Info ttg US Air force ini bukannya udah berpuluh tahun yg lalu.
Di kempusnya sono, ruang ibadah ya cuma gereja doang.  :D

Gak usah jauh jauh, di SMA saya aja jilbab sekarang gak boleh lagi,
setelah pemberlakuan "boleh pake jilbab" selama 5 tahun kemarin.

Menurut saya, eker ekeran agama semacam inilah yang justru
menimbulkan ekstrimisme di kemudian hari.  mau ibadah aja kok
dibikin susah atau bahkan dipaksa paksa, orang yg mengalami ini
di masa lalunya, akanmenjadi fundamentalis di masa dewasanya.

Teman SMA saya banyak yg ikut pengajian dan jadi fundies, 
silakan sebut harokah mana saja, pasti ada membernya, bahkan 
ada yg mati di Ambon, ada yg jaulah ke afsel dan India.  
Di sisi lain, yg jadi pendeta dan penyebar kristen pun ada, 
militer yg ikutan peristiwa semanggi dan tembak 
tembakan di tempat tengku bantaqiyah juga ada.

Di sisi lain, di jaman aku kuliah aku juga ketemu mantan
santriwati yg jadi anak gaul, ngerokok di mana mana, MBA,
gaul gak jelas.  Ada pula yg convert ke agama lain karena
simpati pada agama itu, menemukan mata air yg tidak 
ditemukan di agama awalnya.  Ada anak kyai besar yg
udah dijodohin dari kecil.  Ketemu kenalan baru, pacaran 
sampai bobok bobok di kosannya si cowok [ ya gue tahu
soale si cowok temen baik gue], kalo sabtu dijemput pulang
ke pesantren sambil si Ning [ sebutan buat anak kyai] ini di 
cium tangannya ama santri ndalem yg tugas njemput pake mobil.
Ketika dia akhirnya married ama cowok yg dijodohin ortu, 
temen gue protes sampai kirim surat dan foto fotonya, akhirnya
si bokap yang kyai mati mereras, si santriwati dengan temen gue
pun putus selamanya, karena doi gak rela keluarganya sedih 
tahu perilakunya dulu.  Hwarakadaaaahhhh ....

Tapi apa hal hal semacam ini perlu dibanggakan ???

Ya, jelas enggak dong.  Dan hal itu disebabkan karena
kehausan dan kerinduan pada yg namanya agama dan 
kebebasan melakukannya, dilaksanakan dengan cara dibatas 
batasi, dilarang atau justru dipaksa paksa.


salam,
Ari Condro

----- Original Message ----- 
From: "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]>

Seperti diungkapkan oleh artikel di bawah
ini (Wahington Pos, juga CNN dll ),
beberapa bulan yang lalu muncul berita di
berbagai media mengenai keluhan suasana
intoleransi beragama di Akademi Angkatan Udara
Amerika. Saya membayangkan, situasi seperti itu
sangat sulit dibayangkan terjadi di tubuh organisasi
seperti TNI (Tentara Nasional Indonesia).






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke