heheheeee.. lucu banget..

-----Original Message-----
From: irwank [mailto:[EMAIL PROTECTED]


Elang kecil, sebenarnya kamu anak MUI atau Elang besar sih? :-p
Kapan kamu mau jadi Elang besar? Kalau sudah besar mau ngapain?

Wassalam,

Irwan.K

-----
Pada tanggal 9/6/05, elang kecil <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> kamu MUI?
> 
> --- "sangkakala ." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Pluralisme berbingkai Sekuler dalam sorga Liberal..
> >
> > Fatwa MUI yg mengharamkan Pluralisme, sekuler dan
> > liberalisme adalah wujud dari kepedulian Ulama
> > menyikapi perkembangan agama terkhusus Islam yg
> > dalam
> > pergerakan organismenya terlihat menyimpang dari
> > syariah.. Gerakan ahmadiyah yg mengklaim dirinya
> > Islam, juga Sholat berbahasa Indonesia dan yg
> > fenomenal adalah kemunculan Jaringan Islam Liberal(
> > JIL ) yg kontroversial dgn mainstream utama yaitu
> > keberagaman penafsiran agama selaku sunnatullah .
> > Dan setelah era Reformasi yg menghumbalangkan semua
> > orang pada keadaan yg jauh dari sistem semula yg
> > otoritatif sentralistik dgn Jakarta selaku sentra
> > Kekuasaan Ordebaru yg represif menekan setiap bentuk
> > penentangan terhadap kekuasaan.. Lalu muncullah
> > kekuatan sekuler Liberal bangkit mempertontonkan
> > jati
> > dirinya juga barangkali kemaluannya. Dan semaraklah
> > kehidupan dgn keberagaman yg plural dan dipandang
> > sebuah keniscayaan yg wajar dalam alam Demokrasi
> > Tetapi jika kita pahami, yg terjadi hanyalah
> > kemunculan kekuatan inovasi dalam sikap pikir semata
> > yg melihat satu hal secara beragam dan terwujud
> > dalam
> > sikap yg berbeda sesuai dgn konteks Liberal bebas
> > ekspresi dalam hukum Human Right kreasi barat . maka
> > Keberagaman dipandang adalah bagian dari hak Asasi
> > Manusia yg jika dilanggar berarti menentang
> > globalisasi nilai-nilai sekuler Liberal..
> >
> > Akan tetapi jika ditilik dari naluri manusia
> > semenjak
> > munculnya manusia 35000 thn yg lalu, terlihat
> > ketiadaan pola hidup yg teratur dalam sebuah sistem
> > masyarakat, toh dunia ini didiami ribuan ethnik dgn
> > pola adat dan budaya beragam dan tak sama yg jika
> > dikelompokkan kita tetap sukar untuk
> > mengklasifikasikan dalam kelompok mana sebuah
> > ethnik,walau diakui juga setiap communitas
> > mempengaruhi komunitas lainnya dalam berbudaya dan
> > berperilaku.. Kita dapat saksikan budaya ras Afrika
> > tentu amat jauh beda dgn budayanya ras asia Timur yg
> > Mongoloid.. atau ras melayu beda jauh dgn ras Eropa
> > kaukasia dari segi budaya dan kebiasaan.. Dan
> > apalagi
> > jika kita bandingkan kelompok ras Arab dgn ras
> > Indian
> > misalkan, juga sukar untuk diambil kesamaan.
> > Jadi sepertinya kita memang sejak awal munculnya
> > Human
> > adalah plural dan beragam. Lalu datang agama baik
> > itu
> > Hindu, Kristen, Konghucu dan Islam yg berupaya
> > menyeragamkan yg plural itu… disini sikap pikir
> > agama
> > menjadi bentrok dgn naluri keberagaman sejarah umat
> > manusia. Agama berupaya menyatukan manusia dalam
> > sebuah identitas bathiniah dan lahiriah juga pola
> > pikir..
> >
> > Dan munculah sikap otoritatif agamawan yg merasa
> > punya
> > tanggung jawab meluruskan umat yg beragam dimana
> > pluralisme adalah bagian dari sekulerisme berbungkus
> > Liberalisme bebas.. Jka kita punya keyakinan liberal
> > maka plural beragam adalah kewajaran dan identitas ,
> > juga sekuler yg berupaya memisahkan agama dgn
> > kehidupan bernegara adalah mesti dan harus.. Saya
> > menilai pola liberal semacam ini adalah pola
> > masyarakat tanpa pola yg bergerak sesuai ekspresi
> > diri
> > yg naluriah semata.. Artinya kita lebih dipandang
> > manusia primitif lama yg memoderenkan diri dalam
> > sikap
> > bebas.. manusia primitif beragam gaya hidup dalam
> > baju
> > millenium modern tidak lebih dari manusia kuno yg
> > mensistematiskan pola hidup.
> > Disinilah dilema yg dipikul yaitu Liberalisme
> > sesugguhnya pada hakekatnya adalah sistem primitif
> > kuno model manusia awal yg terpola menjadi
> > sistematis
> > alam modern.. contoh sederhana dimana Bikini adalah
> > model lama masyarakat primitif yg dikemas menjadi
> > modern dgn pola two piece, atau spekulasi
> > untung-untungan dikemas dalam bangunan-bangunan
> > kasino
> > dan rumah judi juga pasar modal penuh spekulasi
> > untung
> > rugi yg sebetulnya adalah nilai primitif yg
> > dilegalkan
> > dan dimoderenkan dgn Hukum-hukum yg sah dan legal..
> > Termasuk disini juga pemujaan manusia selaku bagian
> > dari keprimitifan yg terwujud dalam bentuk
> > pengidolaan
> > dan kegilaan pada bintang film, penyanyi,
> > olahragawan,
> > tokoh politik dan bahkan juga para kharismatis
> > agamawan.
> >  Dan kegilaan pada materi juga sebetulnya adalah
> > bagian dari keprimitifan hidup yg terwujud dalam
> > sistem kapitalisme Neoliberal yg berpola untung
> > besar
> > demi pemuasan materi keberlimpahan dan keinginan
> > memenuhi kepuasan optimal, semacam impian primitif
> > yg
> > tersalur dalam sebuah sistem global demi pemenuhan
> > hasrat primitif akan materi, sementara sistem
> > reproduksi semacam sexuality bebas suka sama suka
> > antar jenis adalah bagian dunia modern yg sebetulnya
> > adalah sisa-sisa keprimitifan hidup yg dilegalkan
> > dalam hukum sekuler..  Dan hasrat akan kekuasaan
> > primitif dapat tersalur dalam sistem politik yg
> > dibangun secara canggih berdasar suara terbanyak
> > cara
> > Demokrasi dan keprimitifan lainnya yaitu power
> > negara
> > mutlak bisa terwujud lewat sistem otoritarianisme
> > totaliter komunisme sentralistik..
> >
> > Jadi kalau ditanya apakah kita memoderenkan dunia
> > gemerlap penuh materi??? Saya kira TIDAK!!!.. KITA
> > HANYA MEMODERNKAN NILAI-NILAI PRIMITIF KITA dan
> > sistem
> > sekuler liberal plural memberi kesempatan bagi kita
> > untuk bisa memoderenkan naluri primitif yg tersimpan
> > dalam simpul-simpul saraf kita… Dan jika anda memuja
> > sistem ini yg diusung Lembaga Liberal, masy Liberal,
> >
> > LSM Liberal, komunitas kapitalist neoliberal dan
> > sebangsanya, saya ucapkan selamat:
> >
> > SELAMAT MEMODERNKAN KEPRIMITIFAN ANDA!
> >
> >
> > Sang


 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke