** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/26/opini/2076653.htm

 
Belajar dari Krisis Ekonomi Jilid Tiga 

Oleh: Gatot Irianto



Ada tiga pelajaran penting yang harus dicermati dengan tiga krisis ekonomi 
tahun 1965, 1997/1998, dan 2005. Pertama, tren besaran krisis. Kedua, dampak 
krisis terhadap kedaulatan ekonomi. Ketiga, faktor penyebab krisis.

Apabila pendekatan penanganan krisis kali ini tidak mengalami perubahan 
fundamental, dipastikan krisis ekonomi jilid empat akan terjadi dengan 
intensitas makin kuat. Frekuensinya pun lebih singkat, durasi dan waktu 
recovery lebih lama, serta dampak yang jauh lebih dahsyat.

Belajar dari krisis ekonomi jilid sebelumnya yang selalu diikuti kekeringan 
dahsyat-serta telah menumbangkan rezim Orde Lama dan rezim Orde Baru yang 
posisinya pada saat itu sangat kuat-penanganan krisis ekonomi jilid tiga kali 
ini harus dilakukan secara nonkonvensional. Apabila tidak, analog dengan 
episode sebelumnya, dikhawatirkan pemerintahan Yudhoyono- Kalla yang 
fundamental ekonominya relatif terbatas, sekalipun legitimate, dapat tumbang 
karena people power akibat rakyat tidak mampu memikul dan menahan dampak krisis 
yang terjadi secara beruntun. Kondisi sosial, ekonomi, dan politik dalam negeri 
yang chaotic ini akan menguras energi pemerintah. Maka, aktivitas negatif 
konglomerat busuk, elite birokrasi hitam, dan penjarah asing akan lebih mudah 
untuk menghancurkan Indonesia.

Kajian mendalam terhadap ketiga krisis ekonomi menunjukkan bahwa harga bahan 
bakar dan melemahnya rupiah hanya entry point saja. Justru penyebab 
fundamentalnya adalah akumulasi dan dominasi absolut kekuatan ekonomi pada 
segelintir orang. Kondisi ini menyebabkan ekonomi pasar di bawah kendali dan 
kontrol mereka sangat rapuh, terutama apabila pemegang kendali ekonomi tidak 
berkenan dengan kebijakan pemerintah, seperti pada kasus kontrol terhadap 
rekening dan transaksi serta bisnis hitam mereka. Menggunakan economic and 
political power yang sangat besar, mereka dapat bereaksi negatif untuk 
memengaruhi pasar.

Pelajaran lain dari krisis ini menunjukkan bahwa pemegang kendali ekonomi yang 
oligopolistik akan selalu memanfaatkan kekuatannya sebagai alat penekan 
(pressure tool) dan alat tawar politik (bargaining position tool) terhadap 
pemerintah untuk memperoleh konsesi yang lebih besar demi kepentingan ekonomi 
dan politik mereka sendiri. Bargaining position konglomerat hitam terbaca 
sinyalnya saat Jaksa Agung meluncurkan ide untuk menangkap konglomerat hitam 
dengan konglomerat insaf.

Kedaulatan ekonomi petani

Berdasarkan ilustrasi karakteristik ekonomi oligopolistik dan perilaku 
negatifnya terhadap perekonomian nasional yang demikian hitam pekat dan gelap, 
pemerintah bersama DPR harus secepatnya mengubah haluan dengan menyerahkan 
kembali kedaulatan ekonomi kepada petani dan bukan menggadaikannya kepada 
segelintir orang. Diperlukan pengorbanan dan kebesaran hati pengambil kebijakan 
karena tanpa perubahan fundamental tersebut Indonesia akan semakin rentan 
(susceptible) terhadap krisis.

Mengapa kedaulatan ekonomi harus dikembalikan kepada petani? Karena mayoritas 
masyarakat Indonesia adalah petani. Maka, secara demokrasi absolut akan 
mempunyai pijakan dan dukungan kokoh. Berbasis keunggulan sumber daya lokal dan 
kearifan lokal, demokratisasi ekonomi di tingkat petani akan menjadikan ekonomi 
Indonesia tahan terhadap guncangan ekonomi global maupun tekanan politik 
nasional dan internasional.

Tingkat kelenturan yang tinggi dan kemampuan penyembuhan serta pemulihan lebih 
cepat merupakan argumen fundamental kedua mengapa kedaulatan ekonomi harus 
diserahkan kepada petani. Apalagi fakta menunjukkan bahwa sering sektor 
pertanian memperoleh manfaat langsung baik pra, saat, maupun pascakrisis dengan 
nilai tambah ekonomi langsung sebagai konsekuensi menguatnya mata uang asing. 
Tumpuan perekonomian nasional pada petani yang didukung oleh political will, 
political decision, dan political action pemerintah dipastikan akan tahan 
terhadap gejolak ekonomi global.

Revitalisasi pertanian saja dipastikan tidak cukup tanpa ada penyelesaian 
fundamental masalah hulunya (upstream), yaitu reformasi agraria. Sampai saat 
ini reformasi agraria belum menunjukkan tanda-tanda mengarah pada implementasi 
tercapainya keadilan lahan dan air, baik ditinjau dari kepemilikan maupun 
pemanfaatan. Mereka ingin bertani, tetapi tidak memiliki lahan, airnya pun 
tidak ada. Sementara tuan tanah memilih membiarkan tanahnya yang subur 
menganggur dengan segala argumennya.

Ironisnya, kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus berganti, tetapi 
masalah fundamental tentang reformasi agraria yang diamanatkan melalui 
ketetapan MPR masih berada di tingkat wacana dan belum sampai tahap 
implementasi.

Generasi muda berpendidikan tinggi yang menganggur merupakan potensi tenaga 
kerja terdidik yang harus dibidik pemerintah untuk mengembangkan komoditas 
strategis, komoditas penghasil devisa, dan komoditas substitusi impor. 
Peningkatan devisa dari sektor pertanian dipastikan dapat meningkatkan 
ketahanan terhadap krisis dan sekaligus memperkuat basis perekonomian nasional.

Ironis memang. Indonesia yang secara faktual hanya sedikit mengalami defisit 
minyak kalang kabur dengan melonjaknya harga minyak dunia. Sementara negara 
lain yang mengimpor BBM lebih tinggi tidak mengalami goncangan sekuat 
Indonesia. Artinya, penyebab krisis ekonomi bukan semata karena naiknya harga 
BBM dan menguatnya dollar AS semata, tetapi ada sesuatu yang salah di dalam 
penyelenggaraan negara ini.

Gatot Irianto Ahli Peneliti Utama di Badan Litbang Pertanian


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke