Dari berita di bawah timbul kesan lembaga-lembaga
pemberi pinjaman seperti IMF, World Bank, dsb memang
memaksakan pencabutan subsidi (seperti pencabutan
subsidi BBM) dan privatisasi pendidikan dan rumah
sakit.

Dengan cara itu, maka pemerintah tidak perlu
mengeluarkan uang untuk anggaran pendidikan/kesehatan.
Uang tersebut bisa dipakai untuk membayar hutang
Indonesia yang membengkak hingga sekitar Rp 1.300
trilyun.


Utang Luar Negeri Membengkak, Biaya Pendidikan Makin
Mahal 
 
Jakarta - Membengkaknya utang luar negeri ditengarai
menjadi salah satu penyebab biaya pendidikan semakin
mahal. Pemerintah pun lebih senang melakukan
privatisasi pendidikan dibanding memberikan anggaran
yang cukup bagi pendidikan nasional.

"Hal itulah yang mengakibatkan sumberdaya manusia
Indonesia menjadi makin terbelakang," kata Yanti
Muchtar dari Lingkungan Pendidikan Alternatif
Perempuan dalam diskusi yang digelar oleh Ikatan
Remaja Muhammadiyah (IRM) di kantor PP Muhammadiyah,
Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2005).

Yanti menambahkan sikap pemerintah ini sebenarnya
didorong oleh lembaga-lembaga keuangan internasional
yang menginginkan negara yang diberikan pinjaman untuk
mengurangi peran negara dalam membiayai pelayanan
publik yang menghabiskan anggaran. "Ini untuk menjamin
negara tersebut agar bisa membayar utangnya," terang
dia.

Keinginan lembaga-lembaga itu diimplementasikan dengan
UU 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yang didalamnya
melegalkan privatisai pendidikan. Oleh karenanya UU
Sisdiknas ini dianggap bertentangan dengan UUD 1945
yang seharusnya pendidikan ditanggung negara dan
bukannya oleh masyarakat. (san) 
Sumber: detikcom 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke