Untuk berita anggota DPR ditanyai BK DPR namanya disebut jelas.
Untuk yang ini pake inisial.. ada apa denganmu..
eh sumber dan situs berita.. :-p

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

-------
http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/31/time/234820/idnews/433126/idkanal/10

Pimpinan DPR Serahkan Penanganan 'Calo' ke BK DPR
Anton Aliabbas - detikcom

Jakarta - Rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi 
memutuskan untuk menyerahkan penanganan kasus dugaan praktek 
'calo' di Panitia Anggaran DPR ke Badan Kehormatan (BK) DPR. 
Selanjutnya BK DPR akan melaporkan hasilnya ke pimpinan DPR.

"Langkah ini diambil untuk membangun citra DPR," kata Ketua DPR 
Agung Laksono usai rapat konsultasi pimpinan DPR dengan 
pimpinan fraksi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu 
(31/8/2005).

Ketika ditanya apakah rapat meminta BK memeriksa nama-nama 
yang disebut-sebut sebagai calo, Agung menyatakan semuanya 
diserahkan kepada BK DPR. "Kita jangan bertindak atas rumor 
semata. Isu ini harus segera diklarifikasi," katanya.

Dugaan praktek percaloan terungkap dalam dokumen yang ditemukan 
Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) yang menunjukkan adanya 
dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sebesar 
Rp 609 miliar dan didistribusikan ke 174 kabupaten/kota 
di 30 provinsi.

Dalam dokumen itu terungkap dana tersebut dikawal dan 
dikoordinir oknum tertentu, baik di lingkungan dewan maupun 
di luar lembaga DPR. Ada 32 nama. Mereka yang anggota DPR 
diperkirakan ada 8 orang, berinisial B, N, AY, EM, M, C, TL, 
dan AF. (gtp)

http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/09/tgl/07/time/16654/idnews/436982/idkanal/10

Ungkap Praktek Calo DPR, Darus Agap Dipanggil BK Malam Ini
Anton Aliabbas - detikcom

Jakarta - Dugaan adanya praktek calo di DPR benar-benar diseriusi 
Badan Kehormatan (BK) DPR. Sang pengungkap, Darus Agap, akan 
dimintai keterangan Rabu malam ini.

"Kita ingin meminta keterangan lebih lengkap, sehingga hal itu 
bisa membantu kami memperlancar penyelidikan," kata Ketua BK DPR 
Slamet Effendy Yusuf di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, 
Rabu (7/9/2005).

Pemeriksaan terhadap Darus Agap, anggota Fraksi Bintang Pelopor 
Demokrasi (FBPD) ini, akan dilakukan di Gedung DPR pukul 19.30 WIB.

"Setelah diperoleh keterangan, baru kemudian kami akan mencari 
prioritas mana yang akan dimintai keterangan terlebih dulu," 
tutur Slamet.

Meski demikian BK meminta agar proses penggunaan hak bujeting 
yang dilakukan Panitia Anggaran DPR, yang beberapa anggotanya 
diduga terlibat praktek calo, bisa berlangsung transparan.

"Jadi kita bisa melihat jelas bagaimana anggaran-anggaran tersebut 
bisa disalurkan," ujar Slamet.

Selain Darus Agap, BK juga akan menjadwalkan pemanggilan sejumlah 
nama anggota DPR yang disebut-sebut terkait dugaan praktek calo.

"Mereka sangat penting untuk diklarifikasi, karena beberapa anggota 
DPR yang saya temui juga meminta agar masalah seperti ini diakhiri," 
kata Slamet.

BK mempersilakan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin 
menindaklanjuti dugaan adanya praktek calo di DPR.

"Tapi kalau kami bekerja sama dengan KPK, kelihatannya sulit, 
karena nanti kami malah akan terlihat menuduh mereka, karena 
kami kewenangannya tidak sejauh itu," jelas Slamet.

Darus Agap dalam rapat paripurna DPR Senin 29 Agustus lalu 
mengungkapkan secara terbuka kepada Ketua DPR Agung Laksono 
bahwa sejumlah anggota dewan diduga terlibat praktek percaloan.

Disebutkan Darus Agap, FBPD menemukan dokumen yang menunjukkan 
adanya dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 
sebesar Rp 609 miliar dan didistribusikan ke 174 kabupaten/kota 
di 30 provinsi.

Dana bantuan bencana itu akan dikawal dan dikoordinir oknum 
tertentu, baik dari DPR maupun di luar DPR. Ada 32 nama. 
Mereka yang anggota DPR diperkirakan ada 8 orang, berinisial 
B, N, AY, EM, M, C, TL, dan AF. Ada juga yang hanya mencantumkan 
jabatan, seperti Kadis PU, bupati, walikota, Kadin, 
Set Panitia Anggaran, BPD.

FBPD meminta pimpinan DPR membersihkan DPR dari calo dan preman 
berdasi yang bergentayangan untuk menjaga citra dewan. 
BK dan KPK juga diharapkan menyelidiki kasus ini. (sss)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke