HARIAN KOMENTAR
 29 September 2005 


Pengamat: SBY 'diumpankan' wapresnya 
Presiden Tantang Pendemo BBM  


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pemerintah memahami 
banyaknya protes dan aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar 
minyak pada 1 Oktober. Namun begitu, dia menantang para pendemo agar jangan 
memprotes saja, namun juga berikan solusi dan alternatif lainnya atas kebijakan 
ini. 

Presiden juga sempat me-nyindir pengamat, ekonom, dan para tokoh politik 
nasional yang tidak setuju dengan ren-cana kenaikan harga BBM. Meski dia 
menyatakan meng-hormati pendapat mereka, tapi SBY berharap, mereka juga 
menjelaskan kepada rakyat alasannya.

Di sisi lain, soal aksi unjuk-rasa, presiden mengimbau agar jangan sampai 
meng-ganggu stabilitas. "Unjuk rasa di sana-sini, mahasiswa turun ke jalan, 
gerakan masal kami pahami. Dengan harapan jangan mengganggu keamanan dan 
ketertiban," kata presiden dalam pertemuan dengan Fo-rum Rektor Indonesia, 
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, dan Asosiasi Pergu-ruan 
Tinggi Swasta Indonesia di Istana Negara, Rabu (28/09).

Presiden mengaku sadar, apapun kebijakan pemerintah akan menimbulkan pro dan 
kontra. Ia menyebutkan, dari 10 fraksi di DPR, delapan fraksi mendukung 
kenaikan harga BBM, satu fraksi abstain, dan satu fraksi tidak setuju atau 
menolak. "Saya hormati itu," ujarnya.
DIUMPANKAN

Secara terpisah, pengamat politik UGM, Prof Dr Riswan-dha Imawan mengatakan 
dam-pak dari rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pamor dan 
akuntabili-tas Presiden SBY dipastikan turun drastis. Bahkan bila di-gelar 
pemilihan presiden hari ini, SBY juga pasti akan kalah.

"Dampak kenaikan harga BBM bagi rakyat luar biasa besar. Akibatnya, legitimasi 
pemerin-tahan SBY turun drastis," kata Riswandha Imawan menjawab pertanyaan 
wartawan.

Lebih lanjut Riswandha me-nilai pemerintah saat ini sangat aneh dalam mengambil 
kebija-kan menaikkan harga BBM. Pemerintah lebih tergantung kepada masyarakat 
internasio-nal dibandingkan dengan ma-syarakat sendiri. Sebab ke-naikan BBM 
saat ini adalah tuntutan masyarakat interna-sional agar harga BBM sama dengan 
harga di pasaran inter-nasional tanpa mempertim-bangkan daya beli masyarakat.

"Akuntabilitas masyarakat terutama terhadap pemerintah SBY pasti akan turun 
drastis. Bila diadakan pemilu hari ini, saya yakin SBY pasti kalah. Sudah pasti 
hancur-hancuran karena dia menaikkan harga BBM di saat harga-harga sudah mulai 
merambat dan naik mendekati puasa dan lebaran," ujarnya.

Guru besar Fisipol UGM ini berpendapat sepertinya SBY diumpankan oleh wapresnya 
karena dalam keadaan kritis seperti ini, wapres justru pergi ke Afrika untuk 
sebuah tujuan yang tak ada kaitannya dengan penanggulangan krisis di Indonesia. 

Seharusnya SBY itu sensitif dan menyadari bahwa dia itu sudah dua kali 
dikerjain oleh wapresnya. Pertama saat pergi ke Cina. "Jadi kalau kita lihat 
siapa yang paling memaksakan menaikkan harga BBM itu, ya tim ekonominya yang 
dipimpin wapres," katanya.

Ia menambahkan ke depan pemerintahan SBY tidak akan berjalan efektif. Contohnya 
koordinasi antara tim ekonomi dengan tim politik dan hukum sudah tidak kompak. 
Bahkan di antara internal tim ekonominya juga terlihat sudah tidak kompak lagi.

Riswandha menyebutkan saat ini SBY sudah tak bisa lagi mengelak atau mengatakan 
hu-bungannya dengan wapres itu harmonis. Namun ada something wrong atau ada 
sesuatu yang salah. Kalau SBY tetap dengan sikap seperti ini, lanjut Riswandha, 
maka SBY hanya jadi tameng penanggung jawab terhadap inovasi-inovasi liar di 
luar kontrol. "Jadi SBY tak usah ragu-ragu segera lakukan re-shuffle," tegas 
Riswandha.(dtc/tmp)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke