06.10.2005

Dampak Bom Bali Terhadap Pariwisata

Dampak buruk serangan bom Bali 1 Oktober lalu terhadap
industri pariwisata Bali, menjadi perhatian dunia.

Sebuah konferensi internasional yang yang berlangsung
di Iguazu, sebuah kota di Argentina, secara khusus
menyerukan bantuan internasional untuk menjaga
industri pariwisata Indonesia dari dampak pemboman
keji itu.  Konferensi yang disponsori Badan PBB untuk
Pariwisata, World Tourism Organization atau Organisasi
Pariwisata Dunia  diikuti delegasi dari 80 negara.
Mereka  mengkhawatirkan dampak serangan teror itu,
namun menyatakan kepercayaannya akan  kekuatan
industri pariwisata Indonesia untuk bangkit kembali
seperti ditunjukkan sebelumnya menyusul serangan bom
Bali pertama, 3 tahun lalu. Para delegasi menyerukan
WTO untuk membantu agar industri pariwisata bisa terus
menyediakan lapangan kerja, penghasilan dan masa depan
yang lebih baik bagi masyarakat Bali dan Indonesia.

Sebuah optimisme, yang juga diperlihatkan oleh
sejumlah pejabat dan para pemain di bisnis parawisata
Indonesia. Menteri Pariwisata Jero Wacik yang
kebetulan orang Bali, pagi-pagi sekali menyatakan
yakin bahwa dampak bom kali ini tidak sedramatis tiga
tahun lalu. Buktinya, kata Jero Wacik kepada wartawan,
tak terjadi eksodus besar-besaran menyusul serangan
bom 1 Oktober itu. 

Optimisme Jero Wacik, diamini pula oleh Regine
Degryse, seorang pengusaha Prancis yang membuka usaha
kedai minum alias bar di kawasan yang tak jauh dari
lokasi serangan teroris. Menurutnya, pemboman itu
hampir tak berdampak terhadap jumlah kunjungan tamu ke
kedai minumnya.  

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Industri Perjalanan
Wisata  (ASITA) Bali merangkap Ketua Bali Tourism
Board, Bagus Sudibya menyatakan, kalau ada wisatawan
yang segera hengkang, itu bisa dimengerti. Namun
jumlahnya sangat terbatas. 

Dalam perhitungan Bagus Sudibya, wisata Bali
barangkali sedikit terguncang, namun masanya akan
sangat pendek dan skalanya kecil. Barangkali karena
rakyat Bali dan wisatawan dunia sudah berpengalaman
dengan terorisme. Mereka justru ingin memberi pesan
yang jelas kepada para teroris bahwa mereka tidak
takut. Karenanya, Bagus Sudibya optimis, jumlah
wisatawan yang datang ke Bali tahun ini tidak akan
lebih sedikit dibanding tahun lalu. Tahun lalu, para
wisatawan yang mengunjungi Bali mencapai jumlah 1,4
juta dan menyumbangkan devisa sekitar 2,5 milyar. 
Untuk tahun ini, dalam catatan Bagus Sudibya,  hingga
Agustus lalu Bali sudah memperoleh kunjungan 1,1 juta
wisatawan. Tambahan 300 ribu wisatawan lagi, menurut
Sudibya, mestinya tidak sulit.

Optimisme sepertinya merekah di mana-mana. Tapi
sejumlah pekerja hotel kelas Melati punya cerita lain.
Darwin, misalnya, pekerja sebuah hotel melati 2 di
kawasan Kuta, mengeluhkan merosotnya tingkat hunian di
hotelnya. 

Darwin tak resah sendirian. Ngurah Wirata, pegawai
hotel melati 3, yang juga tak jauh dari lokasi
ledakan, dilanda masalah yang sama.

Lalu bagaimana dengan sektor lain? Ita, seorang
pemilik toko cendera mata di kawasan Kuta bersaksi
bahwa bisnisnya sangat terpukul.

Ada yang optimis, ada pula yang pesimis. Ada yang
merasa serangan bom Bali itu hanya menimbulkan
guncangan kecil pada industri wisata Bali. Ada juga
yang merasakan guncangan keras, dan jadi was-was
karenanya. Namun yang jelas, sebagaimana diserukan
dalam konferensi internasional di Argentina itu: semua
kalangan harus bekerja keras, agar industri wisata
terus memberikan lapangan kerja, penghasilan, dan
kesejahteraan bagi rakyat Bali, dan rakyat Indonesia. 



                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke