--- In [email protected], "aa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Duh pertanyaannya tajam benar. Jadi grogi. Jujur, saya sulit menjawab pertanyaan anda. Keyakinan saya soal sistem keyakinan sebelum Hindu, beranjak dari kenyataan betapa di beberapa daerah di Jawa masih ada, meskipun tidak banyak tentunya, masyarakat yang menganut keyakinan di luar Hindu. Artinya, di bumi yang sekarang menjadi Indonesia itu, pernah ada sistem keyakinan. Komunitas Sedulur Sikep dan Samin hingga kini saya pikir mempunyai sistem keyakinan yang berbeda dengan Hindu. Contoh lain di ujung Barat pulau Jawa. Di sekitar pegunungan Kendeng di Lebak, Banten, misalnya. Komunitas Kanakes atau Urang Rawayan yang oleh masyarakat sekitar sering disebut orang Badui juga mempunyai sistem kepercayaan sendiri. Mereka menyebut keyakinanya itu, Sunda Wiwitan. Sepengetahuan saya, keyakinan mereka tidak sama dengan Hindu meskipun beberapa kalangan menyebut mereka penganut Hindu. Belum lagi kalau kita bicara saudara-saudara kita dari Dayak yang mempunyai Kaharingan. Pemerintah memang pernah memasukkan keyakinan saudara kita itu dalam satu atao besar yang bernama Hindu. Padahal, menurut saudara-saudara dari Dayak, Kaharingan sama sekali bukan Hindu. DH: Apa yang anda paparkan, bukanlah sesuatu yang aneh, dan membuat kita berkesimpulan, Nusantara bukanlah berbudaya Hindu Buddha. Dalam suatu ruang budaya, selalu ada kelompok kelompok, yang menganut agama lokal, yang menyimpang dari agama umum. Namun, budaya yang mengantar bangsa kita di Nusantara, sejak abad ke VII sampai runtuhnya Majapahit, adalah budaya India. Kata kata yang dipakai dari zaman Majapahit membentuk khazanah bahasa di negeri kita, terutama bahasa Jawa kuno. Rakrian, mahapatih, adyaksa, bhayangkara..dosa, ashrama, biara (vihara), Pancasila, tamtama, prawira. Kartanagara, Rajasa, Tribhuana Tunggadevi, Wijaya, Dharmavangsa, Jayanagara, Mahendradatta, bukanlah nama raja raja dalam bahasa Tengger, Badui atau Kaharingan.. Budaya budaya non India yang anda sebut itu tak membentuk monument apapun yang meninggalkan petilasan sejarah, seperti candi, prasasti, tulisan dalam daun lontar, dsb. Jadi tak mempunyai peran substantial. Di Palembang telah ada perguruan tinggi agama Buddha dimasa Shailendra, dimana seorang scholar Tiongkok belajar, research disana beberapa tahun, dan menterjemahkan kitab Tripitaka dari bahasa Pali ke bahasa Tionghoa. Apa yang anda namakan "system" keagamaan itu tak meninggalkan sytem kenegaraan, dibandngkan agama Hindu, yang telah meninggalkan system peradilan, misalnya dikerajaan Buleleng. By the way kala itu tak ada "system keagamaan", yang ada adalah simply kepercayaan atau aliran. That's it. Jangan dilupakan, epos Mahabharatta dan Ramayana yang telah membentuk budaya negeri ini, meninggalkan sendra tari, budaya panggung, seni musik, kesusastraan dan seni pahat. Ini membuktikan,budaya utama yang telah membawa bangsa Nusantara kepuncak kejayaannya adalah budaya Hindu-Buddha dari India dan Tiongkok. Kejayaan ini berlangsung dari abad ke VII sampai ke XVII. Apakah sisa Kaharingan, budaya badui, tengger, atau apapun yang anda sebut? yang adalah existent, namun tidak subsantial samasekali? ----------------- Apapun, saya kok mempunyai asumsi-maaf saya sering berasumsi-, leluhur bangsa kita pasti mempunyai sistem keyakinan sendiri yang tidak berasal dari India atau daerah lainnya. Soal prasasti nanti saya tanya-tanya ke para arkeolog ya. DH: assumsi sih boleh boleh saja,tetapi berikanlah referensinya. kalau tidak, ini mirip tebak manggis. --------------------------------- Oh ya, saya belum pernah dengar soal kebudayaan Dongson. Bagi infonya dong. Salam. DH:Mengenai budaya Dong Son, yang membawa kebudayaan Asia ke kekepulauan kita: The Dong Son culture is a Bronze age culture including all of southeast Asia and into the Indo-Malaya Archipelago from about 1000 to 1 BC. Centered on the Red River Valley of Vietnam, the Dong Son were sophisticated agriculturalists, raising rice and buffalo. Dong Son probably arose from local Neolithic cultures, such as Phung Nguyen and Dong Dau phases. Dong Son is identified with the Van Lang ruling dynasty, the first ruling dynasty of Vietnam. By the second century BC, impacts from the Han Dynasty in China were being felt and according to historic records, the Dong Son were absorbed into the Han Dynasty territory. Salam Danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

