bukankah sby-jk ga bisa dijatuhkan dgn impeachment, dimana mereka telah dipilih oleh rakyat scr langsung shg ga bisa semerta2 dijatuhkan oleh ketidakpuasan publik? berarti selama ini publik sudah tertipu, sewaktu menjelang pemilu tahun lalu, banyak isu yg mengatakan begini, "pilih aja deh yg dari kalangan militer lagi, biar lebih aman dan gak ada bom". ternyata semuanya cuma janji buta sby-jk, mereka saat ini menyengsarakan rakyat banyak, dengan mengedepankan bisnis mereka sndiri di perminyakan, dan terlebih lagi bom masih aktif membunuh...dan berarti bukan masalah militer atau sipil, tapi lebih kepada masalah MENTAL pemimpin... pemimpin yg lbh jujur, katakan Gusdur ternyata jg dibikin jungkir balik oleh oposisi dan tdk bertahan lama memperbaiki bangsa. orang baik tidak bs jadi pemimpin disini...
janji buta, harapan palsu, korupsi, diskriminasi, pembodohan dan pembohongan, apa lagi pemberian politisi untuk rakyat......??????? memang kebanyakan pejabat indonesia ga punya nasionalisme, malu jadi bangsa sendiri sehingga apapun di-impor: dari beras, gula, minyak, sekalian aja menterinya di impor dr negara2 tetangga! kalo mereka bisa tersentuh impeachment??? salut deh, beribu acungan jempol dr tangan smp jempol kaki! soalnya kalo diteliti, pemerintahan skg sudah lebih sadis drpada orde baru... banyak rakyat miskin yg mengatakan bahwa jaman soeharto itu tidak sesulit saat ini, ada benarnya dari beberapa segi... strategi politik dan bisnis soeharto itu jauh lbh cerdas dr pemerintah skg. > Saya pribadi yg dulu mencoblos SBY-JK menarik suara > saya. Meski hanya 1/juta persen, paling tidak mudah2an > dosa saya berkurang karena telah memilih pemimpin yg > menaikan harga BBM hingga 150% lebih dalam jangka > waktu 6 bulan. > > --- Ikra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Dari: Bali Post: >> > http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/11/n6.htm >> >> PRESIDEN TERANCAM DIIMPEACH >> >> Jakarta (Bali Post) - >> Surat peringatan Mahkamah Konstitusi (MK) kepada >> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi perdebatan >> politisi di DPR. Kalangan DPR berbeda pendapat >> menanggapi surat MK itu. Ada yang berpendapat bahwa >> surat itu berimplikasi di-impeach-nya Presiden, ada >> pula yang khawatir surat MK menjadi inspirasi >> gerakan di DPR untuk memperluas masalah dari wilayah >> hukum menjadi wilayah politik yang berujung pada >> impeachment. >> >> Ketua DPR Agung Laksono mengkhawatirkan gerakan >> politik yang mengarah kepada impeachment. Ia >> mengatakan, apa yang dilakukan MK benar sesuai >> dengan wilayah hukumnya. Namun, Agung berharap >> jangan sampai persoalan ini meluas menjadi wilayah >> politik. ''Itu yang saya khawatirkan,'' ujarnya, >> Senin (10/10) kemarin. >> >> >> >> Kekhawatirannya tersebut, urai Agung, karena MK >> menuding ada pelanggaran konstitusi dalam UUD 1945 >> terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. >> Kalaupun dianggap melanggar, ia minta perlu >> dijelaskan secara lebih jelas dan rinci di mana >> letak pelanggarannya. ''Kalau dianggap melanggar di >> mana, karena ini kan domainnya pemerintah,'' ujar >> Wakil Ketua Umum Golkar ini. >> >> >> >> Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif mengatakan surat MK >> tersebut bisa membuka peluang gerakan politik yang >> bisa berimplikasi pada posisi Presiden. Kendati >> terbuka peluang untuk itu, ia mengatakan belum >> saatnya jika gerakan impeach terhadap posisi >> Presiden dilakukan. ''Bisa, tetapi belum saatnya,'' >> ujar Zainal. >> >> >> >> Dalam persoalan ini, Zainal menilai ada fenomena >> menarik yang dilakukan lembaga hukum yang baru >> dibentuk di era reformasi itu. Hal baru dan menarik >> itu karena MK yang bersifat pasif, berupaya keluar >> dari kaidah-kaidah etik yang ada. MK justru bersifat >> proaktif berkirim surat kepada Presiden, MA, DPR, >> MPR dan DPD. Sikap proaktif MK itu, dinilai Zainal >> sebagai sikap emosional hakim MK atas >> kesewenang-wenangan pemerintah menaikkan harga BBM >> yang sudah sangat keterlaluan. ''Jadi, saya kira >> langkah MK itu sebagai langkah penyadaran kepada >> pemerintah, bukan langkah politis,'' terangnya. >> >> >> >> Sementara itu, Wakil Ketua MPR AM Fatwa mengatakan, >> MPR tidak akan proaktif dan terprovokasi dengan >> persoalan ini. Ia justru menilai langkah hakim MK >> berkirim surat terlalu dini dan menyalahi kepatutan. >> Pasalnya, sesuai dengan ketentuan yang ada, hakim MK >> bersifat pasif, hanya bekerja bila ada pengaduan >> dari masyarakat. Namun, dalam persoalan ini justru >> hakim MK terlalu proaktif. >> >> >> >> Revisi Kenaikan >> >> >> Mantan Ketua DPR-RI Akbar Tandjung menyatakan, >> kenaikan harga BBM benar-benar sangat memberatkan >> masyarakat. Beban kebutuhan hidup sehari-hari >> meningkat tajam. Usaha kecil dan menengah juga >> terancam bangkrut. Hal ini menyebabkan terjadinya >> gerakan sosial yang cukup membahayakan. Akbar >> meminta pemerintah merevisi kebijakan kenaikan harga >> BBM tersebut. >> >> >> ''Kenaikan rata-rata 100 persen itu benar-benar di >> luar perkiraan semua pihak. Bahkan, para pengamat >> yang awalnya mendukung pun terkejut ketika >> kenaikannya begitu tinggi. Kami minta pemerintah >> merevisi kembali kenaikan tersebut,'' tegas Akbar >> Tandjung. >> >> >> Revisi kenaikan itu penting bagi rakyat. Sebab, >> selama ini kenaikan harga BBM yang sangat tinggi dan >> diikuti langkanya jenis BBM tertentu, khususnya >> minyak tanah, memicu kenaikan hampir seluruh >> kebutuhan barang dan jasa. Kebutuhan pokok selama >> bulan puasa, hari raya Idul Fitri, Natal, dan tahun >> baru pun mengalami peningkatan yang luar biasa. >> >> >> Akbar menyerukan pemerintah berpikir kembali, >> mengoreksi kebijakannya menaikkan harga BBM. ''Kami >> hanya menyerukan secara moral. Kami berpendapat >> sebaiknya kenaikan ini ditunda, tetapi pemerintah >> tetap saja menaikkan. Sekarang terserah >> pemerintah,'' katanya. >> >> >> Jika pemerintah tetap bersikukuh dengan keputusannya >> dan masyarakat semakin miskin oleh kenaikan ini, >> Akbar mengaku tidak akan melakukan langkah-langkah >> politik. Misalnya turun ke jalan berdemonstrasi. >> ''Seruan ini hanya gerakan moral, bukan politik,'' >> katanya. (kmb4/kmb7/kmb3/kmb2) >> >> > > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > > __________________________________ > Start your day with Yahoo! - Make it your home page! > http://www.yahoo.com/r/hs > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

