Betul,mas.

Bagi masayarakat Kawanua, mereka tak pandang bulu, Islam atau Kristen 
atau Buddha, mereka adalah saudara.

Semangat pembauran mereka tinggi sekali. Umat Islam tak dipandang 
sebagai ancaman disana. Saudara saudara Jawa dari Tondano, keturunan 
pengikut Diponegoro dan Kyai Mojo hidup secara tradisi Kawanua dan 
islami. Bahasa jawa mereka masih utuh, walau bahasa Makatana, bahasa 
asli Minahasa mereka lebih kuasai dengan fasih.

No problem.

Salam

danardono

--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> bedanya manado dan bali,  yaitu masalah aliran dalam agama itu
> sendiri,  di manado banyak aliran kristen, jadi antara kristen itu'
> sendiri sudah ada saling curiga, jadi mereka menganggap islam
> merupakan salah satu aliran dari kristen yang hampir sama,
> seperti advent misalnya yang setiap hari sabtu berpuasa dan
> tidak makan darah hewan  .....
> 
> tapi kalo di bali agama hindu di sana mungkin hanya satu
> aliran, sehingga menghadapi agama lain seperti islam dan
> kristen mereka menganggap sama saja  ....  demikian juga
> dibandung dan jawa dianggap bahwa kristen itu hanya satu
> yaitu agama nasrani padahal agama nasrani seperti yang
> disebutkan dalam al-Qur'an mungkin sudah tidak ada lagi  ...
> 
> mungkin yang disebut nasrani itu adalah kristen orthodox
> dari Syria, yang sama-sama di curigai oleh islam dan kristen  ..
> karena ibadahnya hampir sama dengan islam tapi keyakinannya
> masih trinitas  ....
> 
> tapi orang sulut memang beda mereka lebih toleran ...
> apalagi kalo so baku tamang  .... dan satu kawanua
> agama menjadi bukan penghalang  ....
> 
> 
> salam,
> yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> klo itu berlaku di Bali mungkin..tp klo daerah2 konsentrasi kristen
> contohnya di menado.., disana mesjid2 bertaburan dimana2..., 
apalagi menado
> staadt nya setiap ujung pasti ada mesjid..., kadang2 orang menado 
bingung
> juga mesjid dibangun dimana2 tp gak da isinya...aneh..:))
> 
> 
> 
> 
>              "Rama B.
>              Swandana"
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                          To
>              om>                       [email protected]
>              Sent 
by:                                                   cc
>              [EMAIL PROTECTED]
>              ups.com                                               
Subject
>                                        [ppiindia] Ketika umat islam
>                                        minoritas
>              09/13/2005 09:00
>              AM
> 
> 
>              Please respond to
>              [EMAIL PROTECTED]
>                   ups.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Tempat Ibadah Jangan Seperti PKL
> 
> 
> 
> Ardi Winangun
> Wartawan dan Mantan Ketua HMI Denpasar 1998-1999
> 
> Saat-saat ini, dua dari lima agama resmi di Indonesia sedang 
melakukan
> gugatan atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri
> Dalam Negeri No 01/1969. Tim Pembela Kerukunan dan Kebebasan Umat
> Beragama di Indonesia melalui pengacara seperti OC Kaligis, 
Humphrey R
> Djemat, YB Purwaning M Yanuar, dan Fenny Febrianty, menuntut agar 
SKB
> itu diajukan permohonan uji materi karena dianggap bertentangan 
dengan
> UUD 1945 dan UU No 39/1999 tentang HAM.
> 
> Permasalahan ini muncul ketika beberapa tempat yang dijadikan tempat
> ibadah umat Kristen maupun Katolik ditentang oleh masyarakat di
> sekitar lokasi itu. Masalah ini muncul begitu kuat karena 
peristiwanya
> terjadi dalam rentang waktu yang tidak lama. Sebenarnya, permasalah
> ini pernah terjadi di waktu-waktu lalu, dan selesai begitu saja. 
Bagi
> umat Kristen dan Katolik, masalah ini merupakan masalah yang berat 
dan
> menyakitkan, karena mereka tidak bisa melaksanakan ibadahnya.
> 
> Karena masalah itu, Franz Magnis Suseno dan beberapa pendeta lainnya
> bertemu Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Tujuannya, agar 
umat
> Katolik dan Kristen bisa melaksanakan ibadah dengan mendirikan 
gereja.
> Menurut Franz Magnis Suseno, SKB 1969 tidak memadai, diberlakukan
> secara diskriminatif dan tidak adil. Sebab syarat untuk membangun
> rumah ibadah memerlukan 40 keluarga. Karena syarat itu, gereja,
> khususnya, memerlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk dibangun, dan
> dirasakan sebagai hal yang mengada-ada.
> 
> Ketika Islam minoritas
> Apakah SKB itu diskriminatif dan hanya mengenai agama Kristen dan
> Katolik saja? Tentu tidak. Semua agama kena. Walaupun Islam 
merupakan
> agama mayoritas di Indonesia, namun di beberapa daerah, Islam
> merupakan minoritas, seperti di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
> Umat Islam pun terkena dengan peraturan ini.
> 
> Untuk membangun masjid di Bali, misalnya, susahnya bukan main.
> Berbagai peraturan dibuat agar masjid tidak berdiri. Akibatnya,
> orang-orang di daerah Bukit Jimbaran, Jimbaran, dan Kedonganan, 
untuk
> melakukan ibadah saja harus naik angkutan umum ke daerah sekitar 
Desa
> Tuban, Kuta. Jarak yang ditempuh sekitar lima sampai tujuh 
kilometer.
> 
> Selain itu, bila wisatawan dalam negeri berwisata ke Bali, ketika
> hendak menunaikan ibadah sholat sangat susah. Misalnya, bagaimana 
saat
> Sholat Ashar tiba, sementara wisatawan sedang berada di daerah Bali
> Timur yang hanya punya satu masjid dan jauh dari lokasi wisata?
> 
> Pelarangan bagi umat Islam tidak hanya dalam masalah membangun 
masjid,
> tetapi juga susah mendirikan pemakaman Islam. Dan soal ini pun, umat
> Islam sudah mengadukan kepada Presiden Abdurrahman Wahid.
> 
> Demikian juga masalah pembangunan masjid di Kampus Universitas
> Udayana. Sampai kapan di kampus itu bisa berdiri masjid kampus? Ini
> merupakan sebuah pertanyaan yang susah dijawab. Berbagai keinginan
> dari mahasiswa dan beberapa tokoh Islam di Bali agar di kampus 
negeri
> itu bisa berdiri masjid, selalu mentok. Bahkan, di beberapa fakultas
> ada beberapa mata kuliah diselenggarakan saat Sholat Jum'at. Dan 
saat
> opspek, untuk melaksanakan kewajiban sholat saja, mahasiswa baru
> terkadang harus ribut dengan panitia opspek maupun resimen mahasiswa
> (menwa).
> 
> Perdebatan antarmahasiswa agar masjid kampus berdiri di Universitas
> Udayana sering terjadi. Rencana demo sampai upaya mengadukan pihak
> rektor ke menteri pun pernah dilakukan. Seiring proses waktu, 
mungkin
> mahasiswa sadar bahwa umat Islam di Bali merupakan umat yang 
minoritas
> dan harus tahu diri.
> 
> Walaupun demikian, bukan berarti pihak rektorat membuat harga mati.
> Pihak rektorat masih toleran terhadap aktivitas mahasiswa Islam. 
Saat
> melaksanakan sholat Idul Fitri, Idul Adha, maupun kegiataan hari 
besar
> agama, pihak rektorat masih memberi tempat untuk pelaksanaan.
> 
> Mengapa susah mendirikan masjid di Bali? Ada dua hal. Pertama, bisa
> jadi masyarakat dan pemerintah daerah menerapkan SKB 1969. Karena 
umat
> Islam minoritas, maka untuk mencapai angka 40 keluarga sangat susah
> sehingga masjid pun susah berdiri. Kedua, seperti umat Islam di Jawa
> Barat dan tempat lainnya yang takut dengan Kristenisasi, umat Hindu 
di
> Bali juga takut Islamisasi. Ini merupakan sikap yang wajar dan 
asasi.
> 
> Bagi umat Hindu, bukan hanya masalah agama, tetapi juga masalah
> budaya. Bagaimana jadinya jika budaya dan adat Bali hilang karena
> Islamisasi? Tentu sebutan Bali sebagai Pulau Dewata juga akan hilang
> identitas dirinya. Namun ada catatan positif dari pemerintah daerah
> dan masyarakat Bali. Mereka memperkenankan pembangunan masjid asal 
di
> daerah di mana komunitas umat Islamnya dengan jumlah 40 kepala
> keluarga ke atas. Tak heran bila masjid-masjid di Bali berdiri di
> tempat komunitas asal suku tertentu. Seperti di Kampung Jawa, 
Kampung
> Bugis, Kampung Arab, Kampung Madura, dan di perkampungan-
perkampungan
> nelayan.
> 
> Pemerintah dan masyarakat Bali juga memperkenankan pembangunan 
masjid
> di tempat-tempat instansi negara seperti di kompleks Korem 
Wirasatya,
> Markas Kodam Udayana, kompleks Polda, kompleks Depkeu Bali, kompleks
> Hotel Bali Beach, dan BTDC Nusa Dua. Memang, di tempat-tempat itu
> banyak tentara, polisi, dan karyawan beragama Islam, selain 
menampung
> umat Islam di sekitarnya. Di tempat-tempat itu masjid berdiri sangat
> megah. Bahkan dulu, saat-saat raja-raja di Bali melakukan 
pertempuran
> dengan musuh dan dibantu oleh umat Islam, umat Islam diberi hadiah
> berupa tanah untuk tempat ibadah (masjid).
> 
> Dari itu semua, masyarakat Islam di Bali tidak terlalu masalah 
dengan
> soal pembangunan masjid. Biarpun di Gianyar, Tabanan, Bangli, atau
> Karangasem hanya ada satu masjid, toh umat Islam di sana tetap masih
> bisa melaksanakan ibadah dan hidup rukun.
> 
> SKB masih relevan
> Lalu, apakah SKB ini perlu dicabut? Tentu tidak. SKB ini masih 
relevan
> dan adil. Tidak hanya Kristen dan Katolik yang kena dengan peraturan
> ini. Semua agama kena. SKB ini tidak melarang pembangunan tempat
> ibadah, namun mengaturnya. Jika SKB ini dicabut, tentu masalahnya 
akan
> lebih parah.
> 
> Beberapa hal yang akan terjadi jika SKB ini dicabut, pertama, bisa
> jadi tempat ibadah akan dibangun seenaknya sendiri sehingga seperti
> pedagang kali lima (PKL) mendirikan tempat jualannya di mana saja.
> Akibatnya menggunakan hak orang lain, mengganggu orang lain, kumuh,
> mengganggu pemandangan, dan kesan jorok yang ditimbulkan.
> 
> Kedua, dengan adanya SKB ini, justru tempat ibadah akan dilindungi
> oleh UUD 1945 dan UU No. 39/1999 tentang HAM. Tentu, pelaku 
perusakan
> tempat ibadah akan ditindak karena telah melanggar peraturan yang 
ada.
> Adanya penentangan oleh umat terhadap pelarangan tempat ibadah
> (gereja) itu sah-sah saja karena umat yang bersangkutan melanggar
> peraturan.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------
~-->
> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
> http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
> --------------------------------------------------------------------
~->
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> - This email and any file transmitted with it are confidential and
> are intended solely for the use of the individual or entity whom
> they are addressed, if you are not the original recipient, please
> delete it from your system.
> - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> author only.
> ______________________________________________________________




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke