Saya yang mengalami jaman peristiwa G 30 S tersebut,
tahu persis bahwa jenderal2 yang terbunuh, adalah
jenderal2 yang kehidupannya sederhana sperti Jenderal
Parman, Suprapto, Haryono,Panjaitan, dll. Mungkin
hanya jenderal Yani saja yang cukup glamour, karena
kedekatannya dengan Sukarno yang senang berpesta .
kehidupan mereka sangat lain dari kehidupan jenderal2
yang sekarang, Jadi kalau tuduhan bahwa jenderal2
tersebut adalah kapitalis birokrat , jelas salah
alamat. 
--- masenugik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> To: "Post Apakabar" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Post FSAB Yahoo"
>       <[EMAIL PROTECTED]>,    "Post FSAB-GoogleGrp" 
> <[EMAIL PROTECTED]>,
>       "Post Hankam Grp" <[EMAIL PROTECTED]>,  "Post 
> IndoMildiLN"
>       <[EMAIL PROTECTED]>,    "Post KIAD Grp" 
> <[EMAIL PROTECTED]>,
>       "Post MAR Polarhome" <[EMAIL PROTECTED]>,       "Post
> 
> Nasional-list"
>       <[EMAIL PROTECTED]>,    "Post
> Tionghoa-Net"
>       <[email protected]>, "Post Wahana-News"
>       <[EMAIL PROTECTED]>,    "Post X-PPI
> Se-Eropa77-87"
>       <[EMAIL PROTECTED]>
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; format=flowed;
> charset="iso-8859-1";
>       reply-type=original
> 
> 
> Fakta-fakta Keterlibatan PKI Dalam Peristiwa Gerakan
> 30 September 
> (G30 
> S/PKI)
> 
> Pembelaan Nyono dimuka Mahmilub pada tanggal 19
> Februari 1966.
> Di publikasikan pada situs Indo-Marxis, situs kaum
> Marxis Indonesia, 
> 16 
> Februari 2002.
> Dalam amanat Presiden Sukarno dihadapan wakil-wakil
> partai politik di 
> Guesthouse Istana, Jakarta, tanggal 27 Okt 1965,
> ditegaskan bahwa . 
> kejadian 
> September bukan sekedar kejadian 30 September,
> tetapi adalah suatu 
> kejadian 
> politik didalam Revolusi kita.
> Saya sudah kemukakan bahwa prolog daripada G30S
> adalah adanya rencana 
> kudeta 
> dari dewan jenderal.
> Dalam bahasa sehari-hari, gara-gara ada Dewan
> Jenderal maka ada Dewan 
> Revolusi.
> Saya telah kemukakan bahwa prakteknya Dewan Jenderal
> merupakan 
> golongan 
> politik tersendiri.
> Disini  perlu saya tegaskan, karena tidak semua
> Jenderal masuk dalam 
> Dewan 
> Jenderal, maka Dewan Jenderal adalah golongan
> politik tersendiri dari 
> Jenderal-Jenderal tertentu yang menjalankan politik
> Nasakom-phobi, 
> khususnya 
> Komunisto-phobi, hal mana adalah bertentangan dengan
> politik Presiden 
> Sukarno.
> 
> Kegiatan anti komunis tersebut adalah langsung
> bertentangan dengan 
> politik 
> Presiden yang justeru kurang lebih dua minggu
> sebelunya, berkenaan 
> amanat 
> dirapat raksasa ultah ke-45 PKI di Stadion Utama
> Senayan, dimana 
> Presiden 
> Sukarno sekali lagi menandaskan bahwa PPKI adalah
> "ya sanak ya 
> kadang, 
> yen 
> mati melu kelangan".
> 
> Jelaslah bahwa menentang Dwan Jenderal pada
> hakekatnya adalah 
> menentang 
> Jenderal tertentu yang menjadi kapitalis birokraat,
> yang dalam 
> prakteknya 
> bersifat memusuhi Nasakom dan sokoguru-sokoguru
> Revolusi.
> 
> Saya lebih yakin lagi akan adanya Dewan Jenderal
> setelah saya 
> mendapatkan 
> bahan-bahan masa epilog dari G30S masa epilog
> merupakan masa 
> "openbaring" 
> atau masa terbukanya wajah politik yang sesungguhnya
> daripada Dewan 
> Jenderal.
> Dari koran-koran dapaat diketahui bahwa Jenderal AH.
> Nasution muncul 
> terang-terangan dengan kampanye anti komunisnya.
> Sesungguhnya Presiden Sukarno tiada jemu-jemunya
> memberikan 
> indoktrinasi 
> tentang mutlaknya Nasakom bagi penyelesaian
> indonesia.
> Saya mengakui bahwa saya telah melakukan serentetan
> kegiatan membantu 
> G30S, 
> jelaslah bahwa G30S bukanlah suatu pemberontakan,
> tetapi suatu 
> gerakan 
> pembersihan. Bagaimana keterangan yuridisnya saya
> serahkan kepada 
> kuasa 
> hukum saya.
> 
> 
> Kesimpulan:
> 
> PKI berada dibalik G30S, dengan dalih membela
> presiden soekarno, 
> secara 
> pribadi maupun untuk mengamankan "REVOLUSI" yang
> sedang dijalankan 
> presiden 
> soekarno. Peristiwa G30S merupakan puncak dari aksi
> revolusiatau 
> kudeta 
> PKI 
> di Indonesia, yang sebelumnya sudah didahului dengan
> berbagai aksi 
> kekerasan 
> (pembunuhan) terhadap warga masyarakat diberbagai
> wilayah indonesia, 
> yang 
> menentang keberadaan komunis (PKI).
> 
> 
> 
> 
> Cuplikan Pengakuan Dr. Soebandrio Tentang Tragedi
> Nasional 30 
> September.
> 
> Saat G30S meletus saya tidak berada dijakarta, saya
> melaksanakan 
> tugas 
> keliling daerah yang disebut turba (turun kebawah).
> Pada tanggal 28 sept 1965 saya berangkat ke Medan,
> Sumatera Uara. 
> Beberapa 
> waktu sebelumnya saya keliling ke Jawa Timur dan
> Indonesia Timur.
> 
> Pada tanggal 29 Oktober 1965 pagi hari , Panglima AU
> Omar Dhani 
> melaporkan 
> kepada Presiden Soekarno tentang banyaknya pasukan
> yang datang dari 
> daerah 
> ke Jakarta.  Beberapa waktu sebelumnya saya
> melaporkan kepada bung  
> karno 
> adanya sekelompok Dewan Jenderal -termasuk bocoran
> dewan Jenderal 
> membentuk 
> kabinet.
> 
> Menurut Serma Bungkoes (Komandan Peleton Kompi C
> Bataliyon Kawal 
> Kehormatan) 
> yang memimpin prajurit penjemputan Mayjen MT
> Haryono, di militer 
> tidak 
> ada 
> perintah culik, yang ada adalah tangkap dan
> hancurkan.
> Perintah yang saya terima dari Komandan Resimen
> Cakrabirawa Tawur dan 
> Komandan Bataliyon Untung tangkap para jenderal itu,
> kata bangkoes 
> setelah 
> ia bebas dari hukuman. Namun MT Haryono terpaksa
> dibunuh sebab 
> rombongan 
> pasukan tidak diperkenankan masuk rumah oleh isteri
> MT Haryono, sang 
> istri 
> curiga suami dipanggil Presiden kok dinihari.
> Karena itu pintu rumah itu didobrak dan MT Haryono
> tertembak tidak 
> jelas 
> apakah Haryono Pondok Gede (lubang buaya).
> 
> Ada masa dimana Indonesia lowong kepemimpinan sejak
> awal oktober 1965 
> sampai 
> Maret 1966 atau sekitar enam bulan. Bung Karno masih
> sebagai 
> 
=== message truncated ===


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke