Betul sekali,mas. Ini dasar kerusakan dan pengrusakan tata kemasyarakatan kita.
Kalau dizaman bung Karno, korupsi dapat diibaratkan kebocoran sebuah ember, jadi isinya kosong melului, maka di zaman pak Harto merupakan bagian dari system, yakni untuk melumas mesin ekonomi. Sebenarnya, awal kerusakan moral mulai dizaman Jepang, dimana semua langka, akibat perampasan semua sumber daya alam, sampai tiang listrik dari besi untuk kebutuhan perang. Upaya memperkenalkan system syariat ataupu system islami, adalah, seperti anda katakan, sekedar mengganti merek. Sebab dalam ekonomi apapun, selama ada kebocoran melalui korupsi dan ketida beresan system, selalu timbul keamburadulan. System adalah system, yang rusak bukan system, tapi manusianya. Oleh karena itu, kalau kita tanyakan, apakah beda substantial, antara system islami dan system sosialisme ekonomi, akan jarang sampai sulit kita mendapat jawaban yang jelas. * Siapakah memailiki kapital? * bagaimana system distribsi barang dan jasa? melalui alat negara atau privat? * bagaimana mengurangi ketergantungan kapital dan lain dari LN? * bagaimana pengelolaan SDA? Juga di Saudi, Arab Emirates dll, dimana dirasakan kemakmuran (akibat management dari Expatriates), yang berlaku adalah system Oligarki. kapital ada ditangan privat yang kebetulan penguasa. rakyat? salam Danardono --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > biang keladi kebangkrutan ekonomi indonesia > adalah korupsi... dan korupsi di indonesia tak datang > bersama nenek moyang.... korupsi yang meluas dan > besar-besaran baru mulai setelah presiden sukarno > memperkenalkan konsep ekonomi terpimpin.... ketika > perusahaan swasta asing diambilalih oleh negara.... > dan pejabat-pejabat sipil dan militer duduk mengurus > perkebunan, pertambangan, perdagangan, bahkan > usaha penerbitan buku bacaan..... > > keadaan tambah memburuk ketika ekonomi > terpimpin bertaut dengan demokrasi terpimpin.... > kekuasaan yang begitu besar di kalangan birokrasi > akhirnya kian tak terkendali.... mereka tak pandai > berdagang, tapi cekatan memproduksi seribu satu > macam pengendalian.... > > setelah sukarno tumbang, soeharto tak mengubah > struktur dasar yang diciptakan sukarno.... ia cuma > menambahkan kapitalisme, sehingga melahirkan > sistem mengerikan yang mengkombinasikan yang > terburuk dari sosialisme yaitu kontrol dan yang > terburuk dari kapitalisme yaitu keserakahan.... > > inilah sistem ekonomi mboten-mboten itu, pak > danar.... sistem yang masih berjalan sampai > sekarang.... > > sekarang sekelompok orang yang ingin mendirikan > negara khilafah mengajukan konsep ekonomi > yang tak banyak berbeda dengan sosialisme.... > ibarat minyak samin yang cuma berganti merek.... > dulu bermerek domba, sekarang bermerek onta.... > isinya sama saja, minyak samin jua adanya.... > > salam, > > > > > At 12:18 PM 9/7/05 +0000, you wrote: > >Ekonomi Pancasila itu memang ekonomi bukan bukan bukan..bahasa > >Jawanya "ekonomi sing mboten mboten". > > > >Ketika saya melawat ke Kopenhagen minggu lalu, kunjungi teman lama > >waktu study 30an tahun silam, kami ngobrol terntang income disana. > >Income kotor wahh tinggi sekali. Bisa ribuan US§/month, tetapi > >nyatanya mereka sederhana sekali, naik sepeda, mobil juga tua tua dan > >kecil kecil, toko toko yang wuahh seperti di mal mal kita gak ada. > >Pendek kata, kayak kere yang elegant. lalu kemana uangnya? Ya itu, > >kesedot pajak sampai 50an % keatas! appartement? juelek juelek. Mirip > >dengan Eropa timur, apalagi dimasa komunis. Sama rata sama rasa.. > > > >Ini namanya kapitalis? ya miriplah. > > > >Yang namanya system, mBak, namanya ganti ganti. Ayam Mbok Berek, ayam > >Kalasan, ayam Bu Suharti, gak banyak bedanya.. > > > >Nah ekonomi yang ideal kan seperti mBak katakan, pokoke sesuai dengan > >azas kemanusiaan, akidah agama kita semua. Islam memerintahkan > >keadilan sosial, Yesus mengajarkan membagi roti pada sesama, Sidharta > >mengajarkan pembagian harta dan dana, dst dst. By the way Marx juga > >ajarkan bagi bagi kekayaan. > > > >Ujung ujungnya selalu ada dua ujung: disini yang kaya, disana yang > >papa. Pokoke diusahakan yang kaya agak lebih papa, yang papa agak > >lebih kaya. Whatsoever the name is. > > > >rak iya to mBak? > > > >salam > > > >danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

