http://www.sinarharapan.co.id/berita/0509/08/sh08.html
Pemerintah Panik Hadapi Perkembangan Sosial-Politik oleh Inno Jemabut/Emmy Kuswandari Jakarta - Pemerintah diharapkan untuk tidak melakukan antisipasi negatif terhadap perkembangan sosial dan politik yang terjadi saat ini. Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan para gubernur se-Indonesia untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta menemui jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk meminta loyalitas mereka terhadap pemerintah, bisa dinilai negatif oleh masyarakat. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti kepada SH, Kamis (8/9) pagi, mengatakan, antisipasi pemerintah ini justru menunjukkan pemerintah dalam keadaan panik. "Bisa kita katakan seperti itulah (panik-red). Kalau pemerintah saja panik, apalagi masyarakatnya," ujarnya. Karena itu, menurutnya, langkah yang paling penting dilakukan pemerintah adalah melakukan konsolidasi internal sehingga tidak mengeluarkan pernyataan politik yang bertentangan antara satu dengan yang lain. Konsolidasi di internal kabinet akan memperkecil tingkat ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. Berbeda dengan Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Daniel Sparinga, menilai apa yang dilakukan Presiden saat ini adalah konsekuensi logis dari tidak dilibatkannya unsur lain dalam menyusun nota kesepahaman (MoU) dengan dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Presiden perlu menjelaskan masalah MoU tersebut ke jajaran di bawahnya. "Saya kira pertemuan dengan pihak TNI dan gubernur itu untuk mendapatkan visi yang sama terhadap MoU. Saya kira tindakan itu bukan sesuatu yang berlebihan dan bukan menunjukkan kepanikan, tetapi untuk mendapat suatu hasil yang maksimal dari MoU itu," jelasnya. Rabu, Presiden mendatangi Markas Besar TNI dan meminta jajaran TNI mempertahankan loyalitas mereka. Ia juga meminta TNI mengoptimalkan seluruh potensi dalam melaksanakan tugasnya, termasuk turut mengamankan penyaluran BBM. Pernyataan ini disampaikan Yudhoyono ketika memberikan pengarahan kepada 99 perwira tinggi TNI di Markas Besar TNI Cilangkap. Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Presiden memaparkan empat kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah untuk menanggulangi krisis ekonomi, baik di bidang fiskal, moneter, investasi, dan energi. "Presiden memberi arahan agar TNI terus meningkatkan profesionalitas dan kapabilitasnya serta mempertahankan loyalitas dengan menghindari keterlibatan dalam politik praktis," jelas Sudi. Selain kebijakan tersebut, Yudhoyono juga menjelaskan mengenai kesepakatan Helsinki yang ditandatangani bersama GAM 15 Agustus lalu. Hadir dalam acara tersebut, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, tiga Kepala Staf TNI, 34 perwira tinggi di lingkungan Mabes TNI, 31 perwira tinggi TNI-AD, 15 perwira tinggi TNI-AL, dan 15 perwira tinggi TNI-AU. n Copyright © Sinar Harapan 2002 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

