Date: Fri, 26 Aug 2005 12:17:06 +0700 (ICT) 
From:  "aliansi perjuangan rakyat" <[EMAIL PROTECTED]>  
Subject:  undangan Forum Keprihatinan Nasional 

Forum keprihatinan nasional
Sekretariat Bersama: Jl. Tebet Timur 3 D no. 17 Jakarta Selatan
Telp/faks : 021-8295656, Kontak Person: Gigih Guntoro 08159207267, Paulus Nico 
Posma 081318211945

Nomer  : 001/Und/APR/Agustus/2005
Perihal  : Undangan
Lampiran : 2 buah (TOR dan Data) 

Kepada 
Yth  : Bapak/Ibu/Saudara seperjuangan dan kawan2 Media/pers
Di Tempat

Dengan hormat,
Peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian semakin menegaskan kondisi 
obyektif yang belum berpihak pada rakyat Republik Indonesia. Hal ini semakin 
memPRIHATINkan kita serta semakin menegaskan kita untuk terus menerus mencari 
jalan keluar dari KRISIS.
Dampak yang dihadapi rakyat akan semakin nyata; kehilangan lapangan kerja/PHK, 
tidak bisa sekolah/putus sekolah karena minimnya subsidi pendidikan , petani 
tidak punya lahan garapan, penggusuran PKL dan pedangan asongan, angka penyakit 
dan kematian naik, penyakit massal (busung lapar, polio, demam berdarah dengue, 
dll) karena susah akses kesehatan murah, harga-harga naik (BMM, Listrik, Air, 
Bahan Pokok dll) , Industri Nasional hancur, kekerasan dan pelanggaran HAM 
(konflik horizontal dan kekerasan aparat negera), KORUPSI dll. 
Diperlukan pertemuan seluruh elemen bangsa Indonesia yang mempunyai 
keprihatinan untuk menyampaikan pandangan dan merumuskan tindakan bersama 
sebagai jalan keluar atas krisis multidimensi saat ini.
 
Maka kami mengundang Bapak, Ibu, saudara-saudara pada:
Hari, tanggal  : Sabtu, 27 Agustus 2005
Waktu   : 10.00 WIB - Selesai
Tempat   : Jakarta Media Center (JMC), jl. Kebon Sirih Jakarta Pusat
Kegiatan  : Dialog Interaktif (pandangan dan solusi dari individu dan 
organisasi)
     Kebulatan Tekad Bersama
      
Demikian undangan ini dibuat dengan harapan besar atas kehadirannya. Atas 
segala perhatian, kebijaksanaan dan kerjasamanya kami mengucapkan banyak Terima 
kasih.
Memerdekakan diri  dari belenggu kemiskinan & penindasan adalah tugas seluruh 
rakyat tertindas!
Salam Persatuan !

