** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** ** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** ** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** Refleksi: Kalau angka BPS 15,5 juta rumah tangga miskin ini benar, maka kalkulasi sederhana adalah sebagai berikut: Seandainya angka rata-rata 1 (satu) keluarga terdiri dari 4 orang, maka jumlah manusia Indonesia yang dimarginalisasika dari Atas maupun oleh penguasa negara adalah 15, 5 juta x 4 = 62 juta orang atau jumlah tsb adalah kurang lebih 1/4 penduduk Indonesia. Mengapa keadaannya harus demikian setelah 60 tahun merdeka dirgahayu? Dari segi ilmu surgawi barangkali bisa dipertanyakan apa kesalahan mereka sehingga dikutuk atau ditakdirkan untuk tidak memperoleh kehidupan yang layak?
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/09/26/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Jumlah Rumah Tangga Miskin 15,6 Juta JAKARTA - Perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah rumah tangga miskin (RTM) yang akan menerima kartu kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BMM) yakni 15,5 juta meleset. Pasalnya dari rekapitulasi laporan hasil pendataan dan pengolahan RTM per provinsi hingga 26 September 2005 pukul 08.00 WIB, jumlah RTM yang didata sudah 15.648.425 RTM. Hal itu diungkapkan Kepala BPS, Choiril Maksum di Gedung BPS, Senin (26/9) pagi. Hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Rusman He- riawan. Angka Perkiraan Menurut Choiril, angka 15,5 juta RTM merupakan angka perkiraan yang dikeluarkan oleh BPS ketika pemerintah meminta perkiraan yang memperoleh bantuan tunai langsung. ''Angka itu (15,5 juta RTM) merupakan angka perkiraan yang diajukan BPS ke pemerintah untuk di ajukan ke DPR. Bisa saja hingga akhir Oktober nanti angka tersebut (15,6 juta) bisa terverifikasi (berkurang),'' ujar Rusman Heriawan Menurut Choiril, proses pembayaran subsidi langsung berupa uang Rp 100.000 per RTM akan terus dilakukan hingga 15 Desember 2005. Pemerintah dan DPR telah sepakat pembayarannya dalam tahapan-tahapan. Tahap pertama, yakni mulai 1 Oktober diberikan untuk 15 kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Medan, Jayapura, Makassar, Denpasar, dan Manado dengan perkiraan kartu yang akan dibagikan 707.882 kartu. Dari angka itu yang baru terdistribusi adalah di DKI Jakarta dengan jumlah RTM yang didata 105.578. Sementara 14 daerah lainnya saat ini masih dalam proses pendistribusian dan pencetakan kartu. Namun Choiril memastikan pada 1 Oktober yang akan datang, 14 daerah itu akan memperoleh kartu kompensasi BBM. Untuk tahap kedua, pembayaran mulai dilakukan pada 5 Oktober di 21 kota dengan kartu kompensasi BBM sebanyak 427.179 RTM. Rusman juga menjelaskan data terakhir dari RTM yang akan memperoleh kartu kompensasi BBM itu baru diketahui akhir Oktober. Pada saat itulah angka final dari keseluruhan pengolahan pendataan RTM di Indonesia baru diketahui dengan pasti. Ia menjelaskan bisa saja kartu yang sudah diterima oleh calon penerima bantuan tunai langsung digugurkan bila petugas BPS menemukan bahwa calon penerima itu tidak layak untuk menerima kartu tersebut. Tetapi bisa juga bila ada penduduk miskin yang belum didata, tetapi akan diakomodir hingga akhir Oktober ini. ''Pada akhir Oktober akan peroleh data yang paling final. Berapa RTM yang ada di Indonesia. Sistem ini memberikan kesempatan ke BPS untuk mempertajam pendataan hingga akhir Oktober nanti,'' kata Rusman Choiril mengingatkan kartu kompensasi BBM tidak boleh dihilangkan oleh calon penerima, karena di dalam kartu itu tidak terdapat foto sehingga bisa saja digunakan oleh orang lain. Di dalam kartu kompensasi BBM itu terdapat empat kali pengambilan dana tunai yang masing-masing terdiri dari Rp 300.000. Selain itu juga dilengkapi pengamanan sehingga dipastikan tidak dapat dipalsukan. Menyusul rencana Pemerintah menaikkan BBM pada 1 Oktober mendatang, Pemerintah juga akan langsung memberikan subsidi tunai kepada keluarga miskin di 15 kota pada tanggal tersebut. Tidak berarti di daerah-daerah lain tidak akan diberikan subsidi langsung tunai kepada keluarga miskin. Demikian Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf seusai membuka seminar nasional bertajuk "Terwujudnya Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Akuntabel" di Jakarta Senin (26/9). Ma'ruf menjelaskan pihaknya sudah lama mengantisipasi kenaikan harga BBM Ia sudah mengirim surat sejak 1 Juni lalu kepada para gubernur, bupati, dan walikota untuk membentuk tim pengaduan dan pemantauan. (A-21/L-10) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.org ** ** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

