Segala macam perwira Polisi dan TNI harus dimasukkan ke LEMHANAS lagi,
diajarin supaya tahu bahwa zaman sudah berubah
Perubahan itu pasti, pastikan hal itu terjadi dengan inisiatif sendiri
dimana anda masih bisa memilih jalan mana yang terbaik untuk anda.
Kalo diserahkan sama UNHCR atau WHO urusannya jadi HAM.
Itu saja,
Samudjo
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, September 21, 2005 9:51 AM
Subject: Re: [ppiindia] Buat Mbak Fau:Polisi Membubarkan Rapat Umum Petani
di Lombok


>
> itu karena tindakan indonesia yang keblinger  ...  siapa yang menanam
> dia lah yang menuai  ....   ini moto dari petani,  tuai dan menuai   ....
>
>
>
>
>
>
> ini tanda2 indonesia bakal terpecah2......
> menjadi beberapa bagian......sudah kelihatan....................
> Dengan isu2 dalam negeri orang2 luar berusaha mengangkat jadi isu
> internasional.....
> Wah bakal kacau negara kita,..setelah kasus HAM di Abepura..sekarang
nambah
>
> lagi kasus....HAM petani..di NTB
>
>  On 9/20/05, zalwa setiyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Mohon solidaritas anda. Terima kasih.
> >
> > salam
> > andreas isw
> >
> >
> > La Via Campesina
> > International farmers movement
> >
> > Movimiento campesino internacional
> >
> > Mouvement paysan international
> > Jl. Mampang Prapatan XIV No. 5 Jakarta 12790 Indonesia
> > Phone/fax 62-21-799 1890 email:
> > <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> > [EMAIL PROTECTED]
> > PRESS RELEASE
> > Mataram, 18 September 2005
> >
> > Polisi Membubarkan Rapat Umum Petani di Lombok
> > 37 Petani Ditembak dan Luka-Luka
> >
> > Pada tanggal 18 September delegasi internasional yang
> > terdiri dari 15
> > orang pemimpin petani La Via Campesina dari India,
> > Bangladesh, Korea
> > Selatan, Eropa, USA, Brazil, Nicaragua, Mexico,
> > Mozambique, Republik
> > Dominika, Kuba dengan didampingi oleh 50 orang petani
> > anggota FSPI dan
> > perwakilan dari beberapa LSM Internasional mengunjungi
> > provinsi Nusa
> > Tenggara Barat (NTB).
> > Delegasi internasional akan melaksanakan misi
> > melakukan verifikasi
> > sehubungan dengan pelanggaran hak asasi petani yang
> > terjadi karena
> > petani berusaha melindung tanah pertaniannya,
> > pelanggaran hak asasi
> > petani dilakukan oleh pemerintah daerah, polisi, dan
> > preman setempat.
> > Delegasi telah menerima izin resmi dari MABES POLRI di
> > Jakarta untuk
> > melakukan kunjungan lapangan kedaerah tersebut. Izin
> > resmi ini mendadak
> > di cabut tanpa ada keterangan yang melibatkan kedua
> > belah pihak.
> > Pada pukul 08.00 WITA tanggal 18 September polisi NTB
> > melakukan
> > intervensi dan mengancam akan membubarkan rapat umum
> > yang dihadiri 700 -
> > 1000 petani yang sedang menunggu kedatangan rombongan
> > petani La Via
> > Campesina. Pada pertemuan tersebut petani bermaksud
> > menyampaikan situasi
> > yang mereka hadapi termasuk pelanggaran HAM yang sudah
> > mereka alami
> > sejak tahun 1995, tapi polisi menghalang-halangi
> > ketibaan delegasi
> > internasional dan membubarkan secara paksa rapat umum
> > petani tersebut.
> > Perwakilan petani bermaksud membacakan deklarasi
> > public, tapi pihak
> > kepolisian tidak mengizinkannya, tiba-tiba tanpa ada
> > peringatan polisi
> > menembak kearah kerumunan massa. Sampai pukul 16.00
> > WITA, diketahui 37
> > petani ditembak dan luka-luka, beberapa petani
> > krisis.
> > Delagasi internasional dilarang memasuki daerah rapat
> > umum. Tapi
> > delegasi internasional berkesempatan menyampaikan
> > kecaman mereka
> > berkaitan dengan kekerasan yang dihadapi petani, serta
> > mendukung
> > perjuangan petani guna memenuhi kebutuhan hidupnya
> > dengan melakukan aksi
> > didepan POLDA NTB. Delegasi Internasional berbicara
> > atas nama petani
> > dunia dalam aksi tersebut. Paul Nicholson petani dari
> > Eropa berkata, "
> > Kami terkejut melihat kenyataan bahwa petani Indonesia
> > tidak memiliki
> > hak untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari rasa
> > takut, Sebagai
> > gerakan petani Internasional La Via Campesina kami
> > memprotes keras
> > kejadian ini dan berjanji akan memberikan dukungan
> > internasional dan
> > solideritas kepada petani-petani Lombok. Kami akan
> > membawa isu ini ke
> > negara kami dan menuntut pemerintah Indonesia untuk
> > menghukum pelaku dan
> > menjamin dilindunginya hak-hak azasi petani. Jika
> > pemerintah Indonesia
> > gagal melaksanakan ini, kami akan membawa kasus in ke
> > Komisi Tinggi Hak
> > Azasi Manusia PBB"
> > Juana Ferrer petani perempuan dari Republik Dominika
> > berkata, " Suatu
> > hal yang memalukan pemerintah mengusir petani dari
> > tanahnya, merusak
> > produksi pangan mereka di Lombok sementara pada saat
> > yang sama daerah
> > ini mengalami rawan pangan yang kebanyakan di derita
> > oleh petani-petani
> > tak bertanah (gurem).
> > Henry Saragih, Koordinator Internasional La Via
> > Campesina dan sekjen
> > FSPI berkata, "kami tidak dapat menerima tindakan
> > kriminal yang
> > dilakukan oleh pemerintah daerah dan polisi, yang
> > dengan tanpa sebab
> > menembaki petani dan melarang petani melakukan rapat
> > umum guna menyambut
> > kedatangan delegasi petani Internasional dari La Via
> > Campesina"
> > Delegasi La Via Campesina telah mempelajari situasi
> > ini dan akan
> > melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
> > - Dalam beberapa hari ini delegasi
> > internasional akan memberikan
> > dukungan dengan melakukan aksi-aksi bersama dan
> > melakukan pertemuan
> > dengan media internasional.
> > - Menuntut pihak kepolisian agar menarik
> > aparat dari tanah-tanah
> > petani.
> > - Membuka akses bagi petani untuk memasuki
> > tanah pertanian
> > mereka dan memindahkan blockade polisi, sehingga
> > petani-petani dari
> > serikat tani yang lain, FSPI, dan La Via Campesina
> > bias dengan bebas
> > memasuki lokasi rapat umum.
> > - Mulai melakukan kampanye internasional untuk
> > menghukum pelaku
> > penembakan petani.
> > - Mendesak pemerintah Indonesia untuk
> > menghormati hak azasi
> > petani-petani Lombok agar tetap tinggal di tanah
> > pertanian mereka dan
> > melindungi petani dari kekerasan aparat.
> > - Mengkategorikan kejadian ini sebagai
> > pelanggaran HAM dan
> > mendesak pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan
> > masalah ini dengan
> > meibatkan Komisi Tinggi HAM PBB.
> >
> >
> > Untuk Informasi Lebih Lanjut hubungi:
> >
> > Henry Saragih: Koordinator Internasional La Via
> > Campesina and Sekjen
> > FSPI (Federasi Serikat Petani Indonesia) HP: 08163
> > 144441
> > Ahmad Ya'kub, Deputy study kebijakan dan kampanye
> > FSPI. HP 0817712347
> > Delegasi La Via Campesina di Mataram: HP 08163-144441,
> > 08158 6699975,
> > 08177 12347
> > Wahidjan, Sekjen Serta NTB (Serikat Petani Nusa
> > Tenggara Barat), anggota
> > FSPI: HP 08175714911
> >
> > Informasi tentang konflik pertanahan
> >
> > Konflik tanah ini berada di Indonesia, Provinsi NTB,
> > desa Tanak Awu dan
> > 3 desa yang lain di Lombok Tengah. Pemrintah daerah
> > Lombok berusaha
> > mengusir petani dari lahan subur seluas 850 ha yang
> > telah dibangun infra
> > structure seperti irigasi, lokasi tanah ini merupakan
> > wilayah yang
> > direncanakan akan dibangun bandara internasional guna
> > peningkatan
> > kunjungan wisata dengan mengorbankan tanah subur
> > sebagai penghasil
> > pangan di wilayah ini.
> > Konflik pertanahan yang terjadi antara petani dari
> > PEMDA Lombok telah
> > meyebabkan terjadi pelanggaran HAM sejak 1995.
> > Misalnya pada tanggal 23
> > Agustus 2005, sebanyak 2.631 petani yang tinggal di
> > Tanak Awu diancam
> > oleh PEMDA setempat dengan didukung oleh kepolisian
> > guna mengusir petani
> > dari tanah pertaniannya. PEMDA setempat dan pihak
> > swasta mengatakan
> > bahwa pembanguna Bandara internasional ini akan
> > mendatangkan keuntungan
> > yang besar bagi masyarakat Lombok.
> > Pada kenyataannya rencana ini bertentangan dengan
> > keinginan masyarakat
> > setempat. Jumlah kunjungan wisat semakin menurun dan
> > bukan menjadi
> > prioritas provinsi NTB, sedangkan peningkatan produksi
> > pangan menjadi
> > sangat penting melihat kenyataan bahwa NTB adalah
> > salah satu provinsi
> > yang mengalami busung lapar dan gizi buruk. Sedangkan
> > PEMDA berusaha
> > mengundang investor untuk membangun bandara.
> > Preman-preman setempat dan
> > polisi dikerahkan untuk mengintimidasi warga agar
> > mendukung pembangunan
> > bandara tersebut.
> >
> > ***
> > =====================================================================
> > adakah 'hutang' itu ada di Tanak Awu?
> > Zalwa Setiyadi
> >
> >
> >
> >
> > Get your Free E-mail at http://balita.zzn.com
> > ___________________________________________________________
> > Get your own Web-based E-mail Service at http://www.zzn.com
> >
> >
> >
> >
> >
>
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
> >
> >
>
***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________
>
> Disclaimer :
> - This email and any file transmitted with it are confidential and
> are intended solely for the use of the individual or entity whom
> they are addressed, if you are not the original recipient, please
> delete it from your system.
> - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> author only.
> ______________________________________________________________
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>

DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely 
for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others 
authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged 
information or otherwise protected by law from disclosure and is intended 
solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you 
are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited 
and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any 
documents or views presented are solely those of the sender and do not 
constitute official documents or views of  PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you 
received this email in error, please immediately notify the sender or our email 
administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke