** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
GARAMEDIA
24/09/2005 


Tim Ekonomi SBY-JK Tidak Mengabdi Kepada Kepentingan Rakyat (1)
Oleh: TIM INDONESIA BANGKIT


SEJAK pembentukkan Kabinet Indonesia Bersatu, rakyat sudah meragukan Tim 
Ekonomi SBY-JK. Bahkan, segera setelah diumumkan, protes dan penolakan segera 
merebak, menuntut SBY-JK segera mengganti menteri-menteri ekonominya. Dengan 
kompisisi Tim Ekonomi yang didominasi oleh mereka yang lebih mewakili 
kepentingan kelompok bisnis (yang memiliki track record negative) dan 
kepentingan internasional, sangat sulit mengharapkan Tim Ekonomi SBY-JK akan 
melakukan pengabdian sungguh-sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Keraguan rakyat terhadap keberpihakan Tim Ekonomi kepada rakyat telah terbukti. 
Hanya dalam waktu enam bulan sejak dilantik, sudah terlalu banyak fakta 
kebijakan dan tindakan yang membuktikan bahwa Tim Ekonomi Kabinet Indonesia 
Bersatu memang tidak sedang mengabdi kepada rakyat.

Fakta tersebut tidak terlalu mengejutkan karena komposisi Tim Ekonomi memang 
tidak secara lengkap mewakili stakeholders dari negara ini. Tim Ekonomi yang 
lebih didominasi oleh perwakilan kalangan bisnis dan kepentingan internasional, 
berakibat pada kebijakan ekonomi pemerintah yang lebih memihak kepada 
kepentingan sekelompok bisnis dan kreditor, serta tidak berpihak kepada rakyat 
dan kepentingan nasional.

Sebagai konsekuensi dari komposisi Tim Ekonomi yang timpang tersebut, visi dan 
janji keberpihakan Presiden SBY kepada rakyat tidak tercermin pada kebijakan 
yang diambil Tim Ekonomi. Bahkan, cenderung bertolak belakang.

Dengan ketidaksetaraan visi antara presiden dan Tim Ekonomi, ditambah tidak 
adanya leadership dan minimnya kapabilitas personel maupun profesional Tim 
Ekonomi, beban persoalan ekonomi yang harus ditanggung pemerintah terus 
bertambah. Alih-alih menyelesaikan persoalan-persoalan yang telah ada, 
kebijakan Tim Ekonomi justru makin memperburuk kondisi ekonomi nasional.

Oleh karenanya, sudah saatnya bagi rakyat untuk menuntut Presiden SBY segera 
melakukan evaluasi terhadap Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Karena 
penundaan dalam melakukan perubahan, akan berakibat pada makin beratnya beban 
rakyat terutama golongan bawah.

Berikut adalah bukti sejumlah tindakan dan kebijakan Tim Ekonomi yang 
memberikan dampak negatif langsung bagi rakyat. Kebijakan-kebijakan tersebut 
sangat jelas menunjukkan tidak adanya keberpihakan Tim Ekonomi terhadap rakyat. 
Pencabutan subsidi pupuk

Keputusan pencabutan subsidi (atau menaikkan harga) pupuk jenis SP-36 sebesar 
25% dan ZA sebesar 40% pada awal tahun 2005, merupakan pilihan kebijakan yang 
sangat membebani rakyat kecil. Pengguna pupuk jenis SP-36 dan ZA umumnya adalah 
para petani tebu dan hortikultura yang mayoritas adalah petani gurem, bukan 
petani besar. Luas lahan yang mereka miliki pun relatif sangat kecil sehingga 
kenaikan pupuk, terutama jenis ZA, praktis akan meningkatkan ongkos produksi 
secara signifikan. Apalagi, kenaikan tersebut dilakukan pada masa pemupukan, 
ketika kebutuhan petani tebu terhadap pupuk sedang meningkat. Meskipun akhirnya 
kebijakan pencbutan subsidi dicabut, atas desakan petani secara luas, fakta 
tersebut telah menunjukkan ketidakpahaman Tim Ekonomi terhadap kebutuhan dan 
aspirasi petani.


Meneruskan kebijakan perebutan rente hasil tata niaga gula

Ketika adanya tekanan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, Menteri 
Perdagangan justru terus memperpanjang pola tata niaga gula. Akibat kebijakan 
ini:

Pertama, rakyat kecil yang lebih banyak mengonsumsi gula sebagai pengganti 
kekurangan kalori, harus menanggung beban yang sangat tinggi karena kenaikan 
harga gula domestik yang saat ini telah mencapai Rp 6.000,-/kg. Padahal, harga 
gula di tingkat internasional hanya sekitar Rp 3.000,-/kg. Jika pemerintah 
memiliki keberpihakan kepada rakyat, maka kebijakan tata niaga gula tidak perlu 
diperpanjang.

Kedua, keputusan pemerintah untuk memperpanjang tata niaga gula tanpa melakukan 
evaluasi dan perubahan, telah mengakibatkan akumulasi rente ekonomi terus 
dinikmati oleh sekelompok oligakri raja gula dan perantara seperti Inkud, Panca 
Niaga, Bulog, dll., serta tidak memberikan manfaat bagi perbaikan industri gula 
nasional.

Dengan memberi izin impor gula sebesar 500 ribu ton pada tahun 2005, maka rente 
ekonomi dari tata niaga gula tersebut diperkirakan sekitar Rp 1.500,-/kg 
sehingga total rente ekonomi tahun 2005 sekitar Rp 750 miliar. Jika saja 
akumulasi rente ekonomi dari tata niaga gula tersebut dimanfaatkan untuk 
kepentingan industri gula nasional seperti untuk membangun pabrik gula baru dan 
memperbaharui bibit tebu milik petani, maka perpanjangan tata niaga gula masih 
dapat diterima.


Melepas harga beras pada mekanisme pasar

Kebijakan perberasan yang dikeluarkan pada tanggal 2 Maret 2005 tidak 
mengandung semangat keberpihakan kepada petani. Ada dua alasan yang menunjukkan 
tidak adanya kepedulian Tim Ekonomi kepada petani kecil.

Pertama, Tim Ekonomi telah mengganti istilah harga dasar pembelian pemerintah 
(HDPP) dengan harga pembelian pemerintah (HPP). Dengan pergantian tersebut, Tim 
Ekonomi tidak lagi memiliki tanggung jawab untuk menjamin harga gabah dan 
cenderung akan dilepas kepada mekanisme pasar yang dapat berakibat pada 
anjloknya penghasilan petani. Seperti diketahui, HDPP merupakan harga terendah 
yang harus dijamin pemerintah untuk menjaga pendapatan petani, sedangkan HPP 
tidak terlalu memiliki konsekuensi kewajiban pemerintah untuk menjamin harga 
gabah.

Kedua, kebijakan perberasan baru memberikan persyaratan yang lebih 
menguntungkan petani-petani besar dan sebaliknya makin memberatkan petani 
kecil. Meskipun HPP untuk gabah kering panen (GKP) dinaikkan sebesar Rp 100,-, 
syarat penyerahan gabah di lokasi penggilingan hanya akan menambah beban petani 
kecil yang selama ini masih sulit untuk mengakses penggilingan.

Persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan petani-petani besar yang justru 
tidak pantas memperoleh subsidi dari pemerintah. Sebaliknya, pemerintah makin 
memperketat standar gabah yang akan dibeli sehingga menyulitkan petani kecil 
untuk memenuhinya karena harus melewati berbagai proses yang menghabiskan biaya 
yang besar. Hanya petani-petani besar dan kaya yang mampu memenuhi standar 
tersebut, sedangkan petani kecil harus terus menanggung kerugian dengan menjual 
gabah dengan harga yang jauh lebih rendah.


Tidak ada empati terhadap kesulitan rakyat: kasus kenaikan LPG

Kenaikan harga LPG oleh Pertamina menimbulkan protes dari berbagai kalangan 
masyarakat, termasuk ibu rumah tangga pengguna LPG. Namun, tanggapan Menko 
Perekonomian terhadap protes tersebut dengan mengatakan "Jika tidak punya uang 
tidak perlu beli LPG" merupakan tanggapan yang tidak pada tempatnya. Meskipun 
keputusan kenaikan LPG dilakukan oleh Pertamina, respons yang diberikan oleh 
Menko Perekonomian mencerminkan tidak adanya empati seorang pejabat publik 
terhadap tambahan beban yang ditanggung rakyat.


Membebani TKI eks-amnesti dengan pungutan yang tinggi

Pungutan tinggi bagi TKI eks-amnesti yang ingin kembali bekerja ke Malaysia 
samasekali tidak menunjukkan itikad pemerintah untuk meringankan beban yang 
dihadapi para TKI. Untuk pulang ke Indonesia, para TKI yang diamnesti 
menghadapi kendala berupa kurangnya biaya.

Setelah mereka tiba di Indonesia dan ingin kembali bekerja ke Malaysia, 
ternyata mereka dihadapkan pada pungutan biaya yang sangat besar sekitar Rp 3 
juta. Pungutan tersebut jauh lebih tinggi dari biaya standar pengurusan paspor, 
dll., untuk umum yang hanya sekitar Rp 1 juta. Tambahan lagi, pungutan sebesar 
Rp 3 juta tersebut hanya untuk biaya penempatan dan perlindungan, belum 
termasuk biaya transportasi ke Malaysia. bersambung Senin (26/9). **

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke