Pada Maret lalu, Pemerintahan Yudhoyono menaikkan harga minyak sekitar
30%. Seperti apakah dampaknya pada pengeluaran keluarga?

Berikut ini ringksan Hasil Survai Bank Indonesia Cabang Denpasar, yang
dikutip Kantor Berita Antara kemarin, terhadap 200 responden rumah
tangga di Kabupaten Badung, Denpasar dan Gianyar (Bali). 

Secara riil beban hidup masyarakat naik hingga 43,8%, walaupun angka
inflasi hanya dua persen.

Bahan makanan naik hingga 62%
Gas dan bahan bakar naik 81%, 
Perumahan naik 50%

Secara agregat, kenaikan pengeluaran itu mencapai 43,8%. 

Hasil survai ini tidak menggambarkan kondisi seluruh Indonesia, namun
mungkin bisa memberi "guidance" jika Presiden Yudhoyono berkukuh
menaikkan harga minyak 50 atau bahkan 70%.

salam
fgaban






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke