Baca baca dikit tentang masyarakat Amish.

salam,
Ari Condro

===

Dari : Tigun [EMAIL PROTECTED]

Sahabats JS terkasih,

Di tengah modernisasi bangsa Hamerika Saringet yang demikian dahsyat
di jagad raya ini, ternyata ada sekelompok komunitas manusia yang
hidup dalam sebuah tradisi kesederhanaan yang sungguh mengagumkan bagi
saya.

Perkenalan saya dengan kelompok Amish di Lancaster - Pennsylvania ini
berawal pada perjalanan saya bersepeda mengelilingi Amerika pada
pertengahan tahun 85-an. 

Suatu hal yang sungguh jarang terjadi, bagi keluarga Amish berhubungan
dekat hingga seperti keluarga sendiri dengan seorang asing, apalagi
orang Asia macam saya. Keluarga William Harrison mengawali perkenalan
dengan mengijinkan saya menggunakan halaman depan rumahnya yang amat
luas untuk berkemah saat itu.

Komunitas Amish ini sebenarnya adalah kelompok imigran yang berasal
dari komunitas petani di pegunungan sekitar Bern - Swiss. Mereka
adalah kelompok penganut Kristen Protestan beraliran Minnonite. (untuk
lebih detailnya bisa di baca di www.religioustolerance.org/amish.htm)
Kata Amish sendiri berasal dari Jacob Amman, pemimpin agama mereka
yang yang memisahkan diri dari kelompok Minnote yang dianggapnya
kurang disiplin di tahun 1693. Kelompok ini adalah sebuah komunitas
yang sangat serius dan setia menjalankan 10 perintah Tuhan. Namun
mereka bukanlah kelompok fanatik. Mereka setia pada ajaran agamanya,
tapi bukan fanatik. Ini harus dibedakan. Juga kelompok ini adalah
kelompok anti kekerasan. Kehidupan sehari-hari mereka adalah testimoni
mereka pada kepercayaan yang dianut mereka.

Migrasi kelompok Amish ini ke Amerika di mulai di awal abad 18 dan
hingga kini populasinya mencapai sekitar 75 ribu yang tersebar di 20
state di seluruh Amerika. Pennsylvania dan Ohio adalah daerah yang
memiliki populasi Amish terbesar di Amerika ini, selain di Kansas,
Kentucky dll.

Kehidupan mereka sehari-hari adalah berternak dan menggarap tanah
pertanian milik mereka sendiri. Bahasa mereka adalah dialek Swiss
campuran German Selatan. Juga bahasa Inggris tentunya. (bahasa Inggris
mereka sangat jenaka. Seperti bahasa Jawa orang Samin)

Kekaguman saya pada komunitas masyarakat Amish ini karena mulanya saya
tidak bisa membayangkan keberadaan mereka di tengah-tengah kehidupan
modern yang begitu dahsyat di Hamerika Saringet ini. Bayangkan saja,
mosok di tengah kehidupan yang serba nyaman dengan listrik, mobil
mewah, hiburan TV, disco dsb, masih ada orang yang setia hidup dengan
lilin, lampu teplok atau lampu pompa minyak (storm-king/petromax).
Kemana-mana naik kereta kuda. Sampai teleponpun mereka hampir tidak
mau menggunakannya.Jarang yang punya telepon. Tapi ada juga yang punya
telepon dan di pasang di dalam sebuah gardu kecil di seberang jalan,
di depan rumah mereka. Sepatu dan pakaian merekapun juga buatan
sendiri. Dengan pola yang sama. Tidak ada model celana bell-bottom
ataupun baggy kedodoran, trend orang muda Ngamerika saat ini.
Namun demikian, mereka juga tidak mengatakan, bahwa kehidupan modern
di sekitarnya adalah haram dan harus dijauhi. Toleransi dan respek
mereka pada kehidupan modern di sekitarnya sangat besar, walaupun
mereka sendiri tidak ingin menyentuhnya.

Di Bawah ini adalah kata-kata almarhum pak Bill (William Harisson)
yang selalu terngiang di benak saya hingga detik ini; " Modernisasi
yang salah kaprah, hanya akan membuat kita jadi pemalas dan tidak
mensyukuri pemberian Tuhan. Kita bisa lupa pada bumi dan isinya,
ketika kita sudah merasa diri modern dan hebat."
Saya jadi ingat masyarakat Samin di Jawa Tengah dan juga masyarakat
Badui di Banten, setiap kali ingat kata-kata almarhum pak Bill ini.

Banyak juga sebenarnya anak muda Amish yang berusaha keluar dari
peradaban Amish, demi melihat kehidupan modern yang mengepungnya.
Keluarga merekapun tidak keberatan melepaskan mereka. Ini karena
mereka menghormati hak setiap individu. Namun pada akhirnya anak-anak
muda yang melarikan diri itu kembali lagi ke dalam komunitasnya dan
tetap diterima oleh komunitas ini seperti semula.

David, tetangga keluarga Harisson pernah cerita pada saya, bahwa dia
pernah lari dan hidup di Chicago. Tapi hanya sebulan dia kembali ke
Lancaster. "Aku begitu kesepian, ketika memasuki dunia yang
kelihatannya begitu gemerlap dan mengasyikkan. Semua orang melihatku
seperti monster, walaupun aku sudah memakai celana jeans, walkman di
kepalaku dan sepatu boot di kakiku."

