Selasa, 11 Oktober 2005
Mayoritas Perempuan Pelaku Aborsi Menderita

BOGOR -- Ginekolog dan konsultan seks dr Boyke Dian Nugraha mengemukakan bahwa 
mayoritas perempuan pelaku aborsi, secara psikologis akan menderita. Ini 
terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap perempuan pelaku aborsi. 
''Penelitian menunjukkan mereka kehilangan harga diri (82 persen), 
berteriak-teriak histeris (51 persen), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi 
(63 persen), ingin bunuh diri (28 persen), terjerat obat-obatan terlarang (41 
persen), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual," katanya dalam sebuah acara 
di Auditorium Rektorat Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (10/10). 

Boyke berbicara pada "Bincang Sehat" bertajuk "Islam Bicara Kesehatan 
Reproduksi" yang diselenggarakan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM-IPB). 
Ia mengatakan bahwa kehamilan remaja, pengguguran kandungan, terputusnya 
sekolah, perkawinan usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan 
obat, merupakan akibat buruk petualangan cinta dan seks yang salah di saat 
remaja. 

Dikatakannya bahwa kenikmatan tentang cinta dan seks yang ditawarkan oleh 
berbagai informasi, baik berupa majalah, tayangan telenovela, film, internet 
mengakibatkan fantasi-fantasi seks berkembang dengan cepat. ''Bagi mereka yang 
tidak dibekali dengan nilai moral dan agama yang kukuh, fantasi-fantasi 
tersebut kemudian ingin disalurkan serta dibuktikan melalui perilaku seks 
pranikah saat mereka pacaran,'' katanya. 

Karena itu, kata Boyke Dian Nugraha, penting sekali orang tua remaja membekali 
anaknya dengan pendidikan seks yang benar. ''Sayangnya, masyarakat kita masih 
memandang pendidikan seks pada anak sebagai hal tabu, padahal pendidikan seks 
yang benar akan mampu mengendalikan remaja dari pergaulan bebas,'' katanya. 

Ridha Salamah, Sekretaris Jenderal Muslimah Peduli Umat menguraikan bahwa 
legalisasi aborsi merupakan agenda global untuk menghancurkan keluarga 
Indonesia khususnya keluarga Muslim. ''Legalisasi aborsi bukan sekadar masalah 
kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan 
gaya hidup kapitalis sekuler yang diprograndakan PBB melalui ICDP 
(International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo 
Mesir,'' katanya. Ia menegaskan bahwa legalisasi aborsi akan mendorong 
pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat. ''Orang tidak perlu menikah untuk 
melakukan hubungan seks. Sedangkan, pelepasan tanggungjawab kehamilan bisa 
diatasi dengan aborsi,'' katanya. 

Karena itu, katanya, aborsi dilarang dalam Islam, dan untuk mencegah semua itu, 
solusinya berupa perbaikan paradigma sehat, regulasi sistem sesuai aturan Allah 
SWT dan masyarakat berfungsi sebagai kontrol sosial yang terpercaya dalam 
memperbaiki kebobrokan sistem masyarakat yang ada. 
(ant) 
http://www.republika.co.id/detail.asp?katakunci=+mayoritas%20%20+aborsi&id=234620





"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. 
Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut 
dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari 
setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)



                
---------------------------------
 Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke