Bab V. Tradisi Nabi Ibrahim, Marx, dan Transendensi,
terdiri dari 6 sub bab, yaitu:
1.      Agama Yahudi: dari Nabi-nabi Bani Israil sampai
kepada Nasionalisme Zionis
2.      Keyakinan Kristen: dari Yesus sampai Contantin
3.      Sosialisme: dari Marx sampai Stalin
4.      Transendensi manusia thdp alam, menurut Marx
5.      Transendensi TUhan thdp manusia dalam Qur’an
6.      Pengalaman-pengalaman yang dihayati tentang
transendensi

Disini saya hanya nyuplikin sub bab 4, 5, 6 aja
ya?...:-)
-------------------------------------------------
Wasiat Filsafat Roger Garaudy (6)

Cuplikan dari Transendensi Manusia Terhadap Alam,
Menurut Marx

Sebelum membicarakan problema Islam serta konsepsinya
yang jelas tentang transendensi dan kesatuan Tuhan, …,
saya ingin menggariskan suatu definisi tentang apa
yang saya maksudkan dgn transendensi; definisi tsb
tidak berbeda dari apa yang saya lakukan dalam
pendekatan saya terhadap agama Kristen, Marxisme, dan
Islam. Akan tetapi dalam Islam akan terasa lebih
jelas.

Panggilan hidup saya adalah untuk menyelidiki tindakan
penciptaan seni, politik, dan agama menjadi satu. Saya
menemukan dalam Islam suatu keyakinan yang juga
merupakan agama keindahan dan moral tindakan.

Saya masuk Islam, tanpa mengingkari apa yang pernah
dibawakan Yesus dalam hidup saya, karena Yesus dalam
AlQur;an adalah nabi Islam. Saya tidak mengingkari apa
yang telah diajarkan Marxisme kepada saya untuk
menganalisa masyarakat kita agar bertindak didalamnya
secara efisien, karena akidah Islam tidak menolak
sains atau tehnik apapun, tetapi sebaliknya
mempersatukan dan menempatkannya di jalan Allah. Nabi
(saw) berkata,”carilah ilmu walaupun ke negeri Cina”.

Oleh karena itu Islam dalam kehidupan saya tidak
merupakan perpisahan, akan tetapi penyempurnaan.

Pada umur 20 tahun, di thn 1933, saya memimpikan utk
mempersatukan arti dan efisiensi. Saya merasakan
kebahagiaan yg terbesar jika saya melihat kelangsungan
kontinuitas) di sela-sela rintangan abad XX dan
sejarah yang penuh dengan perubahan ganas, dan jika
saya sadar bhw pada umur 70tahun saya tetap pada
impian saya waktu berumur 20tahun.

Sebagai pengikut Marx, kesibukan saya adalah meneliti
tempat2 dimana transendensi dapat menelinap dalam
pemikiran Marx. Ini tidak ada hubungannya dengan
transendensi Tuhan terhadap manusia. Tidak ada tempat
dalam filsafat Marx ttg hal ini. Yang ada hanya
transendensi manusia terhadap alam.

Karl Marx jarang sekali memakai kata “transendensi”
dan jika ia memakainya, ia memakainya dalam arti
dualis, yakni pemakaian lumrah di kalangan teologi
waktu itu, mempertentangkan jiwa dan materi, nyawa dan
badan.

Dari konsep ttg transendensi ini saya telah menulis
buku, Dalam buku ini saya melakukan kritik tajam
dengan menyamakan transendensi Marx dengan dualisme
Plato dan menjelaskan arti transendensi dan alienasi:
interpretasi positif ttg absolute, dan…Kita menghadapi
hubungan kekeluargaan yang riil dari filsafat Plato
dengan semua agama positif, khususnya dgn agama
Kristen karena agama Kristen adalah filsafat
transendensi yang amat baik.

Jika seseorang mendudukkan kritik Marx dalam konteks
sejarahnya, maka akan didapatkan bahwa konsep agama
adalah konsep musuh Marx…

Dengan begitu kritk Marx adalah absah dari tiga segi:
menghadap keterasingan politik, sosiologis, dan
ideologis dari agama yg terbanyak penganutnya.

Tetapi ketika Marx dan Engels membicarakan periode
lain dari sejarah, mereka menyatakan dengan jelas bhw
iman dapat memainkan peran bersejarah yang berlainan.
Ini bisa dilihat dari sejarah Kristen Premitif
(Kristen awal) dalam gerakan sosialis.

Akan lebih baik ketika Engels menyelidiki  “Perang
Kaum Tani” pada waktu Reformasi, ia menggaris bawahi
peran kenabian Thomas Munzer dalam gerakan
revolusioner kaum tani melawan para pangeran dan kaum
borjuis dengan senjata.

Dibalik tulisan-tulisan mereka itulah, kita dengan
mudah melihat kemungkinan masuknya agama dalam
pemikiran Marxis.

Pertama dalam konsep “kerja” dalam bentuk manusiawi:
sesuatu pekerjaan yang didahului dengan kesadaran ttg
tujuan-tujuannya. Manusia tidak hanya merupakan produk
dari kondisi2 yang melahirkannya. Marx membedakan
antara evolusi bilogis dari sejarah manusia. “Sejarah
manusia berbeda dengan sejarah alam; kita membuat
sejarah manusia tetapi tidak membuat sejarah alam”
(DAS KAPITAL)
Inilah awal dari konsep transendensi yang bukan
alienasi atau dualisme.

[insyaallah bersambung]




                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke