Kalau tunawisma atau gembel yang ada di jalanan bisa tidak punya kartu gakin? Sebab belum tentu mereka punya KTP.
Apa mereka kalau sakit akan mati begitu saja di jalan? --- irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pada tanggal 7/31/05, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> > menulis: > > > > Kalau mau apply kartu Gakin bisa lewat RT atau > posyandu setempat kok. > > Terkadang kesulitannya, ketika kartu ini > ditawarkan ke masyarakat, > > mereka udah duluan skeptis, merasa bukan mereka > yang seharusnya > > mendapatkan hal semacam ini. Namun ketika sakit > itu datang, dan > > Gakin tidak ditangan, apa hendak kita lakukan ? > > > Ini sedikit kabar dari situs detik.com > <http://detik.com>. > Ada yang bisa bantu bahas? :-) > > Wassalam, > > Irwan.K > Jakarta, Indonesia > > detikNews 14/09/2005 10:28 WIB > > Menkes Marah Saat Sidak di Yogya > Bagus Kurniawan - detikcom > Yogyakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah > Supari marah ketika > mengetahui ada warga miskin yang berobat di rumah > sakit di Yogyakarta tetap > diharuskan membayar biaya berobat. > > Tidak hanya itu, Fadilah juga sempat memarahi dokter > yang dijumpai karena > Direktur dan Wakil Direktur RSUD Wirosaban > Yogyakarta belum hadir. > > Kejengkelan dan kemarahan perempuan Solo kelahiran 6 > November 1950 itu > terjadi > ketika rombongannya melakukan inspeksi mendadak di > RSUD Wirosaban Kota > Yogyakarta di Jl Wirosaban Umbulharjo, Selasa > (13/9/2005). > > "Pemegang kartu sehat harus gratis. Kembalikan uang > Bapak ini karena dia > punya > kartu sehat. Mereka berhak berobat di Puskesmas atau > rumah sakit kelas III," > kata Fadilah kepada petugas rumah sakit. > > Setelah dimarahi oleh Fadilah, petugas rumah sakit > itu tanpa banyak bicara > lagi akhirnya mengembalikan uang Rp 240 ribu milik > Subardjo (55), warga > Sewon > Bantul, ketika berobat di RSU Wirosaban. Fadilah > mengatakan, pasien seperti > Subardjo itu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan > gratis karena sudah > memegang kartu sehat. > > Saat dikembalikan, Subardjo yang saat itu tengah > terbaring di tempat tidur > didampingi istrinya mengucapkan terima kasih kepada > Menteri Kesehatan. > "Alhamdulillah, terima kasih, uang ini bisa saya > belikan beras," katanya > pelan. > > Sementara itu menurut petugas pelayanan rumah sakit > kepada Menkes, > Subardjo tetap dipungut biaya walau memegang kartu > sehat karena obat > yang ada dalam resep tidak termasuk dalam daftar > obat kerjasama > pemerintah dan PT Askes. > > Namun dengan serta merta Fadillah langsung memotong > pembicaraan dengan > nada tinggi. "Ada dalam daftar atau tidak, pemegang > kartu sehat harus > mendapat > pelayanan gratis," tegas perempuan berkacamata itu. > > Setelah mendatangi dan menanyai beberapa pasien yang > di rawat di kelas III > rumah sakit tersebut, Fadilah juga sempat marah > ketika mengetahui direktur > dan > wakil direktur rumah sakit belum datang. Menkes pun > memarahi dokter yang > kebetulan dia jumpai. > > "Sebagai dokter, saya tahunya mendiagnosa dan > membuat resep obat. > Mengenai apakah resep itu mau ditebus atau tidak, > gratis atau tidak itu > wewenang > bagian pelayanan," kata dr Isharyanto, salah satu > dokter di RSUD Wirosaban. > > Sidak Puskesmas > > Seusai melakukan sidak di RUSD Wirosaban, Menkes > beserta rombongan > melanjutkan > sidak ke Puskesmas Umbulharjo II yang terletak > sekitar 500 meter dari ruma > sakit. > Di puskesmas, Fadilah menemukan adanya prosedur yang > mempersulit pasien > miskin untuk memperoleh kartu sehat. Sebab, pasien > harus mengurus kartu > sehat > sampai ke kecamatan dan Dinas Sosial. > > "Seharusnya cukup sampai ke kelurahan saja. Masa > orangnya sudah sakit > disuruh > sampai ke kecamatan dan Dinas Sosial. Selain > membutuhkan waktu lama ini juga > menambah biaya sementara pasien keburu sakit parah," > katanya. > > Untuk memberikan pelayanan yang baik, ia menyarankan > didirikan pos khusus > yang melayani pembuatan kartu sehat bagi masyarakat > miskin. > "Petugas tersebut yang harus mengurus keperluan > kartu sehat, bukan orang > yang sakit," tegas Fadilah. > > Secara terpisah Kepala Puskesmas Umbulharjo II drg > Hetty Handayani usai > sidak > mengungkapkan, pihaknya tidak mungkin menyediakan > petugas yang khusus > melayani kartu sehat karena di wilayah Umbulharjo > jumlah masyarakat miskin > yang terdaftar mencapai 2.992 orang. (nrl) > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

