** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** ** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** ** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** CATATAN DARI MEJA NUSA DUA & CAFE BANDAR: [4].
"SASTRA KALTIM DALAM KONSTELASI SASTRA NASIONAL" 1. Musim rontok sudah. Jalan-jalan mulai digelimpangi oleh dedaunan yang gugur.Petang kemarin, aku memasuki sebuah café yang terletak di puncak gunung Montmartre, hanya 200 meter dari apartemenku. Dari puncak ini aku bisa memandang dengan sepuas hati lembah Seine dan kota Paris yang merentang leluasa dan manja di bawahnya -- lembah, sungai dan kota yang bermurah hati selama bertahun-tahun menyediakan diri bagai dermaga sementara bagi pinisi kembaraku. Aku menduduki sebuah meja di sebuah pojok dekat tembok menghadap ke lapangan Place du Tertre, di mana para wisatawan asyik dengan para pelukis yang bekerja di segala musim di ruang terbuka. Setengah pichet 50 sentiliter anggur merah [le vin rouge] kupesan menemani kue coklat di bawah alunan denting piano di antara patung pasangan sedang berpelukan dan lukisan ruangan. Anggur merah ini pun kureguk seteguk demi seteguk seperti menghirup selaksa kenang sekian bayang. Pada saat ini pikiranku jauh melayang ke arah timur, ke Teluk Balikpapan membawaku kembali ke Restoran Nusa Dua dan Café Bandar. Denting piano yang mengisi ruang kubayangkan bagai suara gitar dan suara lembut Bung Jamal dan kawan-kawan. Lihat, Dik! Kau bisa saksikan betapa bayangan telah meniadakan batas ruang dan waktu, merentangkan langit kemerdekaan bagi imajinasi berterbangan dan tumbuh.Saat ini, imajinasiku menjadi seekor rajawali merah melayang di angkasa menarung angin adu kuat di teluk di luar Nusa Dua dan Café Bandar. Dari kantong celana kukeluarkan cetakan kabar yang dikirimkan beberapa hari lalu oleh Mas Aminudin Rifai Wangsitalaja dari Jaring Penulis Kaltim [JPK], menggunakan fasilitas internet dilanjutkan sejenak dengan chatting di Yahoo Messenger [YM]. Dengan fasilitas tekhnologi ini jugalah aku dan teman-teman di tahahair mengorganisasi dan mengembangkan macam-macam kegiatan. Tekhnologi menjadi bagian dari usaha manusia menjadi tuan di bumi dan menjadikan bumi sebagai tempat hidup manusiawi. Di hadapan kemajuan tekhnologi juga kusaksikan ruang dan waktu makin bersimpuh. Nah, Adikku, tidakkah kehidupan sebenarnya mempunyai harapan dan manusia tak gampang dikalahkan -- walau pun sekarang di detik ini aku sedang mencoba mengalahkan kekalahan seperti yang diharapkan oleh Guntur anakku lanang yang berdarah Madura agar "enggang tak jatuh" dan "pinisi tak karam, tidak remuk di samudera berprahara". Hidup selalu berbadai garang, senantiasa menagih jawab serta menguji kadar. Lagi-lagi aku teringat akan sebuah suara lirih mengharap dalam bentuk tanya: "Kau gagah dan tetap bisa gagah, bukan?". Menjadi gagah sampai akhir bukanlah masalah sederhana. Lebih tidak sederhana lagi adalah untuk gagah bangkit dari kejatuhan, gagah di hadapan kekalahan. Tapi gagah itu terutama ada dan ditanya justru di tengah prahara duka dan derita, walau pun kejatuhan dan kekalahan bisa terjadi oleh lena kemewahan dan kegirangan. Lena membuat lupa. Ingat jadi terlempar seperti yang kita saksikan sekarang di kehidupan bangsa dan negeri kita. Lembaran pesan Mas Amin kembali kubaca kalimat demi kalimat: "Seminar Sastra:"SASTRA KALTIM DALAM KONSTELASI SASTRA NASIONAL" dan PELUNCURAN BUKU "BINGKISAN PETIR" [Cerpen-cerpen Kaltim]. Menampilkan pembicara: * DR. Faruk [kritikus sastra, kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Perubahan Sosial UGM, Yogyakarta]; * Korrie Layun Rampan [Sastrawan Kaltim]; * Syafril Teha Noor [Pemred Harian KALTIM POST, Samarinda]; * Drs. Nanang Rijono, M.PD. [Dosen Univ. Mulawarman]. Dimeriahkan dengan pembacaan cerpen. Minggu, 25 September 2005 09.30 WITA-Selesai Ruang KERSIK LUWEY Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Lantai 4, Jln.Basuki Rahmat 5, Samarinda. Tiket Rp..15.000,00 [Umum], Rp..10.000,00 [Pelajar/Mahasiswa]. Berminat? Hubungi Jaring Penulis Kaltim (08164282866)". *** JPK sejak berdirinya, setelah kembali kampungnya Korrie, memang nampak memperlihatkan intensitas kegiatan yang barangkali menarik diikuti oleh daerah-daerah Kalimantan lainnya -- terutama dari segi penyiaran kegiatan. Dengan mengatakan hal ini, aku maksudkan bahwa kegiatan-kegiatan kebudayaan di daerah Kalimantan lainnya memang ada, hanya saja kegiatan-kegiatan di Kalsel, Kalteng, dan Kalbar barangkali kurang pemberitaan di skala lebih luas dari skala lokal sehingga tidak menjadi pengetahuan umum dan sering dianggap "sepi kegiatan" sehingga pertemuan penting seperti Pertemuan Penulis Se-Borneo/Kalimantan terakhir di Sandakan luput memantau dan mencatat mereka yang menjadi basis riil kegiatan sastra-seni di daerah-daerah tersebut. Sebagai contoh bisa kuambil Pekan Sastra-Seni dan Bahasa yang pernah diselenggarakan oleh Ikatan Sastrawan Indonesia [ISASI] Kalteng dengan Dermaga sebagai organnya pada masa Walikota Palangka Raya berada di tangan Salundik Gohong, sejumlah penerbitan karya sastra, kamus Dayak-Indonesia, penerbitan penelitian, sejarah dan buku-buku lain di berbagai bidang, apakah pernah diketahui pihak luar? Intensitas kegiatan budaya ini pun tidak kurang dilakukan di Kalbar dan Kalsel dan para pendukungnya, sesuai dengan keadaan lokal, umumnya adalah orang-orang asal etnik lokal. Jika JPK seperti halnya kucerpen Bingkisan Petir yang mengatasnamai "penulis Kaltim" didominasi oleh penulis-penulis asal luar Kaltim, kukira hal ini mencerminkan komposisi demografis Kaltim secara obyektif dan keadaan sosial-politik Kaltim sekaligus. Ini baik dan sah-sah saja. Dari kunjunganku baru-baru ini ke Kaltim, aku melihat etnik Dayak merupakan kelompok etnik yang berada di pedalaman baik secara geografis mau pun dilihat dari posisi dalam masyarakat. Dalam hal ini aku jadi teringat lukisan novel "Lonceng Kematian" karya Ray Rizal alm. [Grafikatama Jaya, Jakarta, 1992, 128 hlm.]. Apa yang dikemukakan oleh Ray Rizal juga pernah diketengahkan oleh seorang sahabat dari Australia ketika kami bertemu di Pontianak. Aku tidak tahu apakah teman-teman dari JPK memperhatikan masalah yang diajukan oleh Ray Rizal dan sobat Australia ini. Apakah Korrie pun sempat memikirkan masalah ini, lebih-lebih selain sebagai sastrawan, Korrie adalah orang penting di DPRD dan orang pertama Partai Demokrat di daerahnya.Mengetengahkan persoalan ini tidak berarti aku menolak peran etnik-etnik lain non Dayak, tapi tidakkah selayaknya atas nama Kaltim mereka pun memperhatikan masalah reprsentatif lokal yang dikandung oleh kata Kaltim dan tidak menjadikan Kaltim sebagai "da gangan". Inti pertanyaanku adalah "Apakah Kaltim" itu?"."Quo vadis Kaltim?". Pertanyaan-pertanyaan ini kukira tidak akan menjurus ke arah ethnosetrisme, tapi sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ramadhan KH sebagai tanggungjawab sastrawan: "Penyair kayu pertama di tumpukan pembakaran Penyair abu landasan di tumpukan reruntuhan" dan: "Penyair paling setia mengajak sekali waktu untuk bersikap" karena ujar Ramadhan KH selanjutnya: "Siapa ingat hari esok, mesti sekarang mulai menerjang" "Mengajak sekali waktu untuk bersikap", kukira menunjukkan bahwa pada dasarnya sastrawan itu adalah manusia sadar. Sadar akan tanggungjawab dan tagihan usaha memanusiawikan manusia, menjadikan bumi, termasuk Kaltim, sebagai tempat hidup manusiawi bagi anak manusia. Pertanyaan-pertanyaan ini lebih kualamatkan kepada Korrie sebagai salah seorang tokoh kunci di JPK dan anggota DPRD serta orang penting Partai Demokrat di Kaltim. Aku ulangi pertanyaanku: Apakah Kaltim itu dan Quo Vadis Kaltim? Pertanyaan lain: "Apa dan bagaimana sikap JPK dengan yang disebut kebudayaan Indonesia?" sehubungan dengan tema yang dijadikan tema pokok kegiatan JPK kali ini di Samarinda dengan menampilkan pembicara yang kurang bervariasi.Padahal varian adalah memperkaya masukan. Aku sangat gembira jika Mas Aminudin Rifai Wangsitalaja, seusai pertemuan Samarinda kali ini membuat ikhtisar pendapat-pendapat yang diketengahkan dalam temu sastra bertema mentereng menjanjikan gagasan baru:"SASTRA KALTIM DALAM KONSTELASI SASTRA NASIONAL". Dari meja Nusa Dua dan Café Bandar, aku menunggu bukan hanya pemberitahuan demi pemberitahuan yang tetap kuhargai sebagai tanda persahabatan dan kedekatan, tapi lebih dari itu, ingin mendapat dan mendengarkan gagasan untuk sastra-seni negeri dan bangsa -- negeri dan bangsa yang dilanda krisis majemuk dan mencari harap. Dari laporan-laporan yang kutunggu dan akan datang padaku di meja Nusa Dua dan Café Bandar, barangkali dari Kalimantan Timur kita dapatkan tero bosan-terobosan yang dicari. Akankah?! Jika demikian aku sampaikan "Bravo" dan hormat. [Bersambung...] JJ.Kusni -------- Perjalanan, September 2005. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.org ** ** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

