Insya Allah gak ada usaha yang sia", bos..
Klo di artikel lain, ada ungkapan: 'Gusti Allah ora sare'..
Katanya milis ini diikuti orang" atas (pejabat, mantan-pejabat?,
pengamat, penulis, wartawan, orang" pintar, dll)..
siapa tahu ada yang masih punya hati nurani melihat kenyataan..

Ya, mungkin baru segini kemampuan kita" ini.. cuma bisa pake
lisan/tulisan.. Soal hasil, biarlah Allah yang mengaturnya.. :D

Wallahu a'lam.. CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sepertinya teriak2 percuma deh mas Irwan.
> Pemerintah tidak akan mendengarkan.
> Jika dengar juga, harga BBM tidak akan diturunkan...:)
> 
> --- irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Adakah penyesalan dari pihak yang pro kenaikan BBM?
> > Atau orang" miskin itu harus menjadi tumbal
> > selamatnya APBN dari 'defisit'?
> > Semalam lihat ceramah Aa Gym, soal orang dengki..
> > Jadi pengen nanya, apakah orang yang tidak mendukung
> > keputusan
> > pemerintah termasuk orang yang dengki?
> > 
> > Karena kata dia, orang yang dengki tidak pernah
> > tenang hidupnya..
> > selalu melihat sesuatu dengan sudut pandang negatif.
> > Tapi bukankah penolakan keputusan yang tidak
> > berpihak kepada publik
> > (baca: lebih condong kepada pengusaha dan asing)
> > merupakan salah
> > satu upaya membela publik; khususnya yang lemah dan
> > terabaikan?
> > 
> > Wallahu a'lam.. CMIIW..
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > Irwan.K
> > 
> > -----------
> > http://www.kompas.com/metro/news/0510/12/091724.htm
> > 
> > Makan Dua Hari sekali
> > 
> > Keluarga Idup (44), warga Kampung Sewan Bedeng RT
> > 01/02, Kelurahan
> > Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang,
> > terpaksa harus makan dua
> > hari sekali. Untuk mengirit minyak tanah, keluarga
> > itu minum air mentah.
> > 
> > Kesengsaraan keluarga dengan empat anak itu semakin
> > terasa setelah harga BBM
> > naik. Penghasilan Idup sebagai kuli angkut pasir
> > kian terpuruk, begitu pula
> > istrinya Selih (32) yang bekerja sebagai buruh
> > cuci.Sebelum harga BBM naik,
> > keluarga itu masih bisa makan sehari sekali dan Idup
> > masih bisa ngopi dua
> > kali. "Sekarang sudah tak bisa lagi. Dengan uang Rp
> > 3.000 sudah tidak bisa
> > membeli apa-apa lagi," ujar Idup meratapi nasibnya..
> > Ia pun menuding
> > pemerintah buta dan tuli. Menurutnya, para penggede
> > tak peduli terhadap
> > kehidupan orang-orang seperti dirinya yang jumlahnya
> > jutaan.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke