terimakasih untuk rekan yang telah
mengirimkan artikel dari detik.com ini

Ini mungkin juga dapat digolongkan 
sebagai informasi yang nilai entropinya 
tinggi, let say 0.75 - 0.85    :)

===( IM) ================================


<http://jkt2.detiknews.com/indexfr.php?
url=http://jkt2.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/09
/tgl/07/time/194014/idnews/437139/idkanal/10>

=============================================================
Halaqah PBNU Rekomendasikan Pemerintah Resmi Larang Ahmadiyah
=============================================================

Muhammad Nur Hayid - detikNews

Jakarta - Halaqah Nasional PBNU merekomendasikan agar pemerintah
melarang aliran Ahmadiyah secara resmi karena dinilai sesat dan
bertentangan dengan ajaran Islam.

"Kita minta pemerintah melarang ini. Dalam perdebatan tadi, 
tidak satu pun yang membela Ahmadiyah itu benar dan sesuai 
dengan ajaran Islam," kata ketua panitia M Cholil Nafis dalam 
jumpa pers di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu 
(7/9/2005).

Namun mereka juga meminta pemerintah melindungi para pengikut
Ahmadiyah untuk tetap tinggal di Indonesia.

Halaqah Nasional PBNU menghasilkan beberapa kesimpulan, meskipun
bukanlah keputusan resmi PBNU. Karena kesimpulan ini nantinya 
akan dibawa ke sidang pleno PBNU pada 9-11 September di Bogor.

Dalam kesimpulannya, Halaqah meminta PBNU membuka pintu, sekaligus
melakukan pembinaan kepada pengikut Ahmadiyah yang ingin kembali 
pada ajaran Islam yang benar, yang sesuai ajaran Alquran dan hadis.

Kesimpulan lainnya, Halaqah juga mengimbau pengikut jemaat 
Ahmadiyah agar kembali pada ajaran Islam yang benar. Halaqah 
juga merekomendasikan agar kelompok masyarakat tidak bertindak 
anarkis terhadap aliran ini meskipun dinilai sesat.

"Jika masyarakat secara umum masih menemukan aktivitas jemaat
Ahmadiyah di daerahnya yang dinilai bertentangan dengan ajaran 
Islam, kami meminta dilakukan penanganan secara damai dan 
berkoordinasi dengan aparat terkait," ujar Cholil.

"Jadi jangan anarkis yang dipakai, kita menolak keras itu. 
Karena di Indonesia setiap warga negara dilindungi oleh 
hukum," cetusnya.

Acara Halaqah juga dihadiri mantan orang nomor dua jemaat 
Ahmadiyah asal Pakistan yang bermukim di London, Hasan bin 
Mahmud Audah. Dia menegaskan, gerakan Ahmadiyah didasarkan 
pada pengumpulan uang, sehingga terkesan tidak ikhlas.

"Selain itu ajaran-ajaran Ahmadiyah yang menyatakan ada nabi 
setelah Nabi Muhammad juga dianggap telah melanggar ajaran 
Islam yang benar," ujar Hasan yang telah keluar dari Ahmadiyah 
sejak 16 tahun yang lalu.

Hal senada diungkapkan seorang mantan pengikut Ahmadiyah asal
Indonesia, Ahmad Hariyadi. Ahmad mengakui bahwa Mirza Gulam 
Ahmad yang diklaim Ahmadiyah sebagai sebagai nabi dan rasul 
terakhir, telah melenceng dari ajaran Islam. (ary)






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke