Hallo mas Rio. Per-tama tama boleh saya terangkan, bahwa setiap produk hukum didalam UE diintegrasikan menjadi produk hukum Uni Eropa (UE).
1) "perselingkuhan". Delik ini telah lama dihapus dari Hukum Pidana, dan dianggap tidak exist, karena ini masalah pribadi. beberapa tahun yang lalu, "perselingkuhan" sebagai dasar pidana yang menyebabkan perceraian, juga dihapus. 2) "kekerasan dalam rumah tangga" kini makin diperhatikan, terutama berkat kegiatan LSM LSM wanita, dan gerakan Partai Hijau. "kekerasan dalam rumah tangga" diancam oleh Hukum Pidana. Negara sangat aktif dalam hal ini. Dan wewenang polisi sangat diperluas. Austria termasuk negara maju dalam masalah hukum, juga banyak pemikir Austria yang masuk dalam pelajaran Hukum di fakultas Hukum kita. Yustitia sudah merupakan tradisi lama disini, sejak zaman kekaisaran. Ini khas bagi bangsa bangsa ras Germania. Sumber hukum mereka adalah dua: Hukum Romawi dan Hukum Germania. Kekuatan perangkat Yustitia disini adalah: konsistent, tak ada ketumpang tindihan dengan produk hukum lain, baik dalam wilayah Hukum Administrasi, Konstitusi ataupun perundangan lainnya. Lat but not least, Hakim, Jaksa dan Polisi dapat dijadikan panutan. Ini sama dengan di Jerman, Swiss dan negara negara Nordic (Skandinavia). Di wilayah domestik, Hukum menganmbil peranan sentral. Pria yang menghamili wanita, apakah ini isteri atau siapapun, wajib memelihara sianak yang dilahirkan sampai anak berusia 27 tahun! Gaji si pria langsung dipotong atas perintah pengadilan tiap bulan. Lari dari kewajiba? tak mungkin, data dikirim keseluruh negara yang menandatangani perjanjian sosial dengan Austria (sampai ke Amerika utara). Pendidikan anak anak sangat dimonitor negara. Orang tua atau bagian dari orang tua yang mentelantarkan kwewajiban akan langsung kehilangan hak memelihara anak. Anak langsung diambil negara. Disini ada yang namanya "Frauenhaus", atau "Rumah wanita" di-manage oleh LSM, dimana wanita yang diancam kekerasan oleh suami atau pacar dan teman hidup mendapatkan perlindungan, tinggal cuma cuma, sampai perkara diselesaikan via pengadilan. Kehidupan sexual disini masuk dalam wilayah privacy. Negara tak mencampurinya. Kecuali kalau ada delik yang timbul karenanya (misalnya memakai kekerasan, perkosaan, dsb). Semoga info ini dapat membantu. salam danardono --- In [email protected], "Rio Wardhanu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Danar, > Sejauh mana warga Austria menyikapi "perselingkuhan"? > Dan apakah ada pengalaman/fakta di sana, secara legal pemerintah masuk > Dalam wilayah "domestic" keluarga, terutama masalah kekerasan di dalam > rumah tangga? > Karena mungkin kita bisa belajar ata setidaknya mengambil "hikmah" dari > negara "maju" seperti di Austria sana... > > Salam, > rio > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Samudjo > Sent: Wednesday, September 21, 2005 3:28 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [ppiindia] Poligami (was Re: yang suci dan yang profan ) > > Doa in aja biar insap Bu Lina, > Kalo sudah insap terus minta maap, > Ya kita maapkan, > Namun hukumannya harus tetap dijalankan > Orang model begini Ga bisa dipercaya lagi > Sekali lancung ke ujian, seumur orang tak percaya, > Samudjo > ----- Original Message ----- > From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, September 21, 2005 2:49 PM > Subject: [ppiindia] Poligami (was Re: yang suci dan yang profan ) > > > > Iya Mbah, laki2 kayak gitu cemen/banci banget! Gak berani nyerein, > > akhirnya memadu, tapi juga gak ngasih nafkah ke istri pertama dan > > anaknya..kan..mau enaknya aja! > > > > Yang lebih pedih lagi Mbah ada suami main kasar sampe nendang istri > > yang lagi hamil, akhirnya bayinya lahir prematur. Salah gak kalo > > istri minta cerai? Untung cerai itu halal, meski dilaknat. > > > > Saya itu bingung mbah, kalo ada orang curhat yang model begini. > > Dalam hati sih mo bilang...udah gugat cerai aja...tapi kan gak bisa > > saya memberi pikiran kayak gitu selain bersabar..bersabar..bersabar. > > Pikiran kayak gitu harus datang dari dirinya sendiri. > > > > Duh, moga2 gak ada lagi yg curhat2 model gini. > > > > Salam curhat, > > Lina > > > > DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended > solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed > and others authorized to receive it. It may contain confidential, > legally privileged information or otherwise protected by law from > disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you > are not the intended recipient you are hereby notified that any > disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on > the contents of this information is strictly prohibited and may be > unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any > documents or views presented are solely those of the sender and do not > constitute official documents or views of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. > If you received this email in error, please immediately notify the > sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete > it from your system. Thank you. > > > > > > ********************************************************************** ** > *** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- india.org > ********************************************************************** ** > *** > ______________________________________________________________________ __ > __ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

