29.09.2005

"Indonesian Business Day" di Berlin

Oleh: Hendra Pasuhuk

Hari Senin (26/9) dan Selasa (27/9) lalu, di kota
Berlin digelar acara Indonesian Business Day. Delegasi
pengusaha dan pejabat tinggi dari Indonesia melakukan
berbagai presentasi untuk menarik para investor Jerman
masuk ke Indonesia.

Persaingan dunia bisnis di era globalisasi semakin
ketat, bukan saja persaingan antar perusahaan,
melainkan juga persaingan berbagai negara menarik
perhatian para investor asing. Bagi negara yang sedang
berkembang, investasi asing memang memainkan peran
sangat penting. Tanpa investasi asing, hampir tidak
mungkin mendorong pertumbuhan ekonomi yang
ditargetkan. Wajar kalau berbagai negara menggagas
program khusus untuk menarik minat investor asing.
Sebaliknya, para investor juga selalu memperhatikan
perkembangan global dan mencari kemungkinan baru untuk
menanam modalnya. Kawasan Asia sempat mengalami
kesulitan dalam menarik investasi asing setelah krisis
Asia 97/98. Tapi sekarang, Asia kembali menjadi
incaran investor, terutama Cina dan India, yang
menunjukkan pertumbuhan tertinggi di Asia.

Pada acara Indonesian Business Day di Berlin hadir
dari Indonesia antara lain pengusaha Lippo Group yang
juga menjabat Ketua Kamar Dagang Indonesia, James
Riyadi, dan Muhammad Luthfi, Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BPKM). Dalam presentasinya, mereka
berulangkali menggarisbawahi tekad pemerintah
Indonesia memperbaiki iklim investasi dan memerngi
korupsi.

Seberapa Penting Investasi Asing Untuk Indonesia? 

Investasi adalah salah satu koefisien penting untuk
menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan
ekonomi berjalan, maka akan terciptalah kesejahteraan.
Demikian dikatakan Muhammad Luthfi.                   
                                 
“Indonesia memerlukan 426 miliar Dollar untuk
menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6
persen/tahun.  Dimana 6,6 persen ini dapat memerangi
kemiskinan dan juga dapat menciptakan lapangan kerja. 
Target yang harus dicapai sampai tahun 2009 nanti
adalah tingkat pengangguran tidak lebih dari 5,5
persen dan jumlah orang miskin tidak lebih dari 17
juta jiwa.  Konstribusi investasi nasional jumlahnya
paling paling 200 miliar Dollar.  Dan sisanya masih
harus dicari, yaitu dari investasi asing.  Inilah
target pemerintah Indonesia dan juga merupakan target
BPKM untuk mendapatkan  investasi tersebut, dimana
Indonesia harus bersaing dengan negara tetangga."

Bagaimana Indonesia Bisa Meyakinkan Investor Asing?

M. Luthfi: “Pertama-tama, dalam mengundang investasi,
kita harus melihat dan harus sadar bahwa ini adalah
perubahan cara berfikir….. kita harus mendapatkan
kepercayaan dari investor.  Sebelumnya juga kita harus
memberikan kenyamanan berusaha bagi mereka.  Kita
harus menyadarkan masyarakat bahwa dengan adanya
investasi, akan terjadi pertumbuhan ekonomi.  Dan
dengan adanya pertumbuhan ekonomi, akan tercipta
kesejahteraan”

Sementara Ketua Kadin James Riyadi mengutarakan: 

“Kadin berusaha untuk meningkatkan suasana bagi
investasi di Indonesia menjadi suatu hal yang positiv 
dan yang menjanjikan.  Karena itu Kadin terus menerus
berintraksi langsung dengan pemerintah agar tetap
melakukan reformasi dan restrukturisasi ekonomi. Untuk
tumbuhnya ekonomi yang baik dibutuhkan sedikitnya dua
dari tiga faktor; proses demokrasi, penegakan hukum
dan dinamika pasar.  Dan Presiden Yudhoyono sangat
mendorong tiga hal ini. 

Pihak investor asing sering mengeluhkan tentang biaya
birokrasi yang sangat tinggi, tentang korupsi dan
tentang ketidakpastian hukum.  Untuk hal itu
dibutuhkan komitmen pemerintah, misalnya untuk
memerangi korupsi. Dan dengan reformasi yang sedang
masih berlangsung, diharapkan akan terjadi efisiensi
dan dengan begitu akan tumbuh sistem ekonomi yang
efisien.  Dengan sistem ekonomi yang efisien,
diharapkan Indonesia dapat bersaing dengan negara lain
untuk mendatangkan investasi asing.  Demikian
dikatakan oleh Muhammad Luthfi.

Kontribusi Eropa di Indonesia

Dalam sepuluh tahun terakhir ini terlihat menurunnya
tingkat investasi Eropa di Asia. Hal ini salah satunya
dikarenakan timbulnya masalah pengintregasian negara
Eropa Timur dalam Uni Eropa.  Dimana menyebabkan
tersedotnya perhatian mereka untuk berekspansi ke
Asia.  Namun hal ini tidak akan berlangsung lama,
karena Eropa akan terdorong oleh butuhnya akan
pasar-pasar baru yang menjanjikan pertumbuhan yang
lebih besar.

Ketua KADIN James Riyadi mengutarakan bahwa tidak ada
kekhawatiran berpalingnya investor Eropa dari
Indonesia.

“Indonesia merupakan satu negara besar di Asia dengan
pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 sampai 6 persen
pertahunnya.  Pertumbuhan ekonomi tersebut jauh lebih
tinggi daripada di Eropa.  Ini merupakan salah satu
alasan bagi investor Eropa untuk menanamkan modalnya
di Indonesia.” 

Semoga keberhasilan yang senantiasa kita capai.




                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke