Mas Rono, Saya kira hal yang tetap perlu dijaga adalah sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya. Karena sehebat apapun manusia itu akan punya kelebihan dan kekurangan. Dalam artikel lain kita bisa baca bahwa gagasan/ide Alm. sendiri jelas terbuka untuk dikritisi.
Tapi memang budaya di sini biasanya orang akan berlomba" membahas kebaikan orang yang sudah meninggal. Sehingga yang meninggal ini kesannya tidak boleh dibahas kekurangannya. Satu hal kecil lainnya, saya rasa istilah bermusyawarah kan sudah lama dikumandangkan. Bukan baru saja diungkapkan belakangan ini.. :-) CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ------ Pada tanggal 9/4/05, Rono Widagdo <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Menyejukkan. > > Semoga berlanjut dengan bukti2 kedamaian dan saling pengertian seperti itu. > Selama ini memang terkesan adanya kedangkalan2 tertentu, baik dalam sikap > antar agama, yg tentu saja bersumber dari pemahaman yg dangkal pula. > > Saya kehilangan besar atas kepergian Cak Nur, seorang (selain Gus Dur) yg > dapat diharapkan peran sertanya dalam kerukunan beragama. > > Agama Islam kalo didalami secara tersurat, khususnya surah2 Madaniyah, > menghasilkan sikap yg menuntut disiplin mutlak bahkan keras. Tetapi kalau > surah2 Makiyah mengutamakan yg tersirat, filosofis dan sangat humanis dan > inilah sumber ilmu tasawuf. Pemahaman Islam pada tingkat hakekat / tasawuf > ternyata paralel dengan pemahaman tingkat tinggi pada agama lain, baik > Yahudi, Kriten, Katolik, Hindu, Budha. > > Bahwa hidup bukan hanya di dunia ini, bahwa penguasa tertinggi dalam hidup > ini adalah satu dengan nama berbeda: Allah, Tuhan sang Bapa, Sang Hyang > Widhi, Tao ! Juga pengalaman2 spiritual ternyata menunjukkan kesamaan yg > persis, baikpun melalui orang dengan agama yg berbeda. > > Setahu saya tokoh Islam yg memahami pemaknaan ini hanya Cak Nur, Gus Dur, > mungkin Cak Nun atau Kyai Mustafa Bisri, dan juga dulu HAMKA almarhum. > > Kalau tokoh Islam yg lainnya mungkin juga sudah setinggi itu tingkatnya, > hanya saja saya belum pernah baca bukti tulisan2nya atau ceramahnya. > > Saya hanya sarankan, supaya semua tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, > bahkan Buda dan Hindu, di samping suka menghidupkan kebudayaan berdialog > (bermusyawarah sprt ungkap SBY) antar agama, dan juga lebih membekali diri > dengan seluas2 ilmu. > > Dan untuk itu (termasuk pimpinan MUI) sudilah membuka cendela kedalaman agama > lain bukan untuk dibandingkan mana kejelekannya, tetapi justru karena hanya > di dalam Islam dinyatakan bahwa wahyu yg di bawa Nabi SAW adalah rahmatin lil > alamien, rahmat bagi sekalian alam, bukan pamer diri "aku" lah yang paling > benar, apalagi bertindak anarkis main hakim sendiri, sungguh mempermalukan > orang Islam sendiri. Islam bukanlah agama liar. > > Bahwa agama Islam membenarkan wahyu2 yg dibawa nabi terdahulu, bahwa nabi > Ibrahim as(yang hidup ribuan tahun sebelum nabi Muhammad SAW) itu juga > beragama Islam ( islam = pasrah bah. Arab). Disini perlu dimaknai apa arti > kata islam yg sesungguhnya. > > Saya beruntung selama lima tahun ikut pengajian cak Nur. Begitu banyak ustadz > diundang gratis untuk pendalaman2 seperti itu, tetapi banyak juga yang > menolak dengan congkak, merasa lebih pinter semata2 karena hapal luar kepala > Al Qur'an, padahal congkak dan sombong adalah salah satu yang dibenci oelh > Allah swt. > > laa ilaaha illaa 'hu rrahman nu rrahim > RW > > HKSIS <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://kompas.com/kompas-cetak/0509/04/nasional/2020894.htm > Minggu, 04 September 2005 > > > Rohaniwan Katolik dan Protestan Temui FPI > Jalan Kaki Damai dari Bundaran HI ke Monas > > > Jakarta, Kompas - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Al-Habib Muhammad > Rizieq Syihab (Habib Rizieq) menyambut baik permintaan Presiden Susilo > Bambang Yudhoyono agar umat Islam mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian > setiap perbedaan di masyarakat. > > Hal itu disampaikan Habib usai menerima kunjungan sejumlah tokoh agama > Kristen dan Katolik, Sabtu (3/9), di kediamannya di Jalan Petamburan III, > Jakarta Pusat. Akan tetapi, Habib meminta pemerintah terlebih dahulu bersikap > tegas menegakkan aturan hukum. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

