Berikut diskusi tentang kenaikan harga BBM dengan seorang pendukung kenaikan harga BBM:
From: "Ronal Baharuddin Hutagaol" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Oct 4, 2005 3:15 am Subject: Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Pertanyaan ini sering muncul di dalam pikiran saya.... Apakah Benar BBM Membuat Rakyat Sengsara....?? Benar kah? Lalu Rakyat yang mana yang akan sengsara.........?? ------------------------- 1 Hari setelah kenaikan BBM - Puncak dipenuhi oleh group2 yang sedang Turing, ribuan motor & kendaraan lalu lalang untuk berkonvoi. 1 Hari setelah kenaikan BBM - Pusat belanja grosir (TipTop yang saya kunjungi) di penuhi oleh orang2 yang berbelanja bulanan. 3 Hari setelah kenaikan BBM - (Hari Senin), jalan2 protokol di Jakarta Tetap Macet dan sesak 1 Hari setelah kenaikan BBM - Kafe2, Mall2 tetap di penuhi oleh pengunjung ------------------------- Seberapa besar biaya belanja dari saudara2 kita yang berada dibawah garis kemiskinan.... Apakah akan terasa kenaikannya.......... (kemungkinan besar akan terasa) Apakah BBM secara langsung merugikan..... Siapakah yang membuat harga2 naik..??? ------------------- Agen2 lah yang menjadi biang keladinya, anggap saja yang tadinya biaya angkut hanya Rp.100.000 menjadi Rp.150.000 dan barang yang mereka angkut bisa puluhan juta dan setiap barang dinaikkan 10%-50%. Hmmm... kita sudah bisa menghitungnya... Makanya perbedaan barang2 SEMBAKO di pasar tradisional dengan di Supermarket bisa berbeda jauh, karena biasanya Supermarket mengambil langsung. Saran saya untuk semua lebih baik saat ini berbelanja ke Supermarket karena AGEN2 inilah biang keladinya dan disiniah pihak berwenang mengadakan operasi pasar bukan ke para penjual eceran melainkan ke para penyalur/agen. -------------------- Kalau saja pemerintah bisa menindaklanjutkan hal ini maka harga2 tidak perlu naik sedemikian tinggi Bagaimana dengan subsidi langsung Rp.100.000/bulan, apakah bisa memenuhi kebutuhan pokok? Disinilah terbukti, selama ini pihak wartawan, atau malah kita2 melontarkan pertanyaan yang salah, seharusnya pertanyaan yang benar: "Apakah cukup dengan Rp.100.000 untuk membeli kebutuhan Minyak tanah yang harganya Rp. 2000/liter selama sebulan?" Saya pikir sangat cukup dan sangat lebih, berapa literkah saudara2 terkasih kita yang ada di garis kemiskinan mengkonsumsi Minyak Tanah dalam sebulan, saya ra tidak lebih dari 20 liter. Kalau 20 liter x Rp. 2000 = Rp. 40.000, biasanya 20 liter x Rp. 700 = Rp. 14.000 maka Rp. 40.000 - Rp. 14.000 = Rp. 26.000 Subsidi pemerintah = Rp. 100.000 - Rp. 26.000 = Rp. 74.000 Mungkin sisanya untuk membeli harga2 yang sudah naik (selisih dari harga sebelum naik) Hmmmm.......... Menurut teman2 semua...... cukup tidak.........??? Kita harus jeli dalam melihat semua ini dan jangan terus di putar balikkan dengan realitanya... Untuk Teman2 yang sudah memiliki gaji di atas Rp. 1jt, saya rasa tidak ada masalah Untuk teman2 yang sudah memiliki gaji Rp.500.000 - Rp. 1.000.000, bisa jadi masuk golongan yang mendapat subsidi.... Untuk teman2 yang tidak berpenghasilan...... (hmmmm saya tidak bisa berkomentar) Seperti tulisan saya yang lalu, kebanyakan yang paling menonjol di negeri ini adalah Saudara2 kita yang berada di level menengah keatas... dan orang2 ini tidak pantas untuk di subsidi. Mereka sudah terlalu keenakan memperoleh subsidi yang seharusnya diterima oleh saudara2 terkasih kita yang berada di garis kemiskinan. STOP SUBSIDI BAGI MEREKA YANG TERMASUK MENENGAH KEATAS.................. BERIKAN SUBSIDI BAGI MEREKA YANG TERMASUK DALAM GARIS KEMISKINAN.......... GRATISKAN PENDIDIKAN BAGI MEREKA YANG MASUK KATEGORI MISKIN (Bukan hanya biaya pendidikan, tetapi sumbangan2 juga) GRATISKAN KESEHATAN MASYARAKAT KECIL (Di puskesmas memang gratis, tapi biasanya pihak puskesmas memungut biaya administrasi) Ronal B Hutagaol Pemerhati Bangsa Indonesia http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/5992 From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Oct 4, 2005 5:26 am Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Polanya terlalu simple. Yang dihitung hanya minyak tanah senilai Rp 26 ribu, kemudian karena pemerintah memberi Rp 100 ribu, dia untung Rp 74 ribu. Sebagai contoh, saya naik angkutan umum 2 kali ke kantor, pertama naik Mikrolet. Biayanya naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500. Kemudian bis reguler naik dari Rp 1.500 jadi Rp 2.000. Sekali jalan bertambah Rp 1.000. Bolak-balik tambah Rp 2.000. Dikali 22 hari kerja jadi Rp 44.000. Dari Rp 110 ribu sebulan, sekarang jadi Rp 154 ribu. Naik 40%. Ini dari transportasi saja. Makanan pun sekarang naik harganya. Jika dulu pengeluaran untuk 1 keluarga paling2 hanya Rp 15.000 x 30=Rp 450 ribu sebulan. Sekarang jadi Rp 20.000 x 30 = Rp 600 ribu sebulan. Jadi bertambah lebih dari 150 ribu. Total kenaikan jadi Rp 220 ribu untuk minyak tanah, angkutan dan makanan. Belum lagi listrik, sekolah, dsb. Kenaikan harga BBM sampai 120% itu pemiskinan massal mas. Orang yang dulu gajinya Rp 1 juta, mungkin sekarang nilainya seolah2 tinggal Rp 500 ribu karena jumlah barang yang bisa dia beli lebih sedikit. BTW, gaji anda berapa ya? Kok bisa2nya senang ketika harga BBM naik? Terus-terang teman2 saya di kantor mengeluh semua, baik dari yang menengah mau pun yang ke bawah karena mereka tidak dapat dana kompensasi BBM. Di Detik.com, seorang nenek stress dan meninggal karena tidak dapat dana kompensasi BBM. Itu artinya yang menaikan harga BBM mau pun pendukungnya sadar/tidak sadar ikut bersalah membunuh nenek tsb. Salam http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/5993 From: "Ronal Baharuddin Hutagaol" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Oct 4, 2005 6:36 pm Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Kalau anda tuan A Nizami.... Menurut anda sendiri........ Anda layak di subsidi.... Disinilah kesalahan dari pemerintah.......... BBM yang disubsidi seharusnya berada di daerah yang memang harus di subsidi, misalkan untuk Angkutan Umum (ber-plat kuning), mereka2 inilah yang mesti di subsidi, bukan yang berplat hitam, jadi kalau saja pemerintah jeli dalam melihat hal ini maka tidak ada lagi yang perlu dinaikkan. Total kendaraan yang berada di Indonesia sudah 32juta hingga agustus 2005 ini dan kendaraan tersebut hanya di dominasi oleh kendaraan pribadi. Karena kondisi inilah yang harus diperhatikan, kalau begitu bagaimana kalau kita sama mendemo Pemerintah agar memberikan subsidi penuh untuk kendaraan2 yang dipakai untuk umum agar harga2 sembako tidak naik......... (tapi biasanya kalau sudah naik gak bisa turun lagi). http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/5998 From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Oct 4, 2005 9:43 pm Subject: RE: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Untuk menghapus subsidi plat hitam kan tinggal naikkan saja pajak kendaraan (STNK dan BPKB). Mau dinaikan 3 kali lipat atau 10 x lipat? Simple kan? Kalau menaikan harga BBM hingga 125% sama saja dengan memiskinkan massal rakyat Indonesia. Di Kompas disebut rata2 kenaikan harga barang sebesar 35%. Angkutan umum 37%. Nah kalau sebelumnya biaya hidup Rp 700 ribu, sekarang naik jadi Rp 945 ribu (tekor Rp 245 ribu/bulan) Jadi yang gajinya sebelum kenaikan Rp 900 ribu, mereka sekarang sudah tergolong miskin karena kenaikan harga2 barang sebesar 35%. Salam http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/6002 From: "Ronal Baharuddin Hutagaol" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed Oct 5, 2005 1:06 am Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Tidak begitu..... Tidak dengan menaikkan pajak........ Kalau hanya menaikkan pajak tanpa tidak menaikkan BBM bisa kah BBM di tutupi cost-nya? Tidak mungkin......... http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/6005 From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed Oct 5, 2005 6:02 pm Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Mungkin saja. Dengan harga BBM Rp 2.400/liter, pemerintah hanya "mensubsidi" Rp 113,7 trilyun. Anda bilang jumlah kendaraan 32 juta, sebagian besar plat hitam. Nah jika kendaraan plat hitam ada 30 juta dan harga rata2 Rp 100 juta (Avanza paling murah sekitar Rp 100 juta, Mercy-BMW-Volvo Rp 1 milyar) maka nilai kendaraan ada Rp 3.000 trilyun. Saat ini pajak STNK hanya 1% dari nilai kendaraan. Jika dinaikan misalnya 5%-10%, maka akan didapat pajak Rp 150 trilyun -Rp 300 trilyun. Tertutup kan? Sebaliknya dengan menaikan harga BBM sampai 125%, itu adalah tindakan yang sangat gegabah. Tidak ada pedagang yang menaikan harga sebesar itu. Akibatnya seseorang yang rumahnya di Bekasi dgn gaji UMR Rp 750 ribu/bulan, sekarang harus mengeluarkan biaya lebih. Dari sebelumnya Rp 12 ribu sekali jalan, sekarang Rp 20 ribu. Jika dia bekerja 6 hari seminggu, berarti dia mengeluarkan uang Rp 520 ribu (hampir 70%) hanya untuk transport! Kalau caranya begitu, orang bisa tidak kerja karena biaya transport terlalu mahal. http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/6015 From: "Ronal Baharuddin Hutagaol" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu Oct 6, 2005 3:02 am Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? anda punya data ini....?? Jumlah Komsusmi BBM nasional perharinya 184 ribu kilo liter yang sebelumnya 171 ribu kilo liter dan kalau tidak ada peningkatan konsumi BBM oleh masyarakat maka akan meningkat dari 59,6 juta kilo liter ke 63-65 juta kilo liter per tahunnya. Konsumsi BBM tahun 2005 diperkirakan 60 juta kilo liter atau 1,1 juta barel per hari, sedang produksi kiilang minyak nasional hanya 80% dari total konsumsi (1,1 juta barel) dan sisanya di impor kira2 300 ribu barel perhari. Dan kalau harga minyak mentak mencapai 60 dolar AS perbarel maka subsidi BBM sampai akhir tahun 2005 akan mencapai Rp. 130 triliun Sementara berdasarkan APBN 2005, subsidi ditetapkan Rp. 19 Triliun dengan kuata BBM ditetapkan 59,6 juta kilo liter dengan asumsi harga minyak mentah 24 dolar AS per barel dengan kurs Rp. 8.600 per 1 dolar. Mengko Perekonomian Aburizal Bakrie pernah mengatakan, pemerintah harus memberikan subsidi hingga Rp. 150 triliun kalau kisaran minyak dunia mencapai 60 dolar As per barel maka pemerin harus mencari dana tambahan Rp. 73,5 triliun, defisit anggaran menjadi Rp. 34 triliun. thx http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/6043 From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu Oct 6, 2005 7:37 pm Subject: Re: [ekonomi-nasional] Benarkan BBM Membuat Rakyat Sengsara...?? Berdasarkan data yang anda berikan sebelumnya. Jika ada 30 juta kendaraan plat hitam dan rata2 harganya Rp 100 juta, maka nilai objek pajaknya Rp 3.000 trilyun. Saat ini pajak STNK hanya 1% dari NJOP. Jika dinaikan jadi 5% saja maka didapat pajak Rp 150 trilyun. Jadi subsidi BBM sudah tertutup dgn pajak STNK. Angka yang diberikan Aburizal jika impor BBM 300 ribu Barrel perhari (1 barrel=159 liter) dan harga internasional US$ 60/barrel akan mengakibatkan subsidi sebesar Rp 150 trilyun juga tidak benar. Coba hitung. Dengan harga bensin Rp 2.400/liter, harga bensin sama dgn US$ 37,4/barrel (1US$=Rp 10.200). Seandainya harga bensin Internasional US$ 70/barrel, maka subsidi: (US$ 37,4/brl-US$70/brl) x 300.000 brl/hari x 365 hari = US$ (3,568,411,765) = Rp (36,397,800,000,000) Jadi pemerintah hanya subsidi Rp 36 trilyun per tahun. Di sisi lain pemerintah memproduksi 0,9 juta barrel perhari dgn biaya US$ 10/barrel. Dgn harga jual US$ 37,4/brl (Rp 2.400/liter) pemerintah dapat untung: (US$ 37,4- US$ 10) x 0,9 juta barrel/hari x 365 hari = US$ 9,004,764,706 = Rp 91,848,600,000,000 KESIMPULAN: Pemerintah UNTUNG = Rp 91,8 trilyun - Rp 36,4 trilyun = Rp 55,4 trilyun Keuntungan lebih besar jika sebagian minyak (sekitar 270 ribu barrel diekspor dgn harga US$ 60/barrel). Jadi memang banyak manipulasi informasi di sini. Saya harap sebagai seorang intelek kita tahu mana informasi yang palsu dan menyesatkan dengan yang sebenarnya. http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/6045 Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

