Dari milis tpg36ers
---------------------------------------
Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah
lewat pukul 11
malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus
pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah
beberapa saat
berjalan,  warna langit tampak memerah. Rintik hujan
mulai turun.
Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan
"acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.
Untunglah, penjual nasi
goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda
sederhana.

Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai
bapak penjual yang
sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih
menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada
kehujanan...,"
begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. 
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat
dalam kesunyian
yang pekat.
Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual
dan tendanya, saya
berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini
saja."

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku
apinya. Dia tampak
sibuk.Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di
racik. Tampaklah
pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih
dalam waktu
sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan
segenap bumbu. Segera
saja,mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan
yang semula canggung
mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya
tambah deras nih,
orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak
itu menoleh kearah
saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan
saya.." katanya
sambil menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?"
kata saya, "Wah,
rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan
yang bodoh. Tentu
saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini.
Tentu, pertanyaan itu hanya
akan membuat Bapak itu tambah sedih.Namun, agaknya
saya keliru...

"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah
istirahat), begitu
katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah
senang kalau hujan
begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat
air buat sawah. Yah,
walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya."
Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti
bisa ngojek payung
kalau besok masih hujan.....".

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar,
"Gusti Allah ora sare".
Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat
buat hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat
hidup yang saya
punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan
sederhana itu. Maknanya
terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan
menyadari kekerdilan saya di
hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana,
adalah petaka bagi
banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu
selalu berupa
materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan
dirasakan. Dan saya juga
berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka
itu artinya saya cuma harus
bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa
menjadi bencana, namun
rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani.
Derasnya juga adalah
berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan
mungkin bisa
menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi
harapan bagi sebagian orang
yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie
goreng itu. Beribu
pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang
bergerak dibenak
saya. "Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah
Beristirahat"  Untunglah,hujan telah
reda, dan sayapun telah selesai makan.

Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat,
Gusti Allah Ora
Sare..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang
ada di depan saya.
Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan
mengingatkan kita dengan
cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan
Cinta kepada saya lewat
hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat
saya menjadi
semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan
hal-hal besar,
dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap,
saat saya bertambah usia,
harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun
sebelumnya, saya
ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat
saya. Dalam
setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat
belajar dan memaknai
hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap
memberikan saya yang terbaik.
Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan
dengan hal-hal besar
dan istimewa.



   Aku berdoa agar diberikan kekuatan...Namun,
   Allah memberikanku cobaan agar aku kuat
menghadapinya.

   Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun,
   Allah memberikanku masalah agar aku mampu
memecahkannya.

   Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun,
   Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat
belajar
   dari-Nya.

   Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun,
   Allah memberikanku persoalan agar aku mampu
menghadapinya.

   Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih
sayang..... Namun,
   Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya
agar aku
   dapat berbagi dengannya.

   Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun,
   Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat
memanfaatkannya.


Sahabat, terima kasih telah membaca.
Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan
langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada
dalam keadaan yang sama seperti ketika aku
mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke
cakrawala... (Seno Gumira Ajidarma)





"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. 
Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut 
dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari 
setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)





                
__________________________________ 
Start your day with Yahoo! - Make it your home page! 
http://www.yahoo.com/r/hs


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke