Justru definisi atau pengertian Anda tentang
"kemapanan" itu yang saya pertanyakan (saya belum
bilang bahwa definisi Anda itu "benar" atau "salah."
Saya hanya minta Anda berpikir kembali...)

Dalam skala global, misalnya, tolong jawab: Mana yang
lebih mapan? Nilai-nilai "Islami" seperti yang
dipahami dan didukung oleh MUI, ataukah justru
nilai-nilai liberalisme dan sekularisme yang didukung
oleh negara-negara superpower dengan media massa dan
globalisasi kekuatan finansial kapitalismenya yang
menggurita lewat Bank Dunia, IMF, dll...???? Ideologi
mana yang paling kuat dan menguasai dunia saat ini?

Siapa yang lebih mapan? Siapa yang lebih kuat? Siapa
yang lebih dominan di dunia saat ini???? Kalau kita
secara jernih bisa menjawab pertanyaan ini, maka
definisi "kebenaran yang melawan kemapanan" itu akan
mendapat pemahaman baru....

Kita tidak bisa secara naif melupakan gemerincing
dollar, poundsterling dan gulden, karena BUKANLAH
SUATU KEBETULAN pemilik kekuatan dollar, poundsterling
dan gulden itu mendukung nilai-nilai tertentu dan
menentang nilai-nilai tertentu yang lain... It is part
of the game!

Notes: 
Penggunaan "VS" pada pernyataan Anda (seperti: gulden
"VS" snouck hurgronje) tidak tepat, karena seharusnya
Hurgronje --ketika masuk ke Aceh untuk mencari
kelemahan para pejuang Aceh-- justru didukung oleh
gulden (baca: VOC/ kapitalisme Belanda).




--- Samudjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pemikiran-pemikiran yang lebih mendekati kebenaran
> selalu akan datang
> merombak kemapanan
> Setelah Nabi Muhammad kebenaran tidak akan datang
> melalui seorang nabi.
> Terutama karena Allah menganggap manusia sudah cukup
> terpelajar untuk bisa
> membedakan mana yang benar dan mana yang bathil
> Menyadari keterpurukan umat Islam selama beberapa
> abad terakhir, semestinya
> harus ada interpretasi yang baru terhadap AlQuran
> dan Sunnah, harus lebih
> benar dari yang lama.
> Kita lupakan dulu gemerincing dollar dibalik itu.
> Siapa tahu mereka berkata benar. Atau seperti
> PoundsterlingVS Ahmadiyah,
> Gulden VS SnouckHugronye.
> WaLlahu a'lam,
> Samudjo
> ----- Original Message -----
> From: "Satrio Arismunandar"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Tuesday, September 06, 2005 1:39 PM
> Subject: Re: [ppiindia] KRONOLOGI TUNTUTAN
> PEMBUBARAN KOMUNITAS UTAN KAYU
> 
> 
> > Jadi penasaran....:
> >
> > 1. Apakah kebenaran bisa diringkas dalam 1 - 2
> > paragraf?
> >
> > 2. Mapan dalam ukuran apa? Dari segi jumlah orang,
> > massa Utan Kayu anti-JIL lebih besar daripada
> anggota
> > JIL. Dari segi dukungan dana, JIL yang didukung
> Asia
> > Foundation dengan US dollar-nya ya lebih mapan.
> >
> >
> > --- Samudjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > > Pembawa risalah kebenaran selalu mendapatkan
> > > tantangan yang besar dari
> > > golongan mapan.
> > > Tapi, karena yakin akan pendiriannya mereka
> tidak
> > > akan pernah gentar
> > > menghadapi yang demikian itu
> > > Sebagai orang awam, saya ingin mengetahui
> kebenaran
> > > apa sih yang kalian
> > > demikian gigih pertahankan.
> > > Bisakah disingkat menjadi satu atau dua
> paragraph
> > > saja.
> > > Salam,
> > > Samudjo
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "---=GuN=--" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Tuesday, September 06, 2005 11:50 AM
> > > Subject: [ppiindia] KRONOLOGI TUNTUTAN
> PEMBUBARAN
> > > KOMUNITAS UTAN KAYU
> > >
> > >
> > > > KRONOLOGI TUNTUTAN PEMBUBARAN KOMUNITAS UTAN
> KAYU
> > > >
> > > > Minggu malam (4/09/05), sekelompok orang yang
> > > > mengatasnamakan Forum Umat Islam Utan Kayu
> > > > menyampaikan pernyataan sikap atas keberadaan
> > > Radio
> > > > 68h, Jaringan Islam Liberal dan Komunitas Utan
> > > Kayu.
> > > > Bertempat di Kedai Utan Kayu, malam itu
> berkumpul
> > > > Camat Matraman, Kapolsek dan Danramil, ketua
> RW
> > > > sekitar serta sejumlah warga. Pertemuan,
> > > difasilitasi
> > > > oleh Radio 68h untuk mengklarifikasi beberapa
> isu
> > > > negatif yang berkembang diantara segelintir
> warga
> > > > sekitar Utan Kayu, terutama menyangkut
> keberadaan
> > > JIL,
> > > > Radio 68h dan  Komunitas Utan Kayu.
> > > >
> > > > Sesaat sebelum pertemuan dimulai, sekitar
> 30-an
> > > orang
> > > > yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Utan
> Kayu
> > > > menggelar demonstrasi.  Intinya, mereka
> mendesak
> > > > Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika)
> Matraman
> > > untuk
> > > > membubarkan Radio 68h, JIL dan Komunitas Utan
> Kayu
> > > > yang terdiri dari Institut Studi Arus
> Informasi,
> > > toko
> > > > buku Kalam, Galeri Lontar dan Teater Utan
> Kayu,
> > > karena
> > > > dianggap meresahkan. Mereka membawa spanduk
> > > > bertuliskan; "Kami Mendukung Fatwa MUI dan
> > > mendesak
> > > > MUSPIKA Matraman untuk Mengusir JIL dan
> > > > antek-anteknya", "JIL Haram, Darah Ulil
> Halal",
> > > dan
> > > > beberapa tulisan lainnya. Mereka mendasarkan
> > > tuntutan
> > > > itu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia yang
> > > > mengharamkan umat Islam untuk mengikuti faham
> > > > liberalisme, pluralisme dan sekularisme.
> > > >
> > > > Pertemuan dibuka oleh Camat Matraman Khairil
> > > > Astrapradja, yang meminta warga tetap tenang
> dan
> > > > mengedepankan dialog untuk memecahkan masalah.
> > > Camat
> > > > juga mengingatkan warga untuk tidak terpancing
> > > oleh
> > > > kehadiran orang luar yang ingin mengacaukan
> > > wilayah
> > > > Utan Kayu.
> > > >
> > > > Kesempatan kedua diberikan kepada Direktur
> Program
> > > > Radio 68h Heru Hendratmoko, yang menjelaskan
> > > posisi
> > > > 68h dan kaitannya dengan JIL. Ia menjelaskan
> soal
> > > > sejarah Komunitas Utan Kayu yang selama ini
> > > > memperjuangkan isu kebebasan berpendapat.
> > > Berikutnya
> > > > Nong Darol Mahmada dari JIL menjelaskan soal
> > > aktifitas
> > > > organisasinya. Ketika baru selesai 
> memperkenalkan
> > > > tujuh pengurus JIL, suara Nong langsung
> dipotong
> > > oleh
> > > > Syafrudin Tanjung yang mengaku sebagai imam
> mesjid
> > > Al
> > > > Muslimin. Ia mengatakan, dirinya diundang
> untuk
> > > > silaturrahmi oleh radio 68h, bukan untuk
> mendengar
> > > > klarifikasi JIL. Intinya, ia menolak pertemuan
> > > malam
> > > > itu dijadikan ajang dialog soal JIL. Intinya,
> ia
> > > > menolak berdialog tentang JIL meskipun
> beberapa
> > > warga
> > > > sebetulnya ingin mendengar klarifikasi
> tersebut.
> > > > Akhirnya, pertemuan malam itu berakhir tanpa
> > > > kesepakatan apapun.
> > > >
> > > > Namun beberapa warga menegaskan, mereka tak
> > > mendukung
> > > > tuntutan Forum Umat Islam Utan Kayu. Ketua RW
> 05
> > > Utan
> > > > Kayu Utara Syamsul Alam mengatakan, selama ini
> > > warga
> > > > tak keberatan dengan kehadiran Komunitas Utan
> > > Kayu.
> > > > Justru ia menyorot soal kehadiran pihak luar
> yang
> > > > bermaksud memprovokasi warga.
> > > >
> > > > Senin malam (5/09/05), Syafrudin Tanjung
> kembali
> > > > datang ke Komunitas Utan Kayu. Kali ini
> bersama
> > > > Kapolsek dan Danramil. Ia datang dengan
> tawaran
> > > baru :
> > > > Radio 68h boleh tetap mengudara, tapi JIL
> harus
> > > bubar.
> > > > Kalau dituruti, ia berjanji Komunitas Utan
> Kayu
> > > tak
> > > > akan diserang oleh FPI.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > KOMUNITAS UTAN KAYU
> > > >
> 
=== message truncated ===



        
                
______________________________________________________
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke