Tahu nih mas Mhoel, kok bisa hampir salah makan. 

Coba lain kali kalau ke resto di Tinoor sambil melihat keteluk 
Manado , minta ayam bakar rica rica. Hati hati pedes, orang Jawa gak 
tahan pedes. Siap siap sapu tangan.

Kalau mau yang tenang tenang mengalun, ya makan ikar bakar di tepi 
danau Tondano. Tapi sebelumnya, ke Kawangkoan pagi hari sarapan roti 
panggang (disana namanya roti bakar) sambil minum kopi susu 
Kawangkoan.

Mau cari mesjid? Ada tu, di kota Tondano, dikampung Jawa.

Tersebar? Emang mBak Carla ni ada aja, mesjid kok tersebar. yang 
tersebar ya pohon Niyur melambai..

Salam pakatuan pakalaweran

Danardono


--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> gw gak hyperbola...
> 
> coba deh klo ke menado jalan2..., n lebih sering ke menado jangan 
cuma satu
> or dua kali aja..btw..fyi..many of my relatives n fam lives 
there....and
> they told me abt that..i visited menado recently..i saw many 
mosques..but i
> dont felt thread or something...
> 
> makanya pak Mhoel jklo ke menado liat2 dulu restonya baru 
masuk..jgn sampe
> salah makan gitu...:))
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>                                                                     
       
>              "Mhoel"                                                
       
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                             
>              
co.id>                                                     To 
>              Sent by:                  
<[email protected]>          
>              
[EMAIL PROTECTED]                                          cc 
>              
ups.com                                                       
>                                                                    
Subject 
>                                        Re: [ppiindia] Ketika umat 
islam    
>              09/13/2005 11:04          
minoritas                           
>              
AM                                                            
>                                                                     
       
>                                                                     
       
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                     
       
>                                                                     
       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   Mbak Carla,
>   Jangan hyperbola gitu...
>   Kok pas aku ke Manado ggk lihat mesjid ya...
>   Kalo bertaburan artinya gampang banget aku lihat....
>   Lihat kiri ada...
>   lihat kanan ada..
>   Kok pengalamanku berkunjung ke sana tdk seperti itu...
>   yang bertaburan itu RW...
>   sampe2 hampir aja salah makan....
> 
> 
>   ----- Original Message -----
>   From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>
>   To: <[email protected]>
>   Cc: <[email protected]>
>   Sent: Tuesday, September 13, 2005 4:58 PM
>   Subject: Re: [ppiindia] Ketika umat islam minoritas
> 
> 
>   >
>   >
>   >
>   > klo itu berlaku di Bali mungkin..tp klo daerah2 konsentrasi 
kristen
>   > contohnya di menado.., disana mesjid2 bertaburan dimana2..., 
apalagi
> menado
>   > staadt nya setiap ujung pasti ada mesjid..., kadang2 orang 
menado
> bingung
>   > juga mesjid dibangun dimana2 tp gak da isinya...aneh..:))
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >              "Rama B.
>   >              Swandana"
>   >              <[EMAIL PROTECTED]
> To
>   >              om>                       [email protected]
>   >              Sent by:
> cc
>   >              [EMAIL PROTECTED]
>   >              ups.com
> Subject
>   >                                        [ppiindia] Ketika umat 
islam
>   >                                        minoritas
>   >              09/13/2005 09:00
>   >              AM
>   >
>   >
> 
>   >              Please respond to
>   >              [EMAIL PROTECTED]
>   >                   ups.com
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   > Tempat Ibadah Jangan Seperti PKL
>   >
>   >
>   >
>   > Ardi Winangun
>   > Wartawan dan Mantan Ketua HMI Denpasar 1998-1999
>   >
>   > Saat-saat ini, dua dari lima agama resmi di Indonesia sedang 
melakukan
>   > gugatan atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan 
Menteri
>   > Dalam Negeri No 01/1969. Tim Pembela Kerukunan dan Kebebasan 
Umat
>   > Beragama di Indonesia melalui pengacara seperti OC Kaligis, 
Humphrey R
>   > Djemat, YB Purwaning M Yanuar, dan Fenny Febrianty, menuntut 
agar SKB
>   > itu diajukan permohonan uji materi karena dianggap bertentangan 
dengan
>   > UUD 1945 dan UU No 39/1999 tentang HAM.
>   >
>   > Permasalahan ini muncul ketika beberapa tempat yang dijadikan 
tempat
>   > ibadah umat Kristen maupun Katolik ditentang oleh masyarakat di
>   > sekitar lokasi itu. Masalah ini muncul begitu kuat karena 
peristiwanya
>   > terjadi dalam rentang waktu yang tidak lama. Sebenarnya, 
permasalah
>   > ini pernah terjadi di waktu-waktu lalu, dan selesai begitu 
saja. Bagi
>   > umat Kristen dan Katolik, masalah ini merupakan masalah yang 
berat dan
>   > menyakitkan, karena mereka tidak bisa melaksanakan ibadahnya.
>   >
>   > Karena masalah itu, Franz Magnis Suseno dan beberapa pendeta 
lainnya
>   > bertemu Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Tujuannya, 
agar umat
>   > Katolik dan Kristen bisa melaksanakan ibadah dengan mendirikan 
gereja.
>   > Menurut Franz Magnis Suseno, SKB 1969 tidak memadai, 
diberlakukan
>   > secara diskriminatif dan tidak adil. Sebab syarat untuk 
membangun
>   > rumah ibadah memerlukan 40 keluarga. Karena syarat itu, gereja,
>   > khususnya, memerlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk dibangun, 
dan
>   > dirasakan sebagai hal yang mengada-ada.
>   >
>   > Ketika Islam minoritas
>   > Apakah SKB itu diskriminatif dan hanya mengenai agama Kristen 
dan
>   > Katolik saja? Tentu tidak. Semua agama kena. Walaupun Islam 
merupakan
>   > agama mayoritas di Indonesia, namun di beberapa daerah, Islam
>   > merupakan minoritas, seperti di Bali dan Nusa Tenggara Timur 
(NTT).
>   > Umat Islam pun terkena dengan peraturan ini.
>   >
>   > Untuk membangun masjid di Bali, misalnya, susahnya bukan main.
>   > Berbagai peraturan dibuat agar masjid tidak berdiri. Akibatnya,
>   > orang-orang di daerah Bukit Jimbaran, Jimbaran, dan Kedonganan, 
untuk
>   > melakukan ibadah saja harus naik angkutan umum ke daerah 
sekitar Desa
>   > Tuban, Kuta. Jarak yang ditempuh sekitar lima sampai tujuh 
kilometer.
>   >
>   > Selain itu, bila wisatawan dalam negeri berwisata ke Bali, 
ketika
>   > hendak menunaikan ibadah sholat sangat susah. Misalnya, 
bagaimana saat
>   > Sholat Ashar tiba, sementara wisatawan sedang berada di daerah 
Bali
>   > Timur yang hanya punya satu masjid dan jauh dari lokasi wisata?
>   >
>   > Pelarangan bagi umat Islam tidak hanya dalam masalah membangun 
masjid,
>   > tetapi juga susah mendirikan pemakaman Islam. Dan soal ini pun, 
umat
>   > Islam sudah mengadukan kepada Presiden Abdurrahman Wahid.
>   >
>   > Demikian juga masalah pembangunan masjid di Kampus Universitas
>   > Udayana. Sampai kapan di kampus itu bisa berdiri masjid kampus? 
Ini
>   > merupakan sebuah pertanyaan yang susah dijawab. Berbagai 
keinginan
>   > dari mahasiswa dan beberapa tokoh Islam di Bali agar di kampus 
negeri
>   > itu bisa berdiri masjid, selalu mentok. Bahkan, di beberapa 
fakultas
>   > ada beberapa mata kuliah diselenggarakan saat Sholat Jum'at. 
Dan saat
>   > opspek, untuk melaksanakan kewajiban sholat saja, mahasiswa baru
>   > terkadang harus ribut dengan panitia opspek maupun resimen 
mahasiswa
>   > (menwa).
>   >
>   > Perdebatan antarmahasiswa agar masjid kampus berdiri di 
Universitas
>   > Udayana sering terjadi. Rencana demo sampai upaya mengadukan 
pihak
>   > rektor ke menteri pun pernah dilakukan. Seiring proses waktu, 
mungkin
>   > mahasiswa sadar bahwa umat Islam di Bali merupakan umat yang 
minoritas
>   > dan harus tahu diri.
>   >
>   > Walaupun demikian, bukan berarti pihak rektorat membuat harga 
mati.
>   > Pihak rektorat masih toleran terhadap aktivitas mahasiswa 
Islam. Saat
>   > melaksanakan sholat Idul Fitri, Idul Adha, maupun kegiataan 
hari besar
>   > agama, pihak rektorat masih memberi tempat untuk pelaksanaan.
>   >
>   > Mengapa susah mendirikan masjid di Bali? Ada dua hal. Pertama, 
bisa
>   > jadi masyarakat dan pemerintah daerah menerapkan SKB 1969. 
Karena umat
>   > Islam minoritas, maka untuk mencapai angka 40 keluarga sangat 
susah
>   > sehingga masjid pun susah berdiri. Kedua, seperti umat Islam di 
Jawa
>   > Barat dan tempat lainnya yang takut dengan Kristenisasi, umat 
Hindu di
>   > Bali juga takut Islamisasi. Ini merupakan sikap yang wajar dan 
asasi.
>   >
>   > Bagi umat Hindu, bukan hanya masalah agama, tetapi juga masalah
>   > budaya. Bagaimana jadinya jika budaya dan adat Bali hilang 
karena
>   > Islamisasi? Tentu sebutan Bali sebagai Pulau Dewata juga akan 
hilang
>   > identitas dirinya. Namun ada catatan positif dari pemerintah 
daerah
>   > dan masyarakat Bali. Mereka memperkenankan pembangunan masjid 
asal di
>   > daerah di mana komunitas umat Islamnya dengan jumlah 40 kepala
>   > keluarga ke atas. Tak heran bila masjid-masjid di Bali berdiri 
di
>   > tempat komunitas asal suku tertentu. Seperti di Kampung Jawa, 
Kampung
>   > Bugis, Kampung Arab, Kampung Madura, dan di perkampungan-
perkampungan
>   > nelayan.
>   >
>   > Pemerintah dan masyarakat Bali juga memperkenankan pembangunan 
masjid
>   > di tempat-tempat instansi negara seperti di kompleks Korem 
Wirasatya,
>   > Markas Kodam Udayana, kompleks Polda, kompleks Depkeu Bali, 
kompleks
>   > Hotel Bali Beach, dan BTDC Nusa Dua. Memang, di tempat-tempat 
itu
>   > banyak tentara, polisi, dan karyawan beragama Islam, selain 
menampung
>   > umat Islam di sekitarnya. Di tempat-tempat itu masjid berdiri 
sangat
>   > megah. Bahkan dulu, saat-saat raja-raja di Bali melakukan 
pertempuran
>   > dengan musuh dan dibantu oleh umat Islam, umat Islam diberi 
hadiah
>   > berupa tanah untuk tempat ibadah (masjid).
>   >
>   > Dari itu semua, masyarakat Islam di Bali tidak terlalu masalah 
dengan
>   > soal pembangunan masjid. Biarpun di Gianyar, Tabanan, Bangli, 
atau
>   > Karangasem hanya ada satu masjid, toh umat Islam di sana tetap 
masih
>   > bisa melaksanakan ibadah dan hidup rukun.
>   >
>   > SKB masih relevan
>   > Lalu, apakah SKB ini perlu dicabut? Tentu tidak. SKB ini masih 
relevan
>   > dan adil. Tidak hanya Kristen dan Katolik yang kena dengan 
peraturan
>   > ini. Semua agama kena. SKB ini tidak melarang pembangunan tempat
>   > ibadah, namun mengaturnya. Jika SKB ini dicabut, tentu 
masalahnya akan
>   > lebih parah.
>   >
>   > Beberapa hal yang akan terjadi jika SKB ini dicabut, pertama, 
bisa
>   > jadi tempat ibadah akan dibangun seenaknya sendiri sehingga 
seperti
>   > pedagang kali lima (PKL) mendirikan tempat jualannya di mana 
saja.
>   > Akibatnya menggunakan hak orang lain, mengganggu orang lain, 
kumuh,
>   > mengganggu pemandangan, dan kesan jorok yang ditimbulkan.
>   >
>   > Kedua, dengan adanya SKB ini, justru tempat ibadah akan 
dilindungi
>   > oleh UUD 1945 dan UU No. 39/1999 tentang HAM. Tentu, pelaku 
perusakan
>   > tempat ibadah akan ditindak karena telah melanggar peraturan 
yang ada.
>   > Adanya penentangan oleh umat terhadap pelarangan tempat ibadah
>   > (gereja) itu sah-sah saja karena umat yang bersangkutan 
melanggar
>   > peraturan.
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
> 
**********************************************************************
*****
>   > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> yg
>   > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
>   >
> 
**********************************************************************
*****
>   >
> 
______________________________________________________________________
____
>   > Mohon Perhatian:
>   >
>   > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>   > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
>   > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
>   > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>   > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>   > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>   >
>   > Yahoo! Groups Links
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
> 
**********************************************************************
*****
>   > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
>   >
> 
**********************************************************************
*****
>   >
> 
______________________________________________________________________
____
>   > Mohon Perhatian:
>   >
>   > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>   > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
>   > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
>   > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>   > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>   > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>   >
>   > Yahoo! Groups Links
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   > Disclaimer: Although this message has been checked for all known
> viruses
>   >      using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, 
Bukopin
>   >            accept no liability for any loss or damage arising
>   >                from the use of this E-Mail or attachments.
>   >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Disclaimer: Although this message has been checked for all known 
viruses
>      using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
>            accept no liability for any loss or damage arising
>                from the use of this E-Mail or attachments.
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke