Lah kalau keputusannya diambil tanpa memperhatikan kepentingan publik luas tapi pengennya gak ada resistensi, piye? Bukannya itu namanya egois dan serakah, bos? Mau menangnya sendiri doank..
Bagi sebagian kalangan, uang 100ribu bisa langsung habis untuk sekali nonton film tuentiwan bersama pasangan.. atau membeli 2 loyang pizza (yang harganya bisa >100ribu).. atau bahkan cuma separuh harga celana jeans, buat lebaran or tahun baru-an.. :-| CMIIW.. Wassalam, Irwan.K --------- Pada tanggal 10/10/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > http://news.antara.co.id/seenws/?id=20315 > > Oct 10 08:59 > > > PENGAMAT: KERUSUHAN HANYA TERJADI JIKA ADA ELIT BERMAIN > > > Makassar (ANTARA News) - Kekhawatiran sejumlah pihak mengenai kemungkinan > munculnya > "kerusuhan sosial", menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan > bakar minyak (BMM) tidak akan terjadi selama tidak ada elit yang bermain di dalamnya. > Menurut sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Deddy Tikson, Phd, di > Makassar, Senin, kerusuhan > sosial hanya terjadi bila ada yang menghasut, karena masyarakat Indonesia > memiliki resistensi tinggi > dan juga cenderungn mudah "terhasut" oleh provokasidari elit tertentu. Namun > jika tak ada yang > menghasut, maka kondisi akan tetap aman dan kondusif. > > "Dalam sejarah bangsa ini, tidak pernah terjadi kerusuhan secara > besar-besaran yang melibatkan > seluruh komponen masyarakat, kecuali pada saat menumbangkan kepemimpinan > Presiden Soeharto > pada Mei 1998 lalu. > > Itupun terjadi karena ada elit yang bermain. Jadi semuanya tergantung pada > ada tidaknya elit > yang bermain," ungkapnya. > > Deddy mencontohkan berbagai peristiwa konflik antar etnis dan agama yang > terjadi selama ini, > baik itu di Maluku maupun Poso. Mustahil konflik itu terjadi tanpa adanya > keterlibatan elit. > > Potensi terjadinya kerusuhan sosial saat ini, menurut Deddy, sangat besar > kemungkinannya, > mengingat kondisi negara saat ini lebih memprihatinkan dibanding dengan > krisis ekonomi 1998 lalu. > > "Hal ini bisa dilihat dari semakin tingginya angka pengangguran, menyusul > banyaknya pemutusan > hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bisa memikul > biaya produksi yang > melambung tinggi, serta bertambahnya jumlah masyarakat miskin, sehingga > semakin menurun daya > beli mereka," katanya. > > Dengan kondisi seperti sekarang inilah, lanjut Deddy, dengan sendirinya > telah menimbulkan rasa > frustasi dan masyarakat cepat marah dan lebih mudah terprovokasi. > > "Dalam kondisi seperti itu, kalau ada elit yang memanfaatkan situasi ini, > maka kerusuhan itu bisa > terjadi. Karena itu bisa dikatakan bahwa "sekamnya" sudah ada, tinggal > disulut apinya. > Jadi semuanya tergantung dari elitnya," tegas Deddy. > > Untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan tersebut, maka > pemerintah perlu selalu waspada > dan mendeteksi elit-elit mana saja yang bisa memanfaatkan situasi ini, > mencari khalayak yang bisa > melahirkan kerusuhan, serta segera membuat kebijakan-kebijakan populis, yang > berpihak kepada > kepentingan masyarakat banyak. (*) > > LKBN ANTARA Copyright (c) 2005 Syarat Penggunaan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

