LAMPUNG POST
Jum'at, 30 September 2005
HUKUM-KRIMINAL
Istana Dipenuhi Demonstran
JAKARTA (LO/ANT): Situasi di depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka
Utara, Jakarta Pusat, kemarin sungguh meriah. Ribuan pengunjuk rasa yang
terdiri dari para petani, nelayan, buruh dan mahasiswa tak berhenti meneriakkan
penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Tidak hanya itu, dengan lantang mereka juga meminta Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono mengganti Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie
dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani.
Namun demikian, tidak semua pengunjuk rasa memahami tujuan mereka
melakukan aksi di siang bolong itu. Bahkan, sebagian di antaranya mengaku tidak
tahu alasan hadir beramai-ramai di depan Istana. Salah seorang pengunjuk rasa
berterus terang kehadirannya semata-mata karena diberi uang Rp 10 ribu. "Yang
namanya dikasih, ya diterima saja," ujar pengunjuk rasa lain yang mengaku
tukang ojek.
Kendati demikian, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,
Kepolisian Daerah Metro Jaya tetap menurunkan pasukan yang khusus untuk menjaga
kawasan Istana Kepresidenan. Selain itu, arus lalu lintas di Jalan Veteran yang
tepat berada di belakang Istana dialihkan ke Jalan Juanda. Sedangkan Jalan
Medan Merdeka Selatan ditutup. Dalam unjuk rasa kemarin, polisi hanya menyita
peralatan yang dibawa massa seperti bambu, yang rencananya digunakan sebagai
tiang pengibar bendera.
Menanggapi unjuk rasa itu, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal
Polisi Firman Gani menyatakan, pihaknya tidak akan menambah jumlah polisi pada
aksi lanjutan hari ini. Karena sejauh ini demonstrasi yang dilakukan masih
dalam batas-batas kewajaran. "Kalau pun ada yang meningkat, itu cuma
semangatnya. Karena itu, pengamanan berlapis di beberapa titik kita hilangkan,
seperti di Masjid Istiqlal dan Gedung Departemen Keuangan. Selanjutnya kita
akan fokus ke Istana Negara," dia menjelaskan.
Sementara itu, aksi menentang kenaikan harga BBM juga terjadi di berbagai
daerah. Di depan Masjid Agung Palembang, Sumatra Selatan, ratusan anggota
Serikat Buruh Transportasi dan Angkutan menghentikan angkutan umum, memaksa
sopir menurunkan penumpang. Tak hanya itu, mereka juga memaksa para sopir
bergabung dalam unjuk rasa di Gedung DPRD Sumsel. Akibatnya, ratusan penumpang
angkutan umum di Kota Palembang telantar. Di depan unsur pimpinan DPRD Sumsel,
para sopir mengeluhkan kenaikan harga BBM yang menurut mereka akan ikut
mendongkrak jumlah setoran.
Di Solo, Jawa Tengah, ratusan mahasiswa dan buruh juga menolak rencana
kenaikan harga bahan bakar. Penolakan itu diwujudkan dengan memblokir jalan
utama yang menghubungkan Solo dengan Yogyakarta. Aksi ini mengakibatkan lalu
lintas di jalur tersebut lumpuh total. Tidak hanya menuntut pembatalan kenaikan
harga BBM, pengunjuk rasa juga meminta Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden
Jusuf Kalla mengundurkan diri.
Sementara di Bandung, Jawa Barat, unjuk rasa mahasiswa sempat diwarnai
kericuhan saat polisi berusaha memadamkan api dari tumpukan ban bekas yang
dibakar massa. Aksi dari berbagai elemen mahasiswa di Kota Bandung ini
dilakukan serentak di depan Kompleks Gedung Sate Bandung. Tuntutan yang mereka
suarakan nyaris sama dengan unjuk rasa lain: agar pemerintah membatalkan
rencana kenaikan harga BBM yang akan efektif berlaku Sabtu (1-10) besok.
Bertempat di depan Gedung DPRD Sumatra Utara, kemarin, sejumlah pengunjuk
rasa juga mengangkat isu yang sama. Dengan tidur-tiduran di ruas jalan di depan
gedung wakil rakyat itu, pengunjuk rasa berusaha untuk memblokir jalan. Tak
ayal, jalan macet. Aksi ini tak hanya diikuti mahasiswi dari berbagai perguruan
tinggi di Kota Medan. Sejumlah sopir dari Terminal Peti Kemas Pelabuhan Belawan
juga ikut aksi.
Pada saat hampir bersamaan, aksi serupa terjadi di Surabaya dan Gresik,
Jawa Timur, serta di Makassar, Sulawesi Selatan. Di Makassar, ratusan mahasiswa
yang berunjuk rasa di dekat kediaman Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, sempat
menimbulkan kericuhan. Pasalnya, mereka berusaha menembus blokade polisi dan
kawat berduri di ruas jalan menuju rumah wapres itu.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/