04.10.2005

Bali Setelah Teror Bom Kedua

(Warga Bali berdoa bersama di lokasi ledakan pantai
Jimbaran)

Kegiatan sehari-hari di Kuta mulai normal, polisi usut
pelaku pemboman dan kelompok pendukungnya.

Sekitar 200 warga Hindu, Muslim, Kristen dan Katolik
di Bali hari ini melakukan prosesi dan upacara doa
bersama di pantai Kuta. Mereka bersama-sama mengecam
aksi pembunuhan dan menunjukkan solidaritas antar umat
beragama menentang terorisme.

Pagi ini, Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri
Singapura Lee Hsien Loong sempat berkunjung ke Rumah
Sakit Sanglah tempat sebagian besar korban dirawat.
Indonesia dan Singapura akan meningkatkan kerjasama
dalam menghadapi ancaman terorisme internasional. Dari
Rumah Sakit Sanglah dilaporkan, dari 22 korban tewas,
6 jenazah masih belum teridentifikasi.

Sementara pihak kepolisian masih terus melakukan
pengusutan tentang pelaku, yang diduga kuat merupakan
pelaku bom bunuh diri. Kepala Polisi Bali, Inspektur
Jenderal Polisi Made Mangku Pastika mengatakan, ada
kesamaan antara serangan bom kali ini dengan serangan
bom Bali tahun 2002 lalu. Pihak kepolisian sudah
menyebarkan gambar 3 kepala yang diduga menjadi
pelaku, namun identitas mereka belum diketahui. Polisi
sudah menemukan berbagai barang bukti di tempat
kejadian, misalnya sisa-sisa detonator bom dan batere
9 volt di ketiga tempat kejadian. Namun Irjenpol Made
Mangku Pastika menegaskan, sampai sekarang belum jelas
kelompok mana yang berada di belakang serangan ini,
tapi pelakunya pasti tidak bertindak sendiri.

Sementara di Bali, berbagai kalangan kuatir dampak
ekonomi akan menyulitkan kehidupan masyarakat yang
tergantung dari pariwisata. Tapi menurut berbagai
laporan, sampai sekarang tidak terlihat adanya
gelombang wisatawan yang berbondong-bondong
meninggalkan Bali. Memang beberapa negara sudah
mengeluarkan peringatan perjalanan ke Bali dan
agen-agen perjalanan wisata membenarkan ada
pembatalan. Tapi angka pembatalan belum terlalu besar.
Yanti Sukamdi dari Asosiasi Perhotelan dan Restoran
menyatakan, dari Jerman ada sekitar 50 wisawatan yang
batal ke Bali. Jumlah ini kecil dibanding jumlah
wisatawan Jerman seluruhnya ke Bali yang bisa mencapai
50.000 pengunjung.

Publik juga kelihatannya sudah menyadari, tidak ada
jaminan keamanan 100 persen. Serangan bom bisa terjadi
dimana saja. Karena itu, kalangan bisnis di Australia
misalnya menyebut peristiwa Bom Bali 2 sebagai
"normalitas baru" dalam bisnis wisata. Dalam jangka
panjang, kebanyakan wisatawan tidak terlalu
dipengaruhi berita serangan teror.

Para wisatawan yang berada di Bali saat ini kelihatan
sudah melakukan kegiatan wisata seperti biasa. Tingkat
hunian di hotel-hotel Kuta masih tinggi, mencapai 90
persen. Semoga masyarakat internasional tidak
terpengaruh teror biadab tersebut.



                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke