal : Undangan
Lampiran : 2 buah (TOR dan Data)
Kepada
Yth : Bapak/Ibu/Saudara seperjuangan dan kawan2 Media/pers
Di Tempat
Dengan hormat,
Peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian semakin menegaskan kondisi
obyektif yang belum berpihak pada rakyat Republik Indonesia. Hal ini semakin
memPRIHATINkan kita serta semakin menegaskan kita untuk terus menerus mencari
jalan keluar dari KRISIS.
Dampak yang dihadapi rakyat akan semakin nyata; kehilangan lapangan kerja/PHK,
tidak bisa sekolah/putus sekolah karena minimnya subsidi pendidikan , petani
tidak punya lahan garapan, penggusuran PKL dan pedangan asongan, angka penyakit
dan kematian naik, penyakit massal (busung lapar, polio, demam berdarah dengue,
dll) karena susah akses kesehatan murah, harga-harga naik (BMM, Listrik, Air,
Bahan Pokok dll) , Industri Nasional hancur, kekerasan dan pelanggaran HAM
(konflik horizontal dan kekerasan aparat negera), KORUPSI dll.
Diperlukan pertemuan seluruh elemen bangsa Indonesia yang mempunyai
keprihatinan untuk menyampaikan pandangan dan merumuskan tindakan bersama
sebagai jalan keluar atas krisis multidimensi saat ini.
Maka kami mengundang Bapak, Ibu, saudara-saudara pada:
Hari, tanggal : Sabtu, 27 Agustus 2005
Waktu : 10.00 WIB - Selesai
Tempat : Jakarta Media Center (JMC), jl. Kebon Sirih Jakarta Pusat
Kegiatan : Dialog Interaktif (pandangan dan solusi dari individu dan
organisasi)
Kebulatan Tekad Bersama
Demikian undangan ini dibuat dengan harapan besar atas kehadirannya. Atas
segala perhatian, kebijaksanaan dan kerjasamanya kami mengucapkan banyak Terima
kasih.
Memerdekakan diri dari belenggu kemiskinan & penindasan adalah tugas seluruh
rakyat tertindas!
Salam Persatuan !
Jakarta, 20 Agustus 2005
Ketua Panitia
Katarina Pujiastuti
081584368608
Penyelenggara :
ALIANSI PERJUANGAN RAKYAT-APR
LMND,PMII, GMKI, PMKRI, HMI, Hikmah Budhi, AMP, GMNI UKI, GMNI Jakbar, FNPBI,
NOVICO, AHIMSA, Student Crisis Centre Jakarta Jkt, REPDEM, PRD, SRMK, STN,
Gerakan Pemuda 27 Juli, LS ADI, FAMRED, Gerakan Pemuda Kerakyatan, Partai
Buruh, GOWA, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional-BM PAN, KASBI, Asian Labour
Network on Internasional Indonesia ALNI Ind, Persaudaraan Kenduri Cinta
Terms Of Reference
Forum Keprihatinan Nasional
Salam persatuan,
60 Tahun sudah Republik Indonesia Merdeka! Merdeka dari penjajahan dalam bentuk
fisik dengan cita-cita menuju masyarakat yang berdaulat, adil dan sejahtera.
Akan tetapi kenyataan yang dihadapi Rakyat Indonesia semakin jauh dari
cita-cita luhur menuju masyarakat yang berdaulat, adil dan sejahtera. Rakyat
Indonesia bahkan terbelenggu penjajahan bentuk baru, penjajahan yang memaksa
rakyat Indonesia untuk semakin miskin, bentuk penjajahan tersebut dikenal
dengan nama neoliberalisme.
Semenjak reformasi bergulir tahun 1998 oleh kekuatan persatuan gerakan rakyat,
dengan semangat baru perubahan yang lebih baik dalam segala bidang ternyata
juga belum mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat, bahkan rakyat Republik
Indonesia semakin nyata tercengkeram dalam penjajahan dan kemiskinan.
Rejim berganti rejim yang menyelenggarakan pemerintahan sampai ke pemerintahan
SBY-Kalla saat ini (sudah hampir satu tahun), dalam setiap kebijakannya untuk
kepentingan Rakyat Indonesia belum sekalipun tegas dan berani mengambil jalan
keluar dari kemiskinan rakyat Indonesia untuk lepas dari bentuk penjajahan
baru/neoliberalisme..
Bentuk-bentuk penjajahan baru/neoliberalisme dalam kebijakan-kebijakan seperti:
1. Penghapusan Subsidi untuk rakyat (Subsidi Pendidikan, Kesehatan, BBM,
Listrik, Air, dll)
2. Privatisasi BUMN & BUMD (Indosat, Mandiri, Pertamina, Telkom, PT DI,
PDAM/PAM dll)
3. Komersialisasi pendidikan (BHMN-isasi PTN) dan kesehatan (UU Sisdiknas dan
RUU Kesehatan)
4. Liberalisasi perdagangan (WTO)
5. Liberalisasi energi dan sumber daya alam dll (UU Migas 22/2001, UU
Privatisasi Air no. 7/2001, Perpres 36/2005, dll)
Semua kebijakan neoliberal pemerintah SBY-Kalla tersebut dijerat (dampak
langsung ke rakyat) oleh UTANG ke IMF, World Bank, ADB, CGI dan utang
multilateral serta bilateral negara-negara imperialis G8 (Inggris, Amerika,
Canada, Perancis, Jepang, Italy, Jerman dan Rusia), serta liberalisasi
perdagangan dan keuangan melalui WTO.
Dampak yang dihadapi rakyat akan semakin nyata; kehilangan lapangan kerja/PHK,
tidak bisa sekolah/putus sekolah karena minimnya subsidi pendidikan , petani
tidak punya lahan garapan, penggusuran PKL dan pedangan asongan, angka penyakit
dan kematian naik, penyakit massal (busung lapar, polio, demam berdarah dengue,
dll) karena susah akses kesehatan murah, harga-harga naik (BMM, Listrik, Air,
Bahan Pokok dll) , Industri Nasional hancur, kekerasan dan pelanggaran HAM
(konflik horizontal dan kekerasan aparat negera), KORUPSI dll.
Akankah hal tersebut dibiarkan? Tentu Tidak!
Program-program alternatif sebagai solusi untuk keluar dari Krisis:
Program Kedaulatan :
1. Bubarkan CGI.
2. Bubarkan WTO.
3. Putus hubungan dengan IMF.
4. Hapus Utang LN lama, Tolak Utang LN Baru
5. Tolak antek-antek neoliberal
Program Kerakyatan
1. Segala bentuk subsidi sosial yang menjadi kebutuhan dasar rakyat (energi,
listrik, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan sarana produksi pertanian)
adalah bersifat wajib dan pokok untuk dipertahankan. Kebijakan subsidi menjadi
salah satu kunci bagi suksesnya Industrialisasi nasional.
2. Penghapusan dan atau Moratorium pembayaran hutang luar negeri dengan
pembekuan bunga hutang sampai Rakyat sejahtera.
3. Sita kekayaan koruptor dan alihkan sebagai modal pembangunan industri
kerakyatan
4. Naikkan upah 100% dan hapus sistem buruh kontrak
5. Jaminan kesejahteraan dan berserikat bagi buruh
6. Tolak perpres 36/2005 dan sediakan tanah, modal serta tehnologi untuk petani
penggarap
7. Sediakan Lapangan Pekerjaan
8. Pendidikan gratis dari SD hingga PT dengan kurikulum kerakyatan dalam rangka
mewujudkan sarjana-sarjana kerakyatan yang ahli
9. Sarana kesehatan, pengobatan dan rawat inap gratis
10. Alihkan semua dana BLBI untuk kepentingan industri nasional
11. Kredit dengan bunga rendah untuk kepentingan produksi bukan konsumsi
12. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pembangunan industri nasional
13. Tinjau ulang seluruh kontrak dari investor asing di sektor pertambangan dan
cabang-cabang industri strategis yang merugikan kepentingan Rakyat dan bagi
kepentingan memajukan industri nasional.
14. Nasionalisasi asset asing dan re-nasionalisasi BUMN-BUMN yang di-divestasi
15. Semangat internasionalisme dengan menjalin kerjasama dengan Negara-negara
dunia ketiga dalam bingkai anti-imperialisme
Program Gerakan Forum Keprihatinan Nasional:
§ Seluruh elemen gerakan rakyat (buruh, tani, nelayan, kaum miskin kota,
perempuan, mahasiswa), LSM, ormas-ormas, partai politik progresif,
ulama/agamawan, intelektual, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh gerakan/LSM
dll. untuk bersatu membentuk Front Persatuan Perjuangan.
§ Seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu mendesakkan program kesejahteraan
dan kedaulatan
§ Seluruh rakyat Indonesia membangun posko-posko kesejahteraan untuk menjadi
pusat penanganan secara dini masalah kesejahteraan serta pusat wadah aksi,
pendidikan politik, diskusi politik dan terbitan politik.
Sasaran yang diundang :
I. Tokoh-Tokoh Politik, Masyarakat, Parpol, ulama/agamawan, inteletual,
gerakan/LSM dll:
Syafiie Maarif, Gus Dur, KH. Masdar Masud, Romo Beny Sutrisno, Dradjat Wibowo,
Jacobus Mayong Padang, Hariman Siregar, Rizal Ramly, Aviliani, Ichsanudin
Noorsy, Hendry Saparindi Dita Indah Sari, Iwan Dwie Laksono, Hendardi, Usman
Hamid, Syaifullah Maksum, Faisal Helmy, Egy Sujana, Jumhur Hidayat, Muhaimin
Iskandar, Nusyahbani K, Fajrul Rahman, Syaiful Bahri, Teten Masduki, Bini
Buchori, Chalid Muhamad, Eros Djarot, Rachmawati S, Satya Arinanto, Emha Ainun
Najib, Indra J. Piliang, Laode Ida Marwan, Romo Sandyawan S, Ario Bimo, Maria
Hartiningsih, Rieke Diah P, Butet Kartadiredja, Iwan Fals, Syahrani, Pramoedya
A. Toer, Hendardi, Jhonson P, Sholahuddin Wahid, Karlina Leksono, Arbi Sanit,
Taha Amami, Otto Syamsudin I, Budiman S, Hinu Sanoyo, Emy Hafid, Ifdal Kasim,
Mukthar P, Yeni Gus Dur, Wimar Witoelar, Bonie Setiawan, Rusdy Marpaung, Ulil
Abdar A, Joko Edy S. Debra Yatim, Marisa Haque, Franky Sahilatua, Bim-Bim
Slank, Munarwan, Rama Pratama, Permadi SH, Sri Bintang P, Luky Djani.
II. Organisasi Massa dan Organisasi Gerakan Pro Demokrasi :
1. Bidang Mahasiswa (Min. 22 organisasi); PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, HMI MPO,
GMNK, BEM sejabotabek, LMND, FMN, LS ADI, organisasi mahasiswa lainnya.
2. Bidang Pemuda (Min.10 Organisasi); Gerakan Pemuda Kerakyatan
(GP-Kerakyatan), Laskar Pemuda Rakyat Miskin (LPRM), Komite Perjuangan Massa
Rakyat (KPM), GPK, organisasi pemuda lainnya.
3. Bidang Buruh (Min. 10 Organisasi); Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia
(FNPBI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Solidaritas Buruh (SB),
Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI), Serikat Buruh Seluruh
Indonesia (SBSI), ATVSI, dan serikat pekerja lainnya.
4. Bidang Media (Minimal. 5 Organisasi); Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI),
Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (AJTI), Persatuan Wartawan Indonesia
Reformasi (PWI-R), dan beberapa organisasi yang berkantor di Dewan Pers.
5. Bidang Tani (Min.5 Organisasi); Serikat Tani Nasional (STN),AGRA, Aliansi
Petani Indonesia, HKTI,Serikat Petani Pasundan, organisasi tani lainnya.
6. Bidang Kaum Miskin Kota (Min. 5 Organisasi); Urban Poor Konsortium
(UPC),Serikat rakyat Miskin Kota, Forum Komunikasi Masyarakat Jakarta, Pawang,
dan jaringannya.
7. Partai Politik 6 partai besar pemenang pemilu, dan seluruh partai Baru
8. Bidang Kajian Kebijakan/Study (Min. 5 Organisasi); Imparsial, Kontras dan
jaringannya.
9. Bidang Advokasi Masyarakat (Min. 5 Organisasi); Elsam,dan jaringannya.
10. Bidang Perjuangan Perempuan (Min. 5 Organisasi); Kalyatanamitra dan
jaringannya, Perempuan Mahardhika, Kelompok diskusi perempuan di kampus.
11. Bidang Budaya (Min. 5 Organisasi); Jaringan Kerja Budaya (JKB) dan
jaringannya, Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) dan jaringannya.
12. Bidang Legal (Min. 5 Organisasi); LBH-Jakarta, PBHI, LBH-Rakyat, SPR dan
jaringan mereka.
13. Bidang Lingkungan (Min. 5 Organisasi); WALHI, Jatam, SKEPHI dan jaringannya.
14. Bidang Governance Watch (Min. 5 Organisasi); Police watch, Military Watch,
Legislative watch dan jaringannya.
15. Bidang Anti-Korupsi (Min.5 Organisasi); Indonesian Coruption Watch, Centre
for Social Justice and Democrasi Studies (CeDSOS), SAMAK dan jaringannya.
Data-data :
Data Pendidikan :
Negara 1981 1985 1990 1996 1997 1998
Indonesia 1,25 % 1,46 % 0,97 % 0,67 % 0,74 % -
Korea Selatan 3,09 % 3,00 % 3,16 % 3,45 % 3,58% 3,96 %
Malaysia 6,10 % 5,60 % 5,70 % 5,06 % 4,69 % -
Filipina 1,16 % 1,88 % 3,11 % 3,44 % 3,92 % 3,98 %
Dari data di atas ini mengapa Indonesia yang paling sedikit dan selalu menurun
setiap tahunnya, padahal negara Indonesia adalah negara yang mempunyai
cita-cita mengembangkan pendidikan melalui wajib belajar sembilan tahun? Kalau
anggaran dari APBN hanya dibawah 1%, mana bisa negara kita ini akan maju dan
akan lebih berkembang bila anggaran yang disediakan sangat minim sekali? Bila
pemerintah hanya memberikan dana yang begitu minim seperti itu, bagaimana nasib
penerus bangsa kita yang seharusnya bersekolah dan mempunyai cita-cita untuk
mengembangkan bangsanya sendiri? Mana bisa bila penerus bangsa tersebut tidak
mendapatkan pendidikan sama sekali?
Kalau bangsa kita ingin maju seharusnya pemerintah sudah melaksanakan program
wajib belajar sembilan tahun, karena memang banyak anak-anak yang sangat
membutuhkan dana tersebut. Anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah adalah
salah satu tragedi dunia pendidikan. Di dunia persekolahan, guru adalah profesi
terhormat dalam pidato kenegaraan di hari pendidikan. Sebagaimana nampak dalam
tabel di atas, sebelum, sewaktu dan sesudah bunyi pidato sanjungan beberapa
ribu rupiah dari gaji guru yang sangat kecil melayang untuk seremoni. Lewat
pidato kenegaraan kita suka mengajar anak-anak kita agar berjuang bagi nusa dan
bangsa. Tetapi ketika muncul anak-anak yang paling peduli terhadap masa depan
bangsa, kita malah menyiksa dan menganiaya. Peradaban kita memang sedang mundur
kezaman berburu. Dan manajemen tangan-besi telah memangkas tangkai masa depan
anak-anak bangsa.
DampakKrisisTerhadapPendidikan
Dampak Korban Luasan Lingkup Wilayah
Jumlah anak putus sekolah meningkat Siswa SD & SLTP dari keluarga miskin
Meningkat sdktnya 114% (dr 2,8 juta pada pelita VI menjd 6,0 juta siswa pd
pelita VII) Indonesia
Program Wajib Belajar tak tercapai Anak-anak dr keluarga miskin 27,5% keluarga
miskin Indonesia
Gedung-gedung SD Negeri, tak ada/krg dana utk perbaikan Siswa sekolah SD negeri
33% (6.981 gedung) dr slrh gedung SDN di 35 dati II Jateng, 2 SDN di Bandung, 5
SDN di Bogor, 100 SDN di Bekasi, 3.892 ruang SD Pontianak Jawa Tengah, Bandung,
Bogor, Bekasi, Pontianak
Mahasiswa tdk mampu bayar SPP/tak melanjutkan kuliah Mahasiswa Sedikitnya 500
mahasiswa ITS, 130 mahasiswa univ Andalas, 220 mahasiswa Undip, 2098 Mahasiswa
Unhalu, 700 mahasiswa univ Sam Ratulangi Surabaya, Padang, Semaran, Sulawesi
Tenggara/Kendari, Manado
Penerbit tak sanggup menerbitkan buku utk thn ajaran 1998/1999 Siswa SD, SLTP,
SLTA, Mahasiswa - Indonesia
Guru-guru SD dipaksa (dg Ancaman) utk memberikan sumbangan sbsr Rp. 30.000-Rp
100.000 utk perbaikan kntr Depdikbud Guru SD golongan I-IV Ratusan guru
Ponorogo, Jawa Timur
Guru-guru Sd mulai Maret 1998 dipotong gajinnya sbsr Rp 10.000 utk Gerakan
Cinta Tanah Air Guru SD Guru SD dipelbagai wilayah Dati II Jawa Tengah Jawa
Tengah
SMU swasta tutup krn siswa tdk mampu bayar SPP Siswa, guru, karyawan 100 SMU
Ujung Pandang/Makasar
Perusahaan penerbitan bangkrut akibat kenaikan harga kertas & kertas Koran yg
mencapai 300% Siswa, mahasiswa, guru, karyawan & perusahaan penerbitan Hampir
100% Indonesia
Sumber: Dokumentasi Tim Relawan untuk Kemanusiaan Febuari-Maret 1998 dan
berbagai sumber. Sampel di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak kasus dalam
dokumentasi.
Data tambahan :
1. PHK terhadap 200 buruh PT Didachi Makmur Abadi. PT Didachi Makmur Abadi
adalah perusahaan yang memproduksi sejumlah sepatu ternama merk PUMA, NIKE dll.
Sebelumnya juga terjadi persoalan dimana pengusaha hanya memberikan upah 400
ribu, di bawah UMK tangerang yang nilainya sebesar 693.500. Lebih parah lagi
selama bekerja buruh PT. Didachi tidak pernah mendapatkan upah penuh. Setiap
bulan hanya ada cicilan pembayaran berkisar antara 50.000 100.000 rupiah,
bahkan dalam 3 bulan terakhir para buruhnya sama sekali tidak menerima upah
dari pengusaha PT. Didachi.
2. PHK terhadap 150 buruh dari PT Megaprima Persada Sakti. PT Megaprima Persada
Sakti adalah perusahaan yang berlokasi di Jalan Cacing, KM 3, Jakarta Timur.
Perusahaan ini memproduksi palet konstruksi dan mendapatkan order dari
perusahaan perusahaan otomotif yang ada di Jabodetabek. PT Megaprima Persada
Sakti menggunakan alasan sepi order, demi pembenaran melakukan lock out. Selama
hampir 5 tahun, PT Megaprima Persada Sakti telah mengabaikan hak hak normatif
150 buruh yang bekerja di perusahaannya. Hak hak buruh yang di langgar oleh
pihak perusahaan adalah : Upah dibayar di bawah UMP sebesar 17 ribu dan
beberapa sebesar 18 ribu rupiah, dan ini tanpa slip gaji. Hal ini terjadi
selama perusahaan itu berdiri. Buruh paling lama kerjanya 7 tahun. Tidak adanya
Jamsostek, buruh dikontrak bertahun-tahun, pemaksaan lembur,waktu kerja lebih
dari jam kerja dan tidak dihitung lembur, uang makan, uang transpot, gaji
berkala, tidak disediakan alat keamanan kerja berupa kaca mata hitam
untuk pelindung last, sepatu board, kaos tangan.
3. PHK terhadap 2500 buruh PT. Kasogi Tbk Surabaya. Tbk. PT Kasogi Tbk
mengalami kebangkrutan seiring dengan hancurnya pemasaran hasil produksi sepatu
nasional. Lelang PT. Kasogi Tbk yang gagal sejak kebangkrutannya Juni 2004
lalu, membuat buruh-buruh tersebut semakin menderita. Bahkan hingga sat ini,
buruh-buruh tersebut masih belum mendapatkan Gaji dan pesangonnya sejak 9 bulan
yang lalu.
4. PHK terhadap 480 buruh PT. Elaine. PT. Elaine merupakan perusahaan yang
memproduksi gaun pengantin. Pemilik perusahaan melarikan diri keluar negeri.
5. Secara nasional rendahnya partisipasi pendidikan. Jumlah penduduk usia
prasekolah (5 - 6 tahun) 8.259.200 yang baru tertampung 1.845.983 anak (22,
35%). Penduduk usia sekolah dasar (7 - 12 tahun) 25.525.000, baru tertampung
24.041.707 anak (94.19%). Jumlah usia SMP (13-15 tahun) 12.831.200, baru
tertampung 7.630.760 anak (59,47%). Penduduk usia SMA (16 - 18 tahun)
12.695.800, baru tertampung 4.818.575 anak (37,95%). Penduduk usia pendidikan
tinggi (19 - 24 tahun) 24.738.600, baru tertampung 3.441.429 orang (13,91%).
6. Banyaknya guru/dosen yang belum memenuhi persyaratan kualifikasi. Guru TK
sebanyak 137.069, yang sudah memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan
kualifikasi pendidikannya baru 12.929 orang (9,43%). Sebanyak 1.234.927 guru SD
yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 625.710 orang (50,67%),
sedangkan 466.748 guru SMP, yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru
299.105 orang (64,08).
7. Banyak ruang kelas yang tidak layak untuk proses belajar. Ruang kelas TK
yang jumlahnya 93.629, yang kondisinya masih baik 77.399 (82,67%), kelas SD
(865.258), yang masih baik hanya 364.440 (42,12%). Ruang kelas SMP (187.480),
yang masih baik 154.283 (82,29 %). Ruang kelas SMA (124.417) yang kondisinya
masih baik 115.794 (93,07%).
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/