Kesederhanaan, kebersihan dan toleransi pada lingkungan disekitarnya
adalah utama dalam ajaran Amish. Dari ketiga unsur tersebut, otomatis
muncul rasa gotong royong dalam kehidupan komunitas mereka. Tidak ada
rasa terpaksa dsb untuk tetap menjaga tradisi dan kehidupan damai di
antara mereka. Tidak ada rasa iri satu sama lain. Semuanya dilakukan
secara bersama.

"Aku tidak akan bisa jalan sendiri ke dalam lubang kuburku ketika mati
nanti. Jadi aku juga harus mau memanggul peti mati saudaraku."salah
satu semboyan orang Amish.

Jadi orang Amish memang tidak menolak semena-mena atau bahkan
mengharamkan modernisasi yang ada saat ini dan mengepung kehidupan
mereka. Hanya mereka tidak ingin lupa diri dan mengotori dirinya
dengan ketamakan. Mereka tidak fanatik terhadap agama yang dianutnya.
Mereka hanya ingin setia pada kehidupan alam sekitarnya yang telah
diberikan oleh Sang Pencipta. 

Hampir sebulan waktu itu saya hidup di tengah-tengah masyarakat Amish
di Lancaster. Ibu Ruth, istri pak Bill banyak mengajari saya cara
membuat roti dan cookie ala Amish. Saya paling suka berjam-jam di
dapur mengamati dan membantu Ibu Ruth memasak. Juga membantu pak Bill
di ladang ataupun beramai-ramai membangun rumah tetangga yang baru kawin.

Paling suka kalau habis bekerja di tengah ladang, lalu istirahat makan
 cookie atau shoofly pie atau apfelstrudel buatan ibu Ruth, ditemani
root beer dingin. (orang Amish punya lemari es tenaga minyak tanah)
Sorenya makan di rumah dengan beef atau chicken pot pie bersama
seluruh keluarga Harisson. Amos dan Katie putra-putri bapak dan ibu
Harisson yang ketika itu masih kecil-kecil dan lucu ( mereka sudah
besar-besar dan sudah berkeluarga sekarang) selalu duduk di sebelah
kanan kiri saya dan menyentuh kulit saya yang berwarna gelap, sambil
ketawa-ketiwi geli.

Anak-anak Amish bersekolah di komunitas Amish hingga selesai sekolah
dasar. Lalu di tingkat selanjutnya, mereka diijinkan untuk masuk ke
sekolah umum di sekitar mereka. Tapi biasanya ketika mereka berumur
sekitar 14-15 tahun, dunia pendidikan ditinggalkan, karena mereka
ingin membantu keluarganya mengurusi ladang atau peternakan milik
keluarga mereka masing-masing. Selain juga kebanyakan anak-anak muda
Amish selalu merasa jengah dengan kehidupan di sekolah umum dengan
lingkungan anak-anak muda Amerika normal yang serba wah dan manja.
Namun juga tidak sedikit yang meneruskan pendidikan hingga tingkat
akademis.

Soal kan-makan demi memenuhi kelangsungan hidup, komunitas Amish
memproduksi kebutuhan mereka sendiri, selain juga menjual hasil
pertanian dan peternakan mereka ke dunia luar. Begitu juga pakaian,
sepatu dan kebutuhan lainnya seperti peralatan pertanian mereka.

Sungguh mati, saya paling suka cookie dan apfelstrudel mereka. Hampir
setiap kali mengunjungi mereka, saya pasti pulang bawa cookie dan
apfelstrudel ala Amish. Juga smooked goose (burung belibis asap).
Juga Hassenpfeffer (stew kelinci semacam beuf burgoignon ala Perancis.
Sandra kurang suka soal Hassenpfeffer ini, karena kelinci salah satu
binatang kesayangannya.) Sementara pot pie ( beef maupun chicken )
adalah makanan populer Amish yang populer di dunia luar.

Satu hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mengunjungi
komunitas Amish ini. Jangan sekali-kali membawa camera dan mengambil
gambar mereka. Mereka sungguh kurang suka, melihat moncong camera
mengarah pada mereka. Kalaupun ingin mengambil gambar, pakailah lensa
jarak jauh, dan jangan sampai mereka melihatnya.

"Kami bukan kelompok badut sirkus ataupun barang antik di musium yang
harus dipotret." kata mereka dengan sungguh ramah dan sopan, tanpa
ingin menyakiti hati orang lain.

Bagi saya pribadi, keluguan dan kesederhanaan cara hidup masyarakat
Amish, justru sangat modern dan jauh ke depan. Mensyukuri dan menjaga
masa depan kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, tanpa
harus mengedepankan ego yang mengakibatkan kerusakan lingkungan sekitar.

Demikian saja dulu sedikit gambaran tentang Amish. Lebih detailnya,
saya rasa ada banyak literatur ataupun sekedar artikel tentang Amish
di web. Coba saja ber-googling ria dengan kata dasar "Amish."

Salam sejahtera,
Tigun - NYC.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke