Jika Mari mengimpor beras sebesar 250 ribu ton, berarti pemerintah harus menghabiskan devisa sebesar US$ 75.000.000.
Di sisi lain, beras hasil tanaman petani di dalam negeri bisa jatuh harganya atau tidak terjual. Ini menyebabkan Indonesia bukan saja semakin tidak mandiri di bidang pangan, juga menyebabkan petani banyak yang menganggur. Harusnya dengan uang US$ 7,5 juta itu, pemerintah bisa membeli beras dari para petani Indonesia, kemudian menjual ke rakyat jika harga bergejolak dengan harga murah. Saya lihat para menteri ekonomi Indonesia memang kurang cerdas dalam bertindak. --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/09/14/brk,20050914-66608,id.html > > Mari: Impor Beras untuk Cegah Harga Naik > Rabu, 14 September 2005 | 20:46 WIB > > TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perdagangan Mari > Elka Pangestu menyetujui rencana impor beras oleh > Perum Bulog karena pembelian beras dari dalam negeri > dinilai akan menyebabkan harga beras di pasar naik. > > "Bulog tidak bisa membeli dari dalam negeri," ujar > Mari, Rabu (14/9). "Permintaan beras dalam jumlah > besar akan meningkatkan harga beras di pasar." > > Pemerintah memberikan izin kepada Bulog untuk > melakukan impor beras sebanyak 250 ribu ton. > Padahal, surat Menteri Perdagangan tertanggal 24 > Juni 2005 justru memperpanjang larangan impor beras > hingga akhir 2005 kecuali bila stok Bulog kurang > dari 1 juta ton dan harga beras medium di pasar > lebih dari Rp 3.500. > > Saat ini, stok beras di Bulog masih 1,6 juta ton. Di > samping itu, harga rata-rata atas beras medium > September masih sekitar Rp. 3.224. > > Mari menambahkan, pemerintah memberikan izin impor > juga karena Bulog memerlukan tambahan stok untuk > penyaluran beras untuk rakyat miskin. Dengan stok > 1,6 juta ton, dan kebutuhan Bulog 720 ribu ton untuk > program itu, sisa stok hingga akhir tahun hanya 900 > ribu ton. > > "Kami antisipasi saja, belum tentu Bulog impor > seluruhnya," kata Mari. Ia menambahkan, Bulog akan > mengimpor beras secara bertahap sambil melihat > keadaan pasar. > > Kekhawatiran berbagai pihak akan terdistorsinya > pasar akibat impor ini, menurut Mari, tidak akan > terjadi jika Bulog tetap pada komitmennya bahwa > impor hanya untuk kebutuhan penyaluran raskin. > Indriani Dyah S > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

