Sorry buat rekan" yang lain.. Weleh-weleh jadi curhat nih.. :-) Itulah bos, sebenarnya kalau kita mau keras"an,sebenarnya ada hal" yang mengganjal.. Ya ujung"nya keluarga kita mengalah juga.. Apalagi kita termasuk pihak yang gak mau hubungan yang (ingin) dibentuk jadi rusak. Berapapun harganya termasuk menambah beban pikiran (Alm) Ibu saya yang waktu itu sedang sakit.. Atau mungkin (Alm) Ibu saya ingin menunaikan kewajibannya (menikahkan anak) sebelum meninggalkan dunia..
Tapi yang saya garis bawahi adalah sikap 'paling benar/suci sendiri'-nya itu. Termasuk ke kalangan keluarga yang dianggap tidak sejalan. Apalagi soal 'manipulasi' agar para pengikut 'wajib' setia kepada para elit dan keputusannya. Meskipun dibungkus dengan berbagai istilah - mengelak dari kata taqlid tapi pake istilah tsiqoh, etc-.. Wallahu a'lam.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K Pada tanggal 9/22/05, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Wah, itu dia contoh seperti ini yang bikin saya gak setuju dengan harokah. > Menikah itu kan menghubungkan dua keluarga. Dan justru proses awal ini > ngelibatkan keluarga dari awal, biar sama sama ngerti, jelas, transparan, > dan saling menjaga dan dijaga he he he .... Makanya kalo jadi anak > harokah, > tapi pengen hubungan dengan kelaurga dan antar keluarga tetap harmonis, > pas > kawin gak usah ngajak ngajak murobbi, apalagi kalo murobbinya gak jelas > konsepnya gini :)) > > Kalo buat urusan muamalah dan sosial antar masyarakat gini, pede aja > dengan > pendapat sendiri dech, sing penting nilai moral terjaga, hubungan antar > keluarga juga oke. > > salam, > Ari Condro > > ----- Original Message ----- > From: "irwank" <[EMAIL PROTECTED]> > > Kita sampai bilang, kalo takut dianggap berduaan (berkhalwat) keluarga > sudah > ngerti. Rumah (Alm) Ibu saya dulunya sering dipake rapat anak" liqo > (gank-nya adik saya juga) bahkan sempat menjadi kantor di bawah DPRt. Kita > sampai memberi jalan keluar agar mengajak calonnya itu dengan teman"nya. > > Tapi tetap saja 'ide baik' itu tidak diterima. Padahal niat kami untuk > mendapat gambaran bagaimana si calon tadi, khususnya soal sikap/responnya > dalam berinteraksi dengan keluarga - agar kami tidak 'mendapat kucing > dalam > karung'. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

