http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1408
Rebutan" Rezeki di Blok Cepu (1)
* Yang 10 Persen pun Bisa Jadi Tirani Minoritas
By adminpadek
Sabtu, 10-September-2005, 03:42:45
* Oleh Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos
Pertamina dan Exxon beda pendapat soal ladang minyak dan gas di
Cepu. Berikut ini tiga seri tulisan CEO Jawa Pos - Padang Ekspres Dahlan Iskan
soal Blok Cepu: Inikah Misi Merah Putih Pertamina? Kekuatan Multiefek dari
Exxon, dan Presiden SBY ke AS Harus Bawa Oleh-oleh Apa?
Kapan Dirut Pertamina diganti? "Satu-dua hari ini." Satu minggu kemudian,
pertanyaannya masih sama. Kapan Dirut Pertamina diganti? "Satu-dua minggu ini."
Satu bulan kemudian, pertanyaan masih sama. Kapan Dirut Pertamina diganti?
"Satu-dua bulan." "Satu-dua tahun?"
Seberapa kuat sih Dirut Pertamina Widya Purnama? Kok tidak diganti-ganti
meski satu-dua hari atau satu-dua minggu sudah lewat jauh? Kekuatan Widya
jelas. Secara fisik, badannya memang besar dan kekar. Bicaranya juga bisa
sableng, khas Jawa Timuran. Anak tentara lagi! Tapi, otaknya jernih dan hatinya
sangat merah putih.
"Saya tidak menolak Exxon. Saya setuju Exxon pegang 45 persen di ladang
minyak dan gas Cepu. Tapi, Pertamina harus pegang 55 persen persen," katanya
dalam berbagai kesempatan.
"Saya harus tunduk pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang
mengamanatkan misi itu. Kalau tidak disetujui, saya siap dicopot. Sekarang
juga," tegasnya.
"Saya juga ingin Blok Cepu segera digarap. Siapa bilang saya
mengolor-olor?" sergahnya.
Lho, berarti kan tidak ada perbedaan pendapat? Kan sudah klop? Belum.
Rupanya, tim negosiasi soal Blok Cepu yang diketuai Martiono, mantan
Dirut Pertamina yang juga disebut-sebut bakal balik ke Pertamina lagi, sudah
memutuskan (dan disetujui menko perekonomian sebagai wakil pemerintah) bahwa
pembagian Blok Cepu sebagai berikut: Exxon 50 persen dan Pertamina 50 persen.
Dengan catatan, masing-masing menjual 5 persen untuk pemerintah daerah. Dengan
demikian, pada akhirnya komposisinya akan menjadi 45 persen (Exxon), 45 persen
(Pertamina), 10 persen (daerah).
Lho, kan tidak ada perbedaan pendapat? "Ada!" Di mana? "Hak suara."
Ketika komposisi 45 persen-45 persen-10 persen, maka yang 10 persen akan
menjadi "tirani minoritas". Yang 10 persen itu bisa jadi akan memihak Exxon
meski juga bisa saja akan memihak Pertamina. Apalagi, kalau yang mendapat
amanat untuk memegang 10 persen mudah tergiur berbagai godaan.
Tapi, untuk apa sih Pertamina perlu benar dengan 55 persen? Alasannya
bisa berbarel-barel: mulai sejarah, legalitas, idealisme, sampai alasan
komersial. Dari segi sejarah, Blok Cepu adalah milik Pertamina. Bahwa kemudian
Exxon bisa masuk ke sana, hal itu terjadi karena ketika itu Presiden Soeharto
yang sangat berkuasa menyerahkan blok tersebut kepada Humpuss milik anak
kesayangannya. Lalu, Humpuss bekerja sama dengan Exxon.
Secara legal, keberadaan Exxon dinilai sudah pernah kedaluarsa. Yakni,
ketika sudah tiba saatnya (tahun 2002) Exxon tidak juga mau mendayagunakan
sumur-sumur tua di situ. Sekarang legalitas itu "hidup lagi" oleh adanya nota
kesepahaman atau MoU yang baru. Itu juga satu kenyataan yang sah. Pertamina
tidak bisa mengingkari dan tidak bisa menolak. Termasuk tidak menolak bahwa
Exxon harus dapat 45 persen.
Rupanya, persoalan bukan terkait dengan persentasi lagi, tapi "hak
suara". Yakni, siapa yang memenangkan suara saat harus ada keputusan-keputusan
penting dalam pengelolaan Blok Cepu nanti? Kalau 45 persen-45 persen-10 persen,
kepada siapa yang 10 persen akan memihak?
Dari segi komersial, Blok Cepu ini memang sangat menggiurkan siapa saja.
Apalagi, ketika harga minyak seperti sekarang. Cadangannya sangat besar. Tiap
hari bisa menghasilkan hampir 200.000 barel. Kalau angka ini bisa dipegang,
sebulan saja bisa dihasilkan minyak Rp 2 triliun (dengan harga minyak USD
50/barel). Atau, setahun Rp 24 triliun. Benar-benar bisa jadi sumber
pengentasan kesulitan keuangan negara.
Biaya pengeborannya pun sangat murah: tempatnya di daratan dan jenis
minyaknya encer. Mungkin hanya perlu biaya USD 4 dolar/barel. Benar-benar
rezeki nomplok dari Tuhan! Tentu, dengan pengalaman yang panjang dan ambisinya
untuk membuat Pertamina, bisa jadi perusahaan minyak benaran (saat ini masih
kalah jauh dibandingkan Petronas sekalipun!), Widya, yang mantan Dirut Indosat
itu, merasa mampu menanganinya.
Lalu, di mana letak saham 10 persen yang akan dijual ke daerah? Pertamina
menginginkan saham 10 persen itu berada di dalam 55 persen. Artinya, yang 55
persen tersebut dimiliki bersama Pertamina (sebagai pemerintah pusat) dan
daerah. Dengan demikian, kekuatan negara (pusat dan daerah) bersatu. Itu
keinginan Pertamina. Exxon tentu punya keinginan yang berbeda. (bersambung)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/