Kemenangan Persipura atas Persija: Momentum Kebangkitan Papua?
Oleh Hwa Wong Melihat permainan Persipura dalam pertandingan finalnya melawan Persija yang baru lalu, sudah bisa diduga bahwa Persipura akan mengunggulu Persija. Permainan yang ditunjukkan sejak awal amat menawan. Dan akhirnya, dalam perpanjangan waktu pun Persipura mengungguli Persija dengan skor 3-2. Kekalahan Persija tentu saja membuat para pendukungnya kecewa. Dan kekecewaan itu sudah bisa diduga pula akan meletus dalam bentuk kerusuhan. Kerusuhan seakan sudah menjadi wajah Jakarta sehari-hari. Benarkah itu? Penulis salut atas kesopanan bermain para pemain Persipura. Wajah Jakarta yang telah dilumuri kesangaran dan kekerasan kini seperti mendapatkan lawan kontrasnya yakni Persipura, sang mutiara hitam dari Papua, yang menampilkan kesantunan. Bisakah momentum ini menjadi momentum kebangkitan rakyat Papua seluruhnya? Momentum Kebangkitan Papua Papua sarat dengan stigma keterbelakangan, OPM-nya, koteka-nya dan sebagainya. Tetapi yang sering dilupakan orang adalah bahwa Papua memiliki jiwa besar sebagai sebuah masyarakat. Kebesaran dan keagungan itu seperti telah tercermin di depan hidung orang-orang di Jakarta dalam kemenangan Persipura melawan Persija. Dunia seakan mencatat: Inilah sejatinya wajah Papua yang beradab dan matang dalam kancah percaturan olah raga. Kekerasan dan kerusuhan bukan menjadi watak masyarakat Papua. Sebaliknya, wajah Jakarta yang sudah dikenal dengan berbagai kerusuhan sejak dulu hingga kerusuhan Mei 1998, korupsi yang tak berujung, kekerasan demi kekerasan yang terus saja dipelihara, semua itu semakin ditegaskan kembali lewat bagaimana pendukung Persija memberikan reaksi atas kekalahannya di lapangan olah raga. Bila di Papua OPM dikejar-kejar sampai ke ujung dunia, lihatlah GAM di Aceh telah mendapatkan tempat istimewa dalam meja perundingan. Bahkan, ACEH sudah menjadi anak emas di Republik Indonesia, meskipun Gerakan Aceh Merdeka masih tetap eksis. Kalau toh Jakarta memberikan konsesi sedemikian pada Aceh, pantas pula hadiah serupa diraih oleh rakyat Papua. Di lapangan sepak bola telah ditunjukkan, Papua mampu mengalahkan Jakarta. Papua mampu menunjukkan pada dunia bahwa Papua memiliki adab yang berbudaya, lebih daripada Jakarta yang sering lupa daratan bila sudah kalah di lapangan. Ingat pula pengalaman lama di Timor-Timur: reaksi rusuh dan kekerasan mengikuti kekalahan. Semakin wajah Jakarta hanya berlepotan kekerasan dan kerusuhan, kiranya itulah peluang bagi Papua untuk meraih simpati dunia. Simpati dunia tidak akan jatuh ke Jakarta yang hanya berisi rusuh dan kekerasan saja. Juga lihatlah kebijakan di Jakarta. Dalam lapangan ekonomi bisanya hanya mengorbankan kepentingan rakyat banyak, tetapi tunduk minta belas kasihan pada kepentingan pemodal. Kenaikan BBM adalah sebuah kekerasan simbolik terhadap seluruh rakyat Indonesia yang dilakukan di Jakarta. Kebangkitan Rakyat Seluruhnya Wajah Jakarta seperti sudah digambarkan di atas tentu saja tidak diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. Segala masalah di Republik ini, yang mengena pada rakyat banyak, dapat ditanyakan: Benarkah Jakarta adalah sumber dari segala sumber masalah kita? Bila jawabannya ya, maka yang diperlukan adalah kebangkitan rakyat seluruhnya terhadap Jakarta. Bangkit melawan segala yang tidak menempatkan kepentingan rakyat sebagai primadona. 27 September 2005 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

