perkenankan saya kirimkan potongan pembicaraan dengan seorang teman di bawah ini
===( IM )==================================== Ess: --- > Saya ingin menyebutkan lagi 4 contoh fallacies. Sebetulnya > contoh dan kategori fallacies sih banyak, jadi saya pilih > yang mudah-mudah saja (tuhh khan mirip judul lagu > nDangndutannya Veti Vera - "yang sedang- sedang saja"...). > Ceile ... yang mudah-mudah saja, padahal cuma itu > sebenarnya yang saya tahu he...he...he. > IM: -- ya deh, pak Ess, ... boleh di puterin lagu "yang sedang-sedang saja", ... ato yang "tak semua laki-laki" ... :)) Ess: --- > > "Either you're with me or against me". Itu frasa populer yang > diucapkan Bush dalam kampanyenya untuk membasmi apa yang ia sebut > sebagai teroris. Ungkapan Bush itu tergolong fallacies tipe "False > Dilemma", karena dalam realitanya toh pilihan yang tersedia bukan > cuma 2 saja. Emangnya kalau kita tidak berkawan kita pasti > bermusuhan? Biasanya, pelaku False Dilemma ini ditandai > dengan kesalahan penggunaan operator "or". > IM: --- okey, yes, good point! Ess: ---- > Tipe fallacy "argumentum ad misericordiam" sering ditemui dalam > pergaulan di kampus atau di kantor. Jika ada teman membujuk dengan > mengatakan: "Kamu setuju dong dengan proposal kegiatan yang sudah > saya ajukan. Saya sudah menghabiskan waktu 3 bulan nih untuk membuat > proposal itu....", maka si teman kita tadi jatuh ke dalam fallacy > tipe ini. Ia berargumen dengan mengharapkan simpati, empati atau > rasa kasihan kita, bukan dengan "content" dari proposal yang > sudah ia tuliskan. > IM: --- hehehe, sangat menarik. Kita (para suami) "wajib" memuji masakan isteri kita, seperti apa pun rasanya, karena para isteri-isteri ini sudah demikian susah payah menyiapkannya! ( so, we'd better not play Plato/Aristoteles when dealing with our spouses ) :)) Ess: --- > Ketidakvalidan argumen dapat dengan mudah kita temukan pada dunia > periklanan. Ingatkah Anda dengan iklan yang berbunyi: "Orang pintar > minum jamu XX XX", atau sebuah iklan sabun: "9 dari 10 bintang film > memilih sabun L. Bagaimana dengan Anda?". Nah, iklan-iklan itu > sedang memraktekkan fallacies. Pada iklan jamu, terjadi fallacy > tipe "prejudice languange". Seolah-olah, orang yang tidak minum jamu > itu (pasti) bukan termasuk orang pintar. Sedangkan pada iklan sabun, > terjadi argumentasi yang tidak valid tipe keempat yang ingin saya > sebutkan, "argumentum ad populum". Akan ikut populer jugakah kita > jika waktu mandi kita memakai sabun itu? > IM: --- hehehe, tapi pak Ess, nampaknya sama saja di lapangan bisnis maupun politik. Waktu kampanye Pemilu, saya yakin Partai-partai Politik justeru sengaja "memanfaatkan" ketidaksadaran massa pemilih mengenai filsafat, sehingga menjadi sasaran jebakan fallasi-2 seperti ini. Sebagai konsumen kita sebetulnya juga sadar, bahwa judgment/keputusan kita dalam memilih/membeli barang/jasa pihak tertentu tidak lah selalu dilandasi alasan rasional. contoh paling gampang misalnya soal jasa menjahit dan potong rambut. Kalau kita merasa sudah punya langganan tukang jahit & potong rambut yang sudah tertentu, biasanya tidak merasa perlu menggunakan landasan rasional untuk mempertimbangkannya lagi. Massa pemilih di dalam Pemilu juga begitu. Ada yang disebut sebagai * massa pemilih tradisional * misalnya. Di negara maju seperti Jerman, saya melihat massa Pemilihnya, juga para Politisinya relatif lebih cerdas. Diskusi-2 dan debat-2 di TV umumnya cukup bermutu untuk di ikuti, meskipun sudah tentu banyak juga "ndobos" atau bulls**t nya :) Ess: ----- > Demikianlah sekilas info tentang fallacies. Bagi yang tertarik > dengan tema ini bisa meng-klick > > < http://philosophy.lander.edu/logic/fallacy_topics.html > > > > Menurut saya, > isi situs ini cukup menarik. Lema atau entry tentang Fallacies > hanyalah salah satu dari sejumlah tema dalam bidang filsafat yang > bisa ditengok di situs itu. IM: --- Terimakasih banyak pak Ess, I think today, I have learned alot from you. ===( IM )===== ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

