Betul...Mas dari Ambon,

Uang tidak membedakan ras, etnik dan agama...
Hanya saja uang dapat menjadi manfaat di tangan-tangan yang benar...
Sebetulnya,
Di jaman Rasulullah pun, riba begitu merajalela, sebelum turunnya surat
Al-baqoroh 270-286...
Mungkin yang dimaksud Bank Yahudi itu adalah Bank yang menerapkan sistem
riba di dalam operasionalnya.. Apakah teman-teman ada yang pernah
menonton film "Merchant of Venice"?Yang dibintangi Al-pacino...
Tergambar bagaimana kaum yahudi venezia terjepit dalam politik kehidupan
di masa itu, dan satu-satunya cara dalam mendapatkan penghasilan adalah
melakukan pinjam-meminjam uang...

Dalam Islam perdagangan itu dianjurkan, bahkan Rasulullah pernah berujar
bahwa:
Apabila seluruh harta kekayaan di dunia dikumpulkan dan berjumlah
sepuluh, maka sembilannya terdapat di dalam dunia perdagangan
(perniagaan ) sedangkan sisanya dibagi untuk seluruh sistem lainnya.. 
Karena di dalam sejarahnya Islam terkenal akan Baitul Maal nya (rumah
Harta)
Dimana masyarakat menyumbangkan sekurangnya 2,5% (dalam satu tahun) dari
hartanya untuk kaum fakir dan 7 golongan lainnya (8 golongan yang berhak
mendapat zakat)..
Bahkan dalam Islam, setiap ayat yang menyuarakan bahwa kita wajib
sholat, selalu dirangkai dengan wajib zakat..itu pasti!

monggo di simak:
Sebagai permudah pemahaman nomor angka pertama artinya surat urutan
kedua dalam al-quran (yakni albaqoroh) dan angka selanjutnya menandakan
uruutan ayat...

[2.270] Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan,
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat lalim
tidak ada seorang penolong pun baginya.

[2.271] Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali.
Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang
fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan
menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan.

[2.272] Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan
tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di
jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu
membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa
saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi
pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya
(dirugikan).

[2.273] (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad)
di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang
tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari
minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka
tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik
yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui.

[2.274] Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari
secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di
sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)
mereka bersedih hati. 

[2.275] Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran
(tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah
disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama
dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan
riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,
lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu
adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.  

[2.276] Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat
dosa. 

[2.277] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh,
mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di
sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)
mereka bersedih hati.

[2.278] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang
beriman. 

[2.279] Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu
bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak
menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

[2.280] Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah
tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua
utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.  

[2.281] Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang
pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian
masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah
dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). 

[2.282] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.
Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.
Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah
mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang
berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia
bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun
daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau
lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka
hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan
dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua
orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari
saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi
mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan)
apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu,
baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian
itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan
lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu
itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di
antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya.
Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan
saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka
sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah
kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu. 

[2.283] Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai)
sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang
tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika
sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang
dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa
kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan
persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya
ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha  mengetahui apa
yang kamu kerjakan.

[2.284] Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau
kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan
kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu.

[2.285] Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa):

"Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

[2.286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya
dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka
berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang
sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa
yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir".

Semoga bermanfaat dunia-akhirat,
Salam,
rio

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ambon
Sent: Friday, September 09, 2005 1:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] Re: Ekonomi Islam vs Ekonomi Neo-Liberal

Dalam dunia business yang dikuasai kaum kapitalis raksasa, tidak ada itu

soal Yahudi, Arab, Cina. Soalnya uang tidak membedakan ras, etnik dan
agama. 
Sebagai contoh ialah  keributan  antara Israel dan Palestina, orang di 
Indonesia diinstruksikan oleh MUI untuk berdemostrasi menghajar Israel, 
tetapi apakah mereka yang berteriak sampai suara parau di panas terik
itu 
mengetahui bahwa Palestina memakai mata uang Israel yaitu Sekel?

Sama halnya pemuka-pemuka agama menyuarakan anti Israel, tentu boleh
saja, 
tetapi mereka tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa sebahagian dari
pesawat 
terbang yang dipakai oleh TNI AU dibeli dari Israel pada zaman jajanya
Pak 
Harto dan atas inisiatiafnya didirikan MUI.

Dagang antara Israel dan Arab Saudi pun ada, contohnya beberapa waktu
lalu 
di Saudi Arabia dijual pisang produksi dari Israel. Pisang ini, katanya 
kemudian ditarik dari pasar. karena  kekeliruan yang dibuat oleh
pengexport 
di Israel, yaitu seharusnya dipakai karton yang  tidak boleh dipakai
untuk 
export ke negeri-negeri Arab, dengan tulis produced or made in Israel.

Saudi Arabia dan negeri-negeri Arab lainnya menaruh duit di tempat yang
aman 
untuk modal yaitu Inggris dan USA.
 Malah Taliban pun taruh duit di Inggris. Sewaktu pemerintahan Taliban 
dibawah pimpinan Mullah Omar jatuh atau dijatuhkan dengan intervensi
USA, 
diberitahukan bahwa pemerintahan tsb mempunyai deposit uang sebesar US$ 
80.000.000,-- pada bank Inggris. Mungkin saja sekarang duit ini telah
masuk 
ke kas negara Afghanistan yang dipimpin oleh presiden Kasai.

Singkatnya kita hidup dalam dunia yang disebut inter-independent, tidak
ada 
negeri yang autarki atau masyatakat seperti  dulu kala, zaman batu atau
nabi 
nabi.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke