Terimakasih banyak, terutama untuk hitung-2 an
perbandingan besarnya income TKI dibanding dengan
dana untuk keluarga miskin - berasal dari dana
kompensasi BBM yang bisa diberikan pemerintah
saat ini.
Memang kebijakan mengenai TKI ini serba dilematis
- kalau menggunakan kacamata "sekular", mungkin
juga bisa saya katakan bahwa "bekerja" itu juga
merupakan hak dari Warga Negara ( Hak untuk mendapat
penghidupan yang layak, seperti tercantum dalam UUD-1945 ).
- dari kacamata ajaran Islam, sebetulnya saya melihatnya
cukup "problematik", karena:
=> menurut ajaran Islam, tanggung jawab mencari nafkah
sebetulnya ada di pundak suami. Jadi kalau ada
suami yang sampai "merelakan" isterinya pergi merantau
untuk membantu mencari nafkah, ini sudah "problematik"
( kalau isteri bekerja tanpa harus merantau/pisah dari
keluarga, ya mudah-2 an tidak menjadi masalah ).
=> kedua, membiarkan anggota keluarga kita ( anak wanita,
adik wanita, atau bahkan isteri ) pergi merantau ke
LN *-tanpa di dampingi oleh Muhrim-* bagi sebagian
kalangan Muslim is actually *-unacceptable-*. Jangan
kan itu, bahkan untuk pergi haji saja, yang resiko
di "jahili" orangnya rendah, masih banyak yang melarang
adanya Jema'ah haji wanita pergi haji tanpa didampingi
Muhrim, setahu saya di Indonesia pun juga begitu
peraturannya, meskipun tidak diterapkan secara sangat
ketat. Padahal perginya TKW - terutama yang akan
bekerja sebagai low-level worker, apalagi sebagai
Pembantu Rumah Tangga, resiko mendapat pelecehan
seksual di LN cukup besar.
- Kritik untuk pemerintah, saya bisa memaklumi jika
kemampuan pemerintah RI untuk memberikan perlindungan
di LN bagaimanapun terbatas, karena itu di luar wilayah
jurisdiksinya. Yang saya tidak habis pikir adalah
mengapa pemerintah RI *-tidak mampu-* memberikan
"perlindungan terhadap TKI" dari resiko Pungli oleh
aparat-2 nya sendiri (bea cukai dsb.) di Bandara-bandara
yang nota bene semuanya ada di wilayah RI, dan seharusnya
cukup simple sistem pengawasannya?
====( IM )================================================
--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dengan pendapatan Rp 34 trilyun per tahun, para TKI
> tsb bisa memberikan Rp 100 ribu per bulan ke 28 juta
> lebih penduduk Indonesia. Jauh lebih banyak ketimbang
> dana pemerintah yang hanya meliputi 15,5 juta penduduk
> (kalau tidak dikorup :)
>
> Oleh karena itu saya menentang usaha untuk
> menghentikan pengiriman TKI ke Luar Negeri. Apalagi
> jika di dalam negeri tidak ada lowongan kerja yang
> cukup atau peluang usaha sangat sulit.
>
> Meski demikian, pemerintah/LSM harus memberikan
> perlindungan bagi para TKI baik di bandara, mau pun
> di luar negeri. Memberi mereka advokasi hukum jika
> mengalami masalah.
>
> --- imuchtarom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> >
> > Kalau dibanding dengan pemasukan devisa dari
> > ekspor barang non-migas yang nilainya lebih
> > kurang $50 - 60B/ tahun, pemasukan devisa
> > dari para TKI 3.4 B/tahun rasanya sudah cukup
> > berarti, hampir mencapai 10% dari nilai ekspor.
> >
> > Kalau dinilai "produktivitas/jiwa" pekerja Indonesia
> > di LN dibanding dengan yang di dalam negeri, tentu
> > jauh lebih tinggi produktivitas TKI di LN (maksud
> > saya jumlah/nilai rata-2 Income/jiwa).
> >
> > Kalau di-ukur terhadap GDP Indonesia total, memang
> > belum terasa besar. Kalau tidak salah GDP Indonesia
> > kira-2 $200 B/tahun.
> >
> > wassalam wr. wb.
> >
> > ====( IM )===========================================
> >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/