Refleksi: Alangkah luar biasa ide Gonggong, yang disiksa meminta maaf kepada penyiksa. Tiap kali digebuk harus bilang maaf kepada algojo. Kalau dirampok minta maaf kepada perampok. Memang aneh bin ajaib dunia Indonesia mereka.
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=189377 Jumat, 16 Sept 2005, Korban G 30 S PKI Harus Bisa Memaafkan JAKARTA - Sejarawan Anhar Gonggong meminta keluarga korban kekejaman G 30 S PKI bisa memaafkan para pelaku peristiwa tersebut. Sebab, dendam tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan akan berdampak negatif terhadap kehidupan keluarga pelaku. Anhar menyampaikan itu dalam acara silaturahmi Kepala Divisi Penerangan AD dengan wartawan media massa di Mabes TNI-AD, Jalan Veteran, Jakarta. Acara yang digelar dalam rangka menyambut peringatan peristiwa G 30 S PKI itu juga dihadiri keluarga korban. Mereka, antara lain, Salomo Pandjaitan, putra ketiga D.I. Pandjaitan; Hariyanto Haryono, putra ketiga M.T. Haryono; dan Untung Yani, anak ketujuh Jenderal anumerta Ahmad Yani. Hadir juga Sukidman, saksi sejarah G 30 S PKI, dan A.S. Tambunan, mantan anggota Mahkamah Meliter Luar Biasa. Mereka secara bergantian memberikan testimoni tentang peristiwa tersebut. Lebih jauh, Anhar mengatakan bahwa keluarga pelaku seharusnya juga mendapatkan perhatian pemerintah. Misalnya, nama baiknya direhabilitasi. Sebab, dulu ada kesan, bila ayahnya PKI, anaknya juga PKI. "Akibatnya, anak tersebut tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya," terang Anhar. Menurut Anhar, yang perlu juga dipikirkan sekarang adalah bagaimana proses dendam itu tidak berkembang dengan cara memilah-milah apa yang sebenarnya terjadi. Artinya, siapa yang melakukan dan apa yang terjadi tidak mesti harus ditanggung keluarga atau kerabat yang belum tentu memiliki keterkaitan. Dia menandaskan, pemerintah juga harus mengakhiri stigmatisasi dengan cara-cara tertentu. Misalnya, dengan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), kemungkinan merupakan salah satu jalan yang baik untuk mengakhiri stigmatisasi itu. "KKR mestinya berproses ke arah mengakhiri stigmatisasi," kata Anhar. (cak/wws) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