Jakarta, 20 Agustus 2005
Ketua Panitia
Katarina Pujiastuti
081584368608
Penyelenggara   :
ALIANSI PERJUANGAN RAKYAT-APR
LMND,PMII, GMKI, PMKRI, HMI, Hikmah Budhi, AMP, GMNI UKI, GMNI Jakbar, FNPBI, 
NOVICO, AHIMSA, Student Crisis Centre Jakarta Jkt, REPDEM, PRD, SRMK, STN, 
Gerakan Pemuda 27 Juli, LS ADI, FAMRED, Gerakan Pemuda Kerakyatan, Partai 
Buruh, GOWA, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional-BM PAN, KASBI, Asian Labour 
Network on Internasional Indonesia – ALNI Ind, Persaudaraan Kenduri Cinta
Terms Of Reference
Forum Keprihatinan Nasional
Salam persatuan,
60 Tahun sudah Republik Indonesia Merdeka! Merdeka dari penjajahan dalam bentuk 
fisik dengan cita-cita menuju masyarakat yang berdaulat, adil dan sejahtera. 
Akan tetapi kenyataan yang dihadapi Rakyat Indonesia semakin jauh dari 
cita-cita luhur menuju masyarakat yang berdaulat, adil dan sejahtera. Rakyat 
Indonesia bahkan terbelenggu penjajahan bentuk baru, penjajahan yang memaksa 
rakyat Indonesia untuk semakin miskin, bentuk penjajahan tersebut dikenal 
dengan nama neoliberalisme.
Semenjak reformasi bergulir tahun 1998 oleh kekuatan persatuan gerakan rakyat, 
dengan semangat baru perubahan yang lebih baik dalam segala bidang ternyata 
juga belum mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat, bahkan rakyat  Republik 
Indonesia semakin nyata tercengkeram dalam penjajahan dan kemiskinan.
Rejim berganti rejim yang menyelenggarakan pemerintahan sampai ke pemerintahan 
SBY-Kalla saat ini (sudah hampir satu tahun), dalam setiap kebijakannya untuk 
kepentingan Rakyat Indonesia belum sekalipun tegas dan berani mengambil jalan 
keluar dari kemiskinan rakyat Indonesia untuk lepas dari bentuk penjajahan 
baru/neoliberalisme..
Bentuk-bentuk penjajahan baru/neoliberalisme dalam kebijakan-kebijakan seperti:
1. Penghapusan Subsidi untuk rakyat (Subsidi Pendidikan, Kesehatan, BBM, 
Listrik, Air, dll) 
2. Privatisasi BUMN & BUMD (Indosat, Mandiri, Pertamina, Telkom, PT DI, 
PDAM/PAM dll)
3. Komersialisasi pendidikan (BHMN-isasi PTN) dan kesehatan (UU Sisdiknas dan 
RUU Kesehatan) 
4. Liberalisasi perdagangan (WTO)
5. Liberalisasi energi dan sumber daya alam dll (UU Migas 22/2001, UU 
Privatisasi Air no. 7/2001, Perpres 36/2005, dll)
Semua kebijakan neoliberal pemerintah SBY-Kalla tersebut dijerat (dampak 
langsung ke rakyat) oleh UTANG ke IMF, World Bank, ADB, CGI dan utang 
multilateral serta bilateral negara-negara imperialis G8 (Inggris, Amerika, 
Canada, Perancis, Jepang, Italy, Jerman dan Rusia), serta liberalisasi 
perdagangan dan keuangan melalui WTO.
Dampak yang dihadapi rakyat akan semakin nyata; kehilangan lapangan kerja/PHK, 
tidak bisa sekolah/putus sekolah karena minimnya subsidi pendidikan , petani 
tidak punya lahan garapan, penggusuran PKL dan pedangan asongan, angka penyakit 
dan kematian naik, penyakit massal (busung lapar, polio, demam berdarah dengue, 
dll) karena susah akses kesehatan murah, harga-harga naik (BMM, Listrik, Air, 
Bahan Pokok dll) , Industri Nasional hancur, kekerasan dan pelanggaran HAM 
(konflik horizontal dan kekerasan aparat negera), KORUPSI dll. 
Akankah hal tersebut dibiarkan? Tentu Tidak!
Program-program alternatif sebagai solusi untuk keluar dari Krisis:
Program Kedaulatan :
1. Bubarkan CGI.
2. Bubarkan WTO.
3. Putus hubungan dengan IMF.
4. Hapus Utang LN lama, Tolak Utang LN Baru
5. Tolak antek-antek neoliberal 
Program Kerakyatan
1. Segala bentuk subsidi sosial yang menjadi kebutuhan dasar rakyat (energi, 
listrik, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan sarana produksi pertanian) 
adalah bersifat wajib dan pokok untuk dipertahankan. Kebijakan subsidi menjadi 
salah satu kunci bagi suksesnya Industrialisasi nasional.
2. Penghapusan dan atau Moratorium pembayaran hutang luar negeri dengan 
pembekuan bunga hutang sampai Rakyat sejahtera. 
3. Sita kekayaan koruptor dan alihkan sebagai modal pembangunan industri 
kerakyatan
4. Naikkan upah 100% dan hapus sistem buruh kontrak
5. Jaminan kesejahteraan dan berserikat bagi buruh
6. Tolak perpres 36/2005 dan sediakan tanah, modal serta tehnologi untuk petani 
penggarap
7. Sediakan Lapangan Pekerjaan
8. Pendidikan gratis dari SD hingga PT dengan kurikulum kerakyatan dalam rangka 
mewujudkan sarjana-sarjana kerakyatan yang ahli
9. Sarana kesehatan, pengobatan dan rawat inap gratis
10. Alihkan semua dana BLBI untuk kepentingan industri nasional
11. Kredit dengan bunga rendah untuk kepentingan produksi bukan konsumsi
12. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pembangunan industri nasional
13. Tinjau ulang seluruh kontrak dari investor asing di sektor pertambangan dan 
cabang-cabang industri strategis yang merugikan kepentingan Rakyat dan bagi 
kepentingan memajukan industri nasional.
14. Nasionalisasi asset asing dan re-nasionalisasi BUMN-BUMN yang di-divestasi
15. Semangat internasionalisme dengan menjalin kerjasama dengan Negara-negara 
dunia ketiga dalam bingkai anti-imperialisme
Program Gerakan Forum Keprihatinan Nasional:
§ Seluruh elemen gerakan rakyat (buruh, tani, nelayan, kaum miskin kota, 
perempuan, mahasiswa), LSM, ormas-ormas, partai politik progresif, 
ulama/agamawan, intelektual, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh gerakan/LSM 
dll. untuk bersatu membentuk Front Persatuan Perjuangan.
§ Seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu mendesakkan program kesejahteraan 
dan kedaulatan
§ Seluruh rakyat Indonesia membangun posko-posko kesejahteraan untuk menjadi 
pusat penanganan secara dini masalah kesejahteraan serta pusat wadah aksi, 
pendidikan politik, diskusi politik dan terbitan politik.

Sasaran yang diundang :
I. Tokoh-Tokoh Politik, Masyarakat, Parpol, ulama/agamawan, inteletual, 
gerakan/LSM dll:
Syafiie Maarif, Gus Dur, KH. Masdar Masud, Romo Beny Sutrisno, Dradjat Wibowo, 
Jacobus Mayong Padang, Hariman Siregar, Rizal Ramly, Aviliani, Ichsanudin 
Noorsy, Hendry Saparindi Dita Indah Sari, Iwan Dwie Laksono, Hendardi, Usman 
Hamid, Syaifullah Maksum, Faisal Helmy, Egy Sujana, Jumhur Hidayat, Muhaimin 
Iskandar, Nusyahbani K, Fajrul Rahman, Syaiful Bahri, Teten Masduki, Bini 
Buchori, Chalid Muhamad, Eros Djarot, Rachmawati S, Satya Arinanto, Emha Ainun 
Najib, Indra J. Piliang, Laode Ida Marwan, Romo Sandyawan S, Ario Bimo, Maria 
Hartiningsih, Rieke Diah P, Butet Kartadiredja, Iwan Fals, Syahrani, Pramoedya 
A. Toer, Hendardi, Jhonson P, Sholahuddin Wahid,  Karlina Leksono, Arbi Sanit, 
Taha Amami, Otto Syamsudin I, Budiman S, Hinu Sanoyo, Emy Hafid, Ifdal Kasim, 
Mukthar P, Yeni Gus Dur, Wimar Witoelar, Bonie Setiawan, Rusdy Marpaung, Ulil 
Abdar A, Joko Edy S. Debra Yatim, Marisa Haque, Franky Sahilatua, Bim-Bim 
Slank, Munarwan, Rama Pratama, Permadi SH, Sri Bintang P, Luky Djani.
II. Organisasi Massa dan Organisasi Gerakan Pro Demokrasi :
1. Bidang Mahasiswa (Min. 22 organisasi); PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, HMI MPO, 
GMNK, BEM sejabotabek, LMND,  FMN, LS ADI, organisasi mahasiswa lainnya. 
2. Bidang Pemuda (Min.10 Organisasi); Gerakan Pemuda Kerakyatan 
(GP-Kerakyatan), Laskar Pemuda Rakyat Miskin (LPRM), Komite Perjuangan Massa 
Rakyat (KPM),  GPK, organisasi pemuda lainnya. 
3. Bidang Buruh (Min. 10 Organisasi); Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia 
(FNPBI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Solidaritas Buruh (SB), 
Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI), Serikat Buruh Seluruh 
Indonesia (SBSI), ATVSI, dan serikat pekerja lainnya. 
4. Bidang Media (Minimal. 5 Organisasi); Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), 
Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (AJTI), Persatuan Wartawan Indonesia 
Reformasi (PWI-R), dan beberapa organisasi yang berkantor di Dewan Pers. 
5. Bidang Tani (Min.5 Organisasi); Serikat Tani Nasional (STN),AGRA, Aliansi 
Petani Indonesia, HKTI,Serikat Petani Pasundan, organisasi tani lainnya. 
6. Bidang Kaum Miskin Kota (Min. 5 Organisasi); Urban Poor Konsortium 
(UPC),Serikat rakyat Miskin Kota, Forum Komunikasi Masyarakat Jakarta,  Pawang, 
 dan jaringannya.
7. Partai Politik 6 partai besar pemenang pemilu, dan seluruh partai Baru 
8. Bidang Kajian Kebijakan/Study (Min. 5 Organisasi); Imparsial, Kontras dan 
jaringannya.
9. Bidang Advokasi Masyarakat (Min. 5 Organisasi); Elsam,dan jaringannya.
10. Bidang Perjuangan Perempuan (Min. 5 Organisasi); Kalyatanamitra dan 
jaringannya, Perempuan Mahardhika, Kelompok diskusi perempuan di kampus.
11. Bidang Budaya (Min. 5 Organisasi); Jaringan Kerja Budaya (JKB) dan 
jaringannya, Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) dan jaringannya. 
12. Bidang Legal (Min. 5 Organisasi); LBH-Jakarta, PBHI, LBH-Rakyat, SPR dan 
jaringan mereka.
13. Bidang Lingkungan (Min. 5 Organisasi); WALHI, Jatam, SKEPHI dan jaringannya.
14. Bidang Governance Watch (Min. 5 Organisasi); Police watch, Military Watch, 
Legislative watch dan jaringannya. 
15. Bidang Anti-Korupsi (Min.5 Organisasi); Indonesian Coruption Watch, Centre 
for Social Justice and Democrasi Studies (CeDSOS), SAMAK dan jaringannya.
 
 
Data-data :
Data Pendidikan :
Negara 1981 1985 1990 1996 1997 1998
Indonesia 1,25 % 1,46 % 0,97 % 0,67 % 0,74 % -
Korea Selatan 3,09 % 3,00 % 3,16 % 3,45 % 3,58% 3,96 %
Malaysia 6,10 % 5,60 % 5,70 % 5,06 % 4,69 % -
Filipina 1,16 % 1,88 % 3,11 % 3,44 % 3,92 % 3,98 %
Dari data di atas ini mengapa Indonesia yang paling sedikit dan selalu menurun 
setiap tahunnya, padahal negara Indonesia adalah negara yang mempunyai 
cita-cita mengembangkan pendidikan melalui wajib belajar sembilan tahun? Kalau 
anggaran dari APBN hanya dibawah 1%, mana bisa negara kita ini akan maju dan 
akan lebih berkembang bila anggaran yang disediakan sangat minim sekali? Bila 
pemerintah hanya memberikan dana yang begitu minim seperti itu, bagaimana nasib 
penerus bangsa kita yang seharusnya bersekolah dan mempunyai cita-cita untuk 
mengembangkan bangsanya sendiri? Mana bisa bila penerus bangsa tersebut tidak 
mendapatkan pendidikan sama sekali? 
Kalau bangsa kita ingin maju seharusnya pemerintah sudah melaksanakan program 
wajib belajar sembilan tahun, karena memang banyak anak-anak yang sangat 
membutuhkan dana tersebut. Anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah adalah 
salah satu tragedi dunia pendidikan. Di dunia persekolahan, guru adalah profesi 
terhormat dalam pidato kenegaraan di hari pendidikan. Sebagaimana nampak dalam 
tabel di atas, sebelum, sewaktu dan sesudah bunyi pidato sanjungan beberapa 
ribu rupiah dari gaji guru yang sangat kecil melayang untuk seremoni. Lewat 
pidato kenegaraan kita suka mengajar anak-anak kita agar berjuang bagi nusa dan 
bangsa. Tetapi ketika muncul anak-anak yang paling peduli terhadap masa depan 
bangsa, kita malah menyiksa dan menganiaya. Peradaban kita memang sedang mundur 
kezaman berburu. Dan manajemen tangan-besi telah memangkas tangkai masa depan 
anak-anak bangsa.
DampakKrisisTerhadapPendidikan
Dampak Korban Luasan Lingkup Wilayah
Jumlah anak putus sekolah meningkat Siswa SD & SLTP dari keluarga miskin 
Meningkat sdktnya 114% (dr 2,8 juta pada pelita VI menjd 6,0 juta siswa pd 
pelita VII) Indonesia
Program Wajib Belajar tak tercapai Anak-anak dr keluarga miskin 27,5% keluarga 
miskin Indonesia
Gedung-gedung SD Negeri, tak ada/krg dana utk perbaikan Siswa sekolah SD negeri 
33% (6.981 gedung) dr slrh gedung SDN di 35 dati II Jateng, 2 SDN di Bandung, 5 
SDN di Bogor, 100 SDN di Bekasi, 3.892 ruang SD Pontianak Jawa Tengah, Bandung, 
Bogor, Bekasi, Pontianak
Mahasiswa tdk mampu bayar SPP/tak melanjutkan kuliah Mahasiswa Sedikitnya 500 
mahasiswa ITS, 130 mahasiswa univ Andalas, 220 mahasiswa Undip, 2098 Mahasiswa 
Unhalu, 700 mahasiswa univ Sam Ratulangi Surabaya, Padang, Semaran, Sulawesi 
Tenggara/Kendari, Manado
Penerbit tak sanggup menerbitkan buku utk thn ajaran 1998/1999 Siswa SD, SLTP, 
SLTA, Mahasiswa - Indonesia
Guru-guru SD dipaksa (dg Ancaman) utk memberikan sumbangan sbsr Rp. 30.000-Rp 
100.000 utk perbaikan kntr Depdikbud Guru SD golongan I-IV Ratusan guru 
Ponorogo, Jawa Timur
Guru-guru Sd mulai Maret 1998 dipotong gajinnya sbsr Rp 10.000 utk Gerakan 
Cinta Tanah Air Guru SD Guru SD dipelbagai wilayah Dati II Jawa Tengah Jawa 
Tengah
SMU swasta tutup krn siswa tdk mampu bayar SPP Siswa, guru, karyawan 100 SMU 
Ujung Pandang/Makasar
Perusahaan penerbitan bangkrut akibat kenaikan harga kertas & kertas Koran yg 
mencapai 300% Siswa, mahasiswa, guru, karyawan & perusahaan penerbitan Hampir 
100% Indonesia
Sumber: Dokumentasi Tim Relawan untuk Kemanusiaan Febuari-Maret 1998 dan 
berbagai sumber. Sampel di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak kasus dalam 
dokumentasi. 
 
Data tambahan : 
1. PHK terhadap  200 buruh PT Didachi Makmur Abadi. PT Didachi Makmur Abadi 
adalah perusahaan yang memproduksi sejumlah sepatu ternama merk PUMA, NIKE dll. 
Sebelumnya juga terjadi persoalan dimana pengusaha hanya memberikan upah 400 
ribu, di bawah UMK tangerang yang nilainya sebesar 693.500. Lebih parah lagi 
selama bekerja buruh PT. Didachi tidak pernah mendapatkan upah penuh. Setiap 
bulan hanya ada cicilan pembayaran berkisar antara 50.000 – 100.000 rupiah, 
bahkan dalam 3 bulan terakhir para buruhnya sama sekali tidak menerima upah 
dari pengusaha PT. Didachi.
2. PHK terhadap 150 buruh dari PT Megaprima Persada Sakti. PT Megaprima Persada 
Sakti  adalah perusahaan yang berlokasi di Jalan Cacing, KM 3, Jakarta Timur. 
Perusahaan ini memproduksi palet konstruksi dan mendapatkan order dari 
perusahaan – perusahaan otomotif yang ada di Jabodetabek. PT Megaprima Persada 
Sakti menggunakan alasan sepi order, demi pembenaran melakukan lock out. Selama 
hampir 5 tahun, PT Megaprima Persada Sakti telah mengabaikan hak – hak normatif 
150 buruh yang bekerja di perusahaannya. Hak – hak buruh yang di langgar oleh 
pihak perusahaan adalah : Upah dibayar di bawah UMP sebesar 17 ribu dan 
beberapa sebesar 18 ribu rupiah, dan ini tanpa slip gaji. Hal ini terjadi 
selama perusahaan itu berdiri. Buruh paling lama kerjanya 7 tahun. Tidak adanya 
Jamsostek, buruh dikontrak bertahun-tahun, pemaksaan lembur,waktu  kerja lebih 
dari jam kerja dan tidak dihitung lembur, uang makan, uang transpot, gaji 
berkala, tidak disediakan alat keamanan kerja berupa kaca mata hitam
 untuk pelindung last, sepatu board, kaos tangan.
3. PHK terhadap 2500 buruh PT. Kasogi Tbk Surabaya. Tbk. PT Kasogi Tbk 
mengalami kebangkrutan seiring dengan hancurnya pemasaran hasil produksi sepatu 
nasional. Lelang PT. Kasogi Tbk yang gagal sejak kebangkrutannya  Juni 2004 
lalu, membuat buruh-buruh tersebut semakin menderita. Bahkan hingga sat ini, 
buruh-buruh tersebut masih belum mendapatkan Gaji dan pesangonnya sejak 9 bulan 
yang lalu. 
4. PHK terhadap 480 buruh PT. Elaine. PT. Elaine merupakan perusahaan yang 
memproduksi gaun pengantin. Pemilik perusahaan melarikan diri keluar negeri. 
5. Secara nasional rendahnya partisipasi pendidikan. Jumlah penduduk usia 
prasekolah (5 - 6 tahun) 8.259.200 yang baru tertampung 1.845.983 anak (22, 
35%). Penduduk usia sekolah dasar (7 - 12 tahun) 25.525.000, baru tertampung 
24.041.707 anak (94.19%). Jumlah usia SMP (13-15 tahun) 12.831.200, baru 
tertampung 7.630.760 anak (59,47%). Penduduk usia SMA (16 - 18 tahun) 
12.695.800, baru tertampung 4.818.575 anak (37,95%). Penduduk usia pendidikan 
tinggi (19 - 24 tahun) 24.738.600, baru tertampung 3.441.429 orang (13,91%).
6. Banyaknya guru/dosen yang belum memenuhi persyaratan kualifikasi. Guru TK 
sebanyak 137.069, yang sudah memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan 
kualifikasi pendidikannya baru 12.929 orang (9,43%). Sebanyak 1.234.927 guru SD 
yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 625.710 orang (50,67%), 
sedangkan 466.748 guru SMP, yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 
299.105 orang (64,08).
7. Banyak ruang kelas yang tidak layak untuk proses belajar. Ruang kelas TK 
yang jumlahnya 93.629, yang kondisinya masih baik 77.399 (82,67%), kelas SD 
(865.258), yang masih baik hanya 364.440 (42,12%). Ruang kelas SMP (187.480), 
yang masih baik 154.283 (82,29 %). Ruang kelas SMA (124.417) yang kondisinya 
masih baik 115.794 (93,07%).


                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke