DPR aja bisa dibohongi, konon Rakyat.., nasibmulah nak..

Ida <[EMAIL PROTECTED]> wrote:DPR merasa kaget dan dibohongi pemerintah dengan 
kenaikan bahan bakar 
minyak (BBM) yang sangat tinggi. Karena itu sejumlah anggota DPR 
tengah menggarap usulan hak interpelasi terkait kenaikan harga 
komoditas tersebut. 
Kekagetan dan kekecewaan terhadap putusan pemerintah itu disampaikan 
terpisah kepada Bisnis oleh Wakil Ketua DPR Zainal Maarif, Ketua 
Fraksi PPP Endin AJ Soefihara, Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat 
Nasional (FPAN) Zulkifli Hassan, Wakil Ketua Fraksi Kebangkitan 
Bangsa (FKB) Effendy Choiri, Sekretaris Fraksi Partai Damai Sejehtara 
(FPDS) Carol D. Kadang dan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 
(FPKS) Suryama M. Sastra. 

Mereka menilai persetujuan terhadap perubahan kedua APBN 2005 dengan 
nilai subsidi sebesar Rp89,2 triliun berdasarkan asumsi kenaikan BBM 
tidak lebih dari 50%. 

Karena itu jika kenaikan lebih dari 50%, maka pemerintah telah 
membohongi DPR. 

"Kita sangat kaget dan tidak mengira pemerintah menaikkan BBM 
setinggi itu. Ini sangat di luar dugaan. Perkiraan kita, kenaikan BBM 
rata-rata hanya 50% saja seperti yang juga pernah dilontarkan 
pemerintah," kata Zulkifli. 

Wakil Ketua FKB Effendy Choiri menegaskan pemerintah telah membohongi 
DPR dengan menaikkan harga BBM di luar 'kesepakatan' pemerintah 
dengan partai yang mendukung kenaikan harga BBM. 

Menurut dia, pemerintah ingin mendapatkan keuntungan lebih dengan 
menaikkan harga BBM di luar kewajaran. Sebab dengan menaikkan harga 
BBM sebesar 50% saja, sudah mampu menutup defisit APBN. 

"Pemerintah harus mempertanggungjawabkannya di depan DPR," tegas 
Effendy. 

Sementara FPDS telah dengan tegas menyatakan dalam pendapat 
fraksinya, saat sidang paripurna APBN-P 2005 pekan lalu, hanya dapat 
menyetujui kenaikan BBM tidak lebih dari 30%. FPDS akan melakukan 
protes atas keputusan pemerintah itu. 

Hak interpelasi 

Karena kecewa terhadap putusan Pemerintah, sejumlah anggota Fraksi 
PDIP (FPDIP) tengah menyiapkan usulan hak interpelasi terkait 
kenaikan harga BBM, yang didukung sebagian anggota FKB, FPAN, FBPD 
dan FPKS. 

Salah satu pengusul interpelasi, Sekretaris FPDIP Jacobus Kamarlo 
Majong Padang menilai pemerintah sudah tidak bisa lagi diingatkan 
dengan cara yang baik sehingga perlu ditegur dengan hak politik 
parlemen. 

Rencananya, usulan interpelasi ini akan digalang dalam tiga pekan ke 
depan sehingga pada akhir Oktober atau pada pembukaan masa sidang 
yang akan datang usulan interpelasi sudah dapat dibacakan dalam 
paripurna DPR. 

"Jika interpelasi gagal di tengah jalan, DPR sudah benar-benar 
menjadi subordinat pemerintah...jadi tukang stempel pemerintah saja," 
tegasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laode Ida 
menegaskan pemberian kompensasi atas kenaikan harga BBM dalam bentuk 
uang tunai adalah money politics untuk membungkam suara masyarakat 
yang menolak kenaikan harga BBM dan dapat memicu kerawanan sosial di 
sejumlah daerah. 

Pemberian itu, tutur Laode, tidak beda dengan pemberian uang saat 
pemilu untuk kepentingan partai politik tertentu. 

"Pemerintah telah melakukan kesalahan dengan memberi ikan bukan kail. 
Seharusnya yang didorong adalah membangun dasar ekonomi yang kuat 
sehingga rakyat bisa terbantu tanpa perlu diberi uang tunai," 
katanya. 

Menurut dia, kacaunya pemberian kompensasi di sejumlah daerah dapat 
memicu kerawanan sosial akibat rakyat yang merasa berhak mendapatkan 
dana kompensasi tidak memperoleh bagian. 

Kekacauan sistem pemberian kompensasi itu akan dengan mudah memicu 
emosi masyarakat kecil yang sudah sangat kesulitan akibat kenaikan 
harga BBM yang tinggi sehingga gejolak sosial akan terjadi di daerah-
daerah. 

(www.bisnis.com) 








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










                
---------------------------------
Yahoo! for Good
 Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke