Aa Gym dan iklan BBM: Sebuah pelajaran berharga
Iklan kenaikan BBM yang dibintangi Aa Gym ternyata menuai protes keras dari masyarakat. Iklan tersebut dianggap telah menghina dan menghianati rakyat dan dinilai amat pro-pemerintah. Sesuai teori komunikasi pemasaran baku, dikontraknya Aa sebagai talent/model di iklan tersebut memang tepat, hanya content-nya saja yang tidak sesuai. Ini sungguh sebuah pelajaran berharga buat biro iklan, PH, talent (Aa Gym), dan juga pemerintah (Depkominfo). Iklan yang dibintangi Aa Gym ini tak cuma diprotes, tapi juga disomasi oleh HMI karena dianggap melecehkan ajaran agama Islam. Protes masyarakat terhadap 'iklan layanan masyarakat' yang didanai oleh Pemerintah (Depkominfo/BUMN dan lainnya) ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Masih ingat 'Bajaj Bajuri'? Iklan tersebut juga dianggap 'amat menghina' dan berbau SARA - dengan men'stereotype'kan keturunan Cina sebagai kelompok orang-orang yang kaya harta. Iklan PSA lainnya yang pernah dikritisi adalah Newmont karena dinilai telah mengelabui masyarakat. Juga 'iklan dukungan' Freedom Institute yang pernah menuai badai. Ternyata membuat PSA itu tak semudah yang kita bayangkan, Saudara! Siapa sih biro iklannya? Hotline Ad? Oh ya, akhir-akhir ini Hotline Ad kerap dipakai oleh Pemerintah karena sukses dalam memoles SBY-JK saat Pilpres lalu. Tapi dengan kejadian akhir-akhir ini, itu kan namanya mengelabui masyarakat? Karena apa yang diiklankan ternyata tak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Apakah sah-sah saja produk iklan mengelabui masyarakat, dengan prinsip "yang penting produknya laku terjual"? Bagaimana PPPI menyikapi kasus ini? Apa suara dari praktisi periklanan? Bagaimana saran dari praktisi humas agar tak muncul lagi kasus serupa di kemudian hari? Untuk Aa Gym, terima kasih untuk klarifikasinya dan permintaan secara pribadi agar iklan tersebut distop, walau telanjur tayang di berbagai media massa. Hal serupa tak dilakukan 'Bajuri' saat iklannya diprotes keras oleh masyarakat. Namun, pernyataan Aa Gym tersebut masih dipertanyakan oleh Una Koalisi Perempuan, karena isinya masih terlampau diawang-awang. Silakan disimak. Jakarta, 8 Oktober 2005 Salam damai di bumi Indonesia, Radityo Djadjoeri e: [EMAIL PROTECTED] _____________________________________________________________ Tanggapan Aa Gym Tentang Protes Iklan BBM Berikut penjelasan dari Aa Gym: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: "Saiful Arifin" Date: Fri, 07 Oct 2005 17:25:18 +0700 Subject: [daarut-tauhiid] Tanggapan Aa Gym Tentang Protes Iklan BBM PERNYATAAN RESMI KH. ABDULLAH GYMNASTIAR MENGENAI IKLAN KENAIKAN HARGA BBM Melalui telepon dari Mekkah, 7 Oktober 2005 Pukul 05.30 WIB 1. Aa sangat berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan saran, informasi, kritik ataupun termasuk yang memberikan somasi, karena yakin semua ini dilandasi niat baik untuk kemaslahatan bersama. 2. Aa sebagai seorang rakyat yang sangat rindu melihat bangsa ini akur, bersatu menghadapi masalah, perlu digarisbawahi bahwa tidak ada niat dan kesepakatan untuk menjadi corong pihak manapun berkaitan dengan kenaikan BBM, baik untuk yang pro maupun yang kontra, posisi Aa tidak dalam keadaan dukung-mendukung pro dan kontra, melainkan posisinya mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi krisis ini bersatu-padu mencari solusi terbaik walaupun ada perbedaan. Kita hadapi persoalan ini dengan penuh kesabaran dan ketawakalan serta keikhlasan menjalani ujian, karena tidak hanya negeri kita saja, sehingga kita mendapat pertolongan Allah. Jadi kalau dikatakan Aa bagian corong dari Pemerintah untuk mensosialisasikan kenaikan BBM, sama sekali tidak benar, tidak ada niatan atau kesepakatan untuk melakukan hal itu. Dari awal iklan layanan masyarakat itu semata-mata dibuat untuk membantu masyarakat agar tetap terkendali dan bersatu. 3. Aa sangat prihatin sesudah mendengar informasi serta adanya persepsi yang tidak sesuai dengan harapan, yaitu dianggap menjadi perpanjangan tangan dalam mensosialisasikan kenaikan BBM. Hal ini membuat saya, sejak ada pertama informasi ini, langsung meminta kepada pihak Production House (PH) untuk mengevaluasi keberadaan iklan tersebut dan berulang kali meminta agar tayangan itu dihentikan dan diganti sehingga tidak menimbulkan salah persepsi. 4. Alhamdulillah, mudah-mudahan secepatnya tayangan yang bisa menimbulkan persepsi yang berbeda itu dihentikan karena akan kontra-produktif dan silakan andai kata pemerintah mau membuat tayangan lain yang sesuai dan tidak menimbulkan pro-kontra. 5. Aa sangat berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang bersikap arif dan bijak, sehingga persoalan ini menjadi pelajaran dan hikmah bagi kita semua. Betapa niat baik saja tidak cukup, harus disertai juga dengan upaya-upaya yang tepat sehingga niat bisa sesuai sasaran. Terima kasih Bandung, 7 Oktober 2005 Humas Daarut Tauhiid Bandung _____________________________________________________________ Una Koalisi Perempuan e: [EMAIL PROTECTED] Terutama untuk Bapak M. Yusuf, Humas Daarut Tauhiid Bandung, mohon sampaikan pertanyaan saya kepada Abdullah Gymnastiar: "...baik untuk yang pro maupun yang kontra, posisi Aa tidak dalam keadaan dukung-mendukung pro dan kontra, melainkan posisinya mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi krisis ini bersatu-padu mencari solusi terbaik walaupun ada perbedaan..." Kalau menurut Abdullah Gymnastiar, bagaimana "solusi terbaik" itu? "...Kita hadapi persoalan ini dengan penuh kesabaran dan ketawakalan serta keikhlasan menjalani ujian, ­ karena tidak hanya negeri kita saja, sehingga kita mendapat pertolongan Allah..." Kalau menurut Abdullah Gymnastiar, bagaimana masyarakat yang penghasilannya tidak bisa mencukupi kebutuhanan diri/keluarganya untuk makan, terutama? Dan untuk bisa pergi bekerja & sekolah? Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) setiap bulan dari Pemerintah (yang diberikan setiap 3 bulan sekali) "sangat tidak berarti" dibandingkan kenaikan harga makanan dan transportasi (2 hal yang terutama kita butuhkan untuk hidup)? "...Dari awal iklan layanan masyarakat itu semata-mata dibuat untuk membantu masyarakat agar tetap terkendali dan bersatu..." Apa maksudnya "tetap terkendali dan bersatu"? Masyarakat jelas menderita karena kenaikan harga akibat kenaikan BBM. Saya berharap dapat mendengar jawaban tentang "sesuatu yang nyata" dari Abdullah Gymnastiar tentang semua yang membingungkan di atas. Yang pasti bukan hanya ajakan untuk bersabar, bertawakal, dan ikhlas. Terima kasih, R. Husna Mulya Una Koalisi Perempuan Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com http://indonesiana.multiply.com --------------------------------- Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

