Kemaren malam John Brogden memanggil press- corp karena dia akan memberikan 
pernyataannya soal kasus omongannya yang ngelantur 3 minggu yll.
Siapa John Brogden?, masa bodoh John Brogden! Kita tidak punya urusan sama 
orang yang bernama John Brogden. Kenapa urusan individu ini dibawa kemari, di 
sodorkan ke milis ini?
 
Perlu aku beritakan bahwa dalam achir tulisan nanti anda2 sekalian akan tahu 
apa yang tersirat dalam kasus individu yang bernama John Brogden ini.
 
John Brogden kemaren di muka press club, menyatakan bahwa dia resign dari 
pemimpin oposisi Liberal Party NSW Australia. Perlu apa pemimpin Aussie NSW 
berhenti koq dibawa kemari?
Kenapa dia sampai meletakkan jabatan pemimpin Liberal Party NSW itu punya 
dampak yang gede, bukan saja bagi dia sebagai individu tapi juga bagi 
party-nya. John Brogden masih termasuk muda baru 36 tahun, dan dia adalah 
harapan partai Liberal buat  masa2 yang akan datang. Sejak umur 17 tahun dia 
menggeluti perpolitikan di NSW sini. Satu "rising star" yang sedang memuncak 
bintangnya. Tapi apa lacur..........dia kesandung batu, salah ngomong dan 
memperleceh martabat istri bekas/mantan Premier Bob Carr yang baru resign 
sebulan yang lalu. Dalam pertemuan dimana banyak dihadiri banyak wartawan dia 
secara senda gurau bilang kalau istrinya Bob Carr itu adalah "mail order 
bride".Memang Helena Carr (istri Bob Carr) ini orang dan berasal dari Malaysia. 
Tapi Helena itu sudah 40 tahun tinggal di sini dan adalah seorang ceo dari 
sebuah perusahaan yang successful. Setelah itu senda guraunya berkelanjutan dan 
main cubit sana sini bokong wartawan perempuan. Berita ini sampai di muat dalam 
news dan
 achirnya mungkin karena merasa malu atau, apakah ini karena political 
correctness ataukah social tyranny, sehingga John Brogden si rising star-nya 
Liberal Party cabut dari kepemimpinan partai dan meminta maaf secara tulus, 
tidak saja secara pribadi kepada orang2 yang kena "sentuhannya" bahkan di muka 
publikum dia minta maaf se-besar2nya. 
Suatu preseden yang memang sudah membudaya di tanah kapirun seperti Australia 
ini. Pemimpin yang tidak respektabel baik moral maupun integritasnya harus 
mundur, kalau tidak akan di "paksa" mundur oleh kekuatan sosial yang menjaga 
bahwa aturan main harus dihormati. Orang tidak bisa se-enaknya main kayu with 
impunity. Semua ada akibatnya.
 
Bagaimana dengan keadaan di tanah air yang tercinta? Boro2 mundur, lha 
ketangkap basah nyolong saja masih jadi pemimpin koq, asal barang curian 
dikembali-in , ....the matter is closed! Contohnya AT si buto terong itu kan? 
Repotnya kita ini hidup di "lautan" ke-religiusan, tapi yang ngurusin perkara 
religiusan kita... ini malahan korupnya yang ngak ketulungan. Sampai2 saat ini 
sedang gempar2nya royokan lahan dan domba2 sampai ada penutupan, pembakaran ini 
itu, yang tujuannya untuk me....religiuskan .....bangsa....,..ngak tahunya 
moral kita tetap saja deldel duwel.
 
Itulah "moral behind the story"-nya John Brogden yang ketelanjur main kayu 
tanpa memikirkan bahwa aturan main dan transparansi semua tindakan politisi itu 
harus diketengahkan untuk rakyat bisa mengukur apakah politisi ini punya 
martabat atau tidak. Tanpa patokan sosial control dan hukum orang akan main 
kayu se-enaknya sendiri. 
 
Ini cuman satu contoh dimana seseorang kesandung omongan yang koar2 tanpa 
dipikirkan akibatnya. Setahun dua tahun yang lalu ada tuh seorang anggota DPR 
federal sampai berusaha mau bunuh diri karena me-nyengkelit duit dalam jumlah 
kecil,cuman ongkos2 hotel yang cuman beberapa ribu dollar saja. Ketahuan dan 
dimintai pertanggungan jawab.....malu....achirnya ngambil jalan pendek.....mau 
bunuh diri, yang mujur ketahuan dan dibawa ke RS masuk ruang emergency.
 
Apakah kita masih punya rasa malu?  Mana tuh urusan pak pul yang punya duit 
m-m-an? Koq ngak ada kelanjutannya sih?Koq aku malu punya duit m-m-an tapi 
rakyat kecil menderita busung lapar. Kenapa ngak malu ya "pemimpin" kita yang 
nota  bene banyak tuh yang religius banget. Astaga! Itulah yang bisa aku 
katakan!
 
Harry Adinegara.
 
 

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke