GALAMEDIA
14/09/2005 Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Paradigma Baru
Oleh: SUHARNO
PENDIDIKAN merupakan sebuah sistem yang terdiri dari input, "process", dan
"output". Selain itu, pendidikan juga merupakan sebuah sistem yang tersusun
dari beberapa komponen. Di antaranya kurikulum, peserta didik, pendidik, tenaga
teknis, fasilitas, dan manajemen yang dirancang secara menyeluruh di mana
masing-masing komponen saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan yang utuh
dalam mencapai tujuan.
Sejalan dengan perkembangan akhir-akhir ini, sektor pendidikan mengalami
penurunan yang signifikan. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menggulirkan
kebijakan di sektor pendidikan melalui Menteri Pendidikan Indonesia Bersatu.
Di antaranya mengubah paradigma dari peningkatan sumber daya manusia menjadi
peningkatan manusia seutuhnya dengan maksud agar pendidikan di Indonesia mampu
memberikan arah yang terencana dalam proses pembelajaran untuk kepentingan
pengelolaan dan pengembangan masyarakat pendidikan.
Sehingga, mereka dapat mengaktualisasikan dan mengekspresikan diri melalui
perubahan sesuai jalur potensi yang dimilikinya. Selain itu, mendudukkan
peserta didik sebagai subjek, bukan lagi sebagai objek. Sehingga, mereka dapat
berperan aktif di masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya agar
dapat memecahkan problem yang dihadapi di masa mendatang.
Dengan digulirkannya paradigma baru, otomatis seluruh stake holder pendidikan,
dari mulai Direktorat Jenderal Pendidikan hingga peserta didik harus
menyambutnya dengan cara seksama demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Misalnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah melaksanakan
penyesuaian rancang bangun kurikulum yang akan digunakan oleh lembaga
penyelenggara pendidikan.
Caranya dengan memadukan pendekatan broad based dengan competency based
curricullum yang diwujudkan dalam rancangan pengorganisasian materi
pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan dengan tujuan agar peserta
didik dapat mengekspresikan kompetensi yang dikuasainya dalam bentuk unjuk
kerja (performance), melaksanakan pekerjaan yang sesungguhnya (real job) serta
alami (natural).
Sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan, peranan sekolah sangat dominan dalam
menentukan naik turunnya mutu pendidikan. Karena itu, sebelum melaksanakan
program hendaknya diawali dengan penyusunan program secara makro, yaitu dengan
mengkaji perlu tidaknya membuka atau menutup program keahlian/jurusan sebagai
tindak lanjut dari program re-engineering.
Kemudian dilanjutkan dengan penyesuaian standar kurikulum yang dirancang oleh
Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka memenuhi kebutuhan pangsa
pasar tenaga kerja setempat. Hal itu dimasudkan agar lulusan yang dihasilkan
dapat terserap oleh dunia kerja serta untuk memberikan kerangka berpikir dan
kerangka kerja yang sistematis.
Dalam penyesuaian kurikulum hendaknya bekerja sama dengan dunia usaha/dunia
industri yang terkait, dapat berupa penajaman, penyesuaian substansi, dan
penyesuaian strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan
lingkungan setempat melalui langkah-langkah kegiatan: - Pengkajian kurikulum
nasional - Inventarisasi kompetensi pangsa pasar tanaga kerja setempat -
Penentuan strategi penyesuaian kurikulum - Penyusunan kurikulum implementasi -
Mendapatkan legalitas dari institusi terkait Apabila telah tersusun kurikulum
implementasi yang kompetitif dan mendapat legalisasi dari institusi terkait
tindak lanjut berikutnya sekolah selaku penyelenggara pendidikan
mengimplementasikan kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran peserta didik
agar kompetensi yang direncanakan dapat tercapai dengan memuaskan melalui
langkah-langkah kegiatan: - Penyusunan program - Inventarisasi sumber daya -
Pelaksananan proses pembelajaran - Melaksanakan penilaian Kegiatan akhir
sekolah sebagai penyelenggara pendidikan dalam menyosialisasikan kebijakan
pemerintah tersebut dengan cara melakukan evaluasi secara menyeluruh. Hal ini
perlu dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana efektivitas pelaksanaan
pembelajaran yang dilakukan di sekolah.
Menurut hemat kami, apabila semua langkah dan prosedur seperti yang diuraikan
di atas dilaksanakan dengan seksama dan pelaksanaannya ditunjang oleh seluruh
stake holder dan masyarakat pendidikan maka kualitas pendidikan di Indonesia
tidak mungkin akan menurun.
Pada kesempatan ini saya mengimbau, mari kita bahu membahu meningkatkan
kualitas pendidikan karena menurut United Nations Development Programme (UNDP),
sektor pendidikan merupakan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. (penulis adalah
praktisi pendidikan di smk pasundan 1 bandung)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/