mbak, mbak ini MUI yah?
--- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > PENDAPAT KITA > ^^^^^^^^^^^^^ > > Haruslah kita selidiki bagaimana besarnya > pengaruh > kepercayaan kaum Syiah, terutama di Iran dan > juga di > Hidustan. Menunggu kedatangan Imam yang Ghaib, > Imam Mahdi > akan datang kembali dan Nabi Isa akan turun, dan > Isa dan > Mahdi itu ialah yang seorang itu juga, demikian > mendalam di > kalangan Syiah, sehingga menjadi salah > satu rukun > kepercayaan yang tidak dapat dipisahkan lagi dari > agama. > Kadang-kadang Ahli Sunnah-pun turut juga > menerima > kepercayaan ini, walupun tidak menjadi dasar > benar-benar. > Dan inipun kadang-kadang bertemu didalam sebagian > kepercayaan > kaum Sufi, seperti Ibnu 'Arabi. Maka tidaklah kita > heran, > kalau dari kedua negeri inilah timbul > orang-orang yang > mendakwakan dirinya nabi, atau rasul, atau > Mahdi, atau > Al-Bab (pintu), atau Imam yang Ghaib telah > datang, atau > didakwakan oleh muridnya. > > Kita tetap memegang pendirian Ahli Sunnah, bahwa > sesudah > Muhammad tidak akan datang nabi lagi. Karena > soalnya sudah > habis. kalau akan kita terima kedatangan itu, > manakah yang > akan kita tetapkan? Apakah Mirza Ghulam Ahmad, > atau Mirza > Ali Muhammad (Al-Bab), atau Bahaullah? Atau > kita akui > semuanya, padahal diantara satu sama lain > berlawanan pula. > Atau kita akui semuanya, dan kita akui pula yang > lain yang > akan mendakwakan dirinya menjadi nabi pula nanti. > > Kalau dikatakan karena dia menyerukan perdamaian > Dunia, maka > dia membawa syariat baru, tidak bolehkah Mahatma > Gandhi > dikatakan pula nabi? Atau Krisna Vedanta di > Colorado? yang > juga menyerukan perdamaian dunia. > > Kaum Ahmadi dan Bahai mengemukakan alasan yang > sama untuk > menolak pendirian umum bahwa Nabi Muhammad > "Penutup Segala > Nabi," dengan ayat "Khataman Nabiyyin." Menurut > qiraat > (bacaan) yang umum ayat itu dibaca "Khatam," bukan > "Khatim." > Tetapi artinya adalah "Khatim." Khatam artinya > cincin, dan > Khatim artinya penutup. > > Khataman Nabiyyin artinya cincin permata segala > nabi. Kalau > sekiranya kita perturutkan rasa bahasa, tentu Nabi > Muhammad > itu tidak nabi lagi, hanyalah cincin perhiasan > segala > nabi-nabi. Yang mempunyai cincinlah yang nabi, > bukan cincin > itu sendiri. > > Didalam keterangan yang biasa mereka kemukakan, > adalah bahwa > tidaklah perkara yang mustahil bahwa Allah akan > berkata-kata > dengan hambanya. Tidaklah akan putus sampai > hari kiamat > orang yang dipilih Allah buat menumpahkan katanya. > Tidaklah > akan hilang begitu saja wahyu sampai kiamat. > > Tentang itu Ahli Sunnah-pun mengakui juga. Di > kalangan > sahabat Nabi, ketika Nabi masih hidup > terdapatlah orang > istimewa yang demikian. Yaitu Umar bin Khattab. > Sehingga > Nabi Muhammad pernah mengatakan, bahwasanya jika > ada nabi > sesudahku, niscaya Umarlah orang itu. Tetapi tidak > ada lagi > nabi sesudahku. > > Mengapa tidak? Nabi Muhammad sendiri > menjelaskan bahwa > "Ulama-ulama umatku adalah sama derajatnya dengan > nabi-nabi > Bani Israil." Kalau kata nabi yang demikian akan > diperluas, > maka seluruh ulama yang berjasa membangun Islam, > patutlah > disebut nabi. Imam Al-Ghazali, Imam ul > Haramain, Ibnu > Taimiyah, dan muridnya Ibnu Qayyim, dan Syeh > Muhammad ibnu > Abdil Wahhab, dan Said Jamaluddin Al-Afghani, > dan Syeh > Muhammad Abduh dan Said Rasyid Ridha, patutlah > disebut > sebagai nabi. Karena mereka dalam sifat > keulamaannya > samalah jasanya dengan nabi-nabi Bani Israil. > Dan orang > Indonesia dalam kalangan Nahdhatul Ulama patutlah > menyebut > kyai besarnya Hasyim Ashari sebagai nabi, sebab > jasanya > besar pula. Demikian pula Muhammadiyah dengan > Kyai H.A. > Dahlannya. > > Banyak diantara ulama mendapat ilham dari Tuhan, > seakan-akan > wahyu Illahi. Karena mereka berfaham Ahli Sunnah, > tidaklah > mereka berani mengatakan dirinya nabi. Dan > kalau mereka > mendakwakan dirinya nabi, akan musnahlah mereka. > > Kalimat wahyu suci yang diberikan Tuhan, oleh > faham Ahli > Sunnah telah ditentukan buat rasul dan > nabi. > Setinggi-tinggi martabat manusia ini hanyalah > mendapat hatif > atau ilham, atau mimpi yang benar, atau > mahaddas. Kalau > wahyu itu dikatakan akan putus selama-lamanya, > perkataan itu > benar juga dari segi lain. Lebah menurut > Sabda Tuhan > didalam Quran, mendapat wahyu untuk membuat > sarangnya di > bukit dan di bubungan rumah. Ibu Musa mendapat > wahyu Tuhan > supaya melemparkan puteranya dalam peti di sungai > Nil. Dan > lebah bukanlah nabi, padahal sampai sekarang > tidaklah putus > dia mendapat wahyu itu, selama dia masih bersarang > di bukit > dan di bubungan rumah. Dan ibu Nabi Musa bukanlah > nabi. > > [Demikian Buya Hamka berpendapat] > > wassalam, > Lina > > > > --- In [email protected], "The saint" > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > Masya Allah uraian yang sangat menarik. Saya > sangat mendambakan > > sekali dapat menulis hal seperti ini dengan > dilengkapi rujukan- > > rujukan yang lengkap. Sebenarnya saya yakin masih > banyak lagi > > rujukan-rujukan tambahan lain yang dapat kita > ambil dari karya- > karya > > ulama-ulama salaf maupun khalaf dan juga ulama > kontemporer > mengenai > > masalah takfir ini. > > > > Jazakumullah ahsanal jaza dan penghargaan yang > sebesar-besarnya > > kepada Saudara Aman Fatha atas uraiannya yang > sangat baik dan > > terinci ini. Sebenarnya begitulah keyakinan > Ahmadiyah.....bahwa > kami > > tetap meyakini dan bersaksi bahwa TIADA TUHAN > SELAIN ALLAH DAN > BAHWA > > MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH. > > > > Adapun soal keyakinan kepada HAdhrat Mirza Ghulam > Ahmad === message truncated === ___________________________________________________________ Yahoo! Messenger - NEW crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail http://uk.messenger.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

