Dari: Sinar Harapan http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/26/sh01.html Desakan ?Reshuffle? Kabinet Menguat Oleh Suradi/ Khomarul Hidayat/Sigit Wibowo
Jakarta ? Kinerja tim ekonomi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak dilantik Oktober 2004 hingga kini sangat mengecewakan. Rapor tim ekonomi itu sudah merah, sehingga sudah saatnya diganti atau di-reshuffle. Demikian kesimpulan pendapat beberapa sumber yang dihimpun SH secara terpisah, Jumat (26/8) pagi. Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung mengatakan, banyaknya usulan agar reshuffle tim ekonomi segera dilakukan, menyusul perkembangan perekonomian kita yang makin memburuk cukup beralasan, sebab kinerja tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu memang buruk. Pramono menjelaskan, selama hampir satu tahun ini tidak banyak perubahan di bidang ekonomi, bahkan cendrung mengalami penurunan. Ia tidak bisa membayangkan mengapa devisa kita menurun jauh dari Rp 37 triliun menjadi Rp 32 triliun, berkurang Rp 5 triliun atau sekitar 5 miliar dolar AS. Kebijakan ekonomi makro kita malah diwarnai kepentingan mikro jangka pendek seperti sektor riil, sehingga tidak banyak mengalami perubahan. Rencana pembangunan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, dan sempat dibanggakan, ternyata hanya retorika. Terakhir, perkembangan kurs dan suku bunga yang sangat mengkhawatirkan membuat Presiden mendatangi langsung Bank Indonesia. Ini membuktikan kepanikan pemerintah yang tak bisa menghadapi perubahan yang amat cepat di sektor moneter. ?Baru kali ini Presiden mendatangi langsung Bank Indonesia. Ini bukti pemerintah panik,? katanya. Desakan agar Presiden mengganti tim ekonominya juga disampaikan sejumlah pihak. Di antaranya ekonom UI Ninasapti Triaswati, ekonom Cides Umar Juoro, ekonom CSIS Pande Radja Silalahi, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro. Ketidakkompakan antarmenteri ekonomi dan ketidakmampuan menjabarkan visi ekonomi yang dijanjikan Presiden saat kampanye dulu, menjadi alasan pergantian tersebut. Alasan lain, tim ekonomi dinilai tidak mampu menciptakan stabilitas makro ekonomi. Menurut Ninasapti, kelemahan menonjol dari tim ekonomi sekarang ini adalah kemampuan menteri ekonomi dalam menjabarkan visi ekonomi Presiden Yudhoyono. Sejumlah kebijakan menteri ekonomi tidak sejalan dengan visi Presiden yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Presiden, lanjut Ninasapti, pada saat kampanye menjanjikan akan menurunkan pengangguran dari 10,1 persen menjadi 5,1 persen hingga 2009, kemiskinan akan ditekan dari 17,4 persen menjadi 8,2 persen. Pendapatan per kapita rakyat akan ditingkatkan 2 kali lipat dari US$ 968 menjadi US$ 1.731 pada 2009. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7,6 persen pada 2009 dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun 6,6 persen. ?Tetapi kita lihat menteri ekonomi tidak mampu mewujudkan keinginan Presiden tersebut dalam sebuah kebijakan ekonomi. Justru kebijakan kenaikan harga yang dipilih yang menyebabkan angka kemiskinan meningkat,? ujarnya. Menurut Ninasapti, Presiden harus memilih tim ekonomi yang bisa mendukung visi ekonomi Presiden. Jangan mempertahankan menteri ekonomi yang memiliki konflik kepentingan untuk kepentingan usahanya. ?Ini yang harus dihindari supaya tidak ada api dalam sekam di kabinet, sehingga keinginan Presiden untuk mensejahterakan rakyat bisa terwujud,? tambahnya. Umar Juoro menambahkan, sebetulnya ekonomi Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk berkembang ditandai dengan investasi yang sudah mulai masuk. Namun sayang stabilitas makro ekonomi tidak bisa terjaga dengan baik, sehingga kondisi ekonomi memburuk. Menurutnya, tim ekonomi memiliki kelemahan dalam mengantisipasi perubahan eksternal seperti meningkatnya harga minyak dunia, lemah dalam pengelolaan aset-aset produktif, dan dalam penyelesaian konflik bisnis. ?Penyebabnya adalah ketidakkompakan antarmenteri ekonomi. Koordinasi sangat lemah, saling lempar tanggung jawab. Nah, sebaiknya Presiden mengevaluasi kembali menteri-menterinya terutama di bidang ekonomi. Kalau tidak, kita bisa kehilangan kesempatan untuk bangkit kembali,? kata Umar. Kekompakan Umar mencontohkan, pada era Presiden Habibie, ekonomi Indonesia dihadapkan pada masalah yang hampir serupa. Rupiah pada waktu itu mencapai Rp 16.000 per US$. Tetapi kemudian dalam waktu singkat bisa diturunkan hingga di bawah Rp 10.000. Kuncinya pada waktu itu, kata Umar, adalah pilihan kebijakan yang berani, kebijakan yang tidak konvensional dengan menaikkan defisit anggaran dan memberikan porsi anggaran yang besar untuk jaring pengaman sosial. ?Kunci utama lainnya adalah kekompakan. Nah, dua hal ini yang tidak dimiliki tim ekonomi saat ini,? tandasnya. Sedangkan Ismed Hasan Putro mengatakan, Presiden harus segera me-reshuffle tim ekonomi karena terbukti tidak mampu mengatasi pelemahan rupiah. Pernyataan-pernyataan yang tidak memiliki kepekaan terhadap krisis telah menyebabkan kondisi perekonomian semakin memburuk. ?Ketidakpekaan mereka terhadap krisis ini terlihat dari pernyataan-pernyataan yang menganggap biasa pelemahan rupiah, dan rencana menaikkan kembali harga BBM,? katanya. Ekonom CSIS Pande Radja Silalahi juga menyatakan hal yang sama Presiden harus mengganti menteri-menteri ekonomi karena ketidakmampuan menjaga stabilitas makro ekonomi. Tim ekonomi juga dinilai tidak mampu membuat asumsi APBN yang masuk akal, sehingga pasar bereaksi negatif. Sementara, pendapat berbeda disampaikan Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga seorang pengusaha, Sutrisno Bachir. Menurut dia, persoalan di tim ekonomi kabinet bukan mereka harus diganti atau tidak, tapi semua itu terpulang pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri. Karena semua kebijakan ekonomi yang dilahirkan dari para tim ekonomi kabinet ini pasti sudah dikonsultasikan dan disetujui presiden. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